Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

18 Juli 2019

Kurang Gizi, IHSG Lemas & Ditutup di Zona Merah



PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Mengawali perdagangan dengan koreksi tipis sebesar 0,01% ke level 6.395,46, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nyaris tak pernah merasakan manisnya zona hijau pada hari ini. Per akhir sesi dua, IHSG melemah 0,11% ke level 6.394,61.

Saham-saham yang berkontribusi signifikan dalam mendorong IHSG melemah di antaranya: PT Astra International Tbk/ASII (-4,7%), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk/CPIN (-3,26%), PT Bank Mandiri Tbk/BMRI (-1,24%), PT Indonesian Paradise Property Tbk/INPP (-12,2%), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (-0,24%).

Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan di zona merah: indeks Nikkei jatuh 0,31%, indeks Shanghai melemah 0,2%, indeks Hang Seng turun 0,09%, dan indeks Kospi terpangkas 0,91%.

IHSG sedang kurang gizi pada hari ini, minim asupan sentimen positif. Dari sisi eksternal, sentimen negatif datang dari potensi memanasnya hubungan AS-China di bidang perdagangan.

Dalam rapat kabinet di Gedung Putih yang digelar kemarin (16/7/2019), Presiden AS Donald Trump menekankan bahwa AS dapat mengenakan bea masuk baru bagi produk impor asal China senilai US$ 325 miliar jika diperlukan.

"Ada produk impor senilai US$ 325 miliar yang bisa kita kenakan bea masuk baru jika kita mau," kata Trump, dilansir dari Bloomberg.

Komentar pedas dari Trump tersebut datang sehari pasca Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menebar optimisme bahwa delegasi AS bisa menyambangi Beijing dalam waktu dekat guna menggelar negosiasi dagang.

Berbicara di Gedung Putih dalam sesi briefing dengan reporter pada hari Senin (15/7/2019), Mnuchin mengatakan bahwa negosiasi tatap muka di Beijing mungkin terjadi jika perbincangan melalui sambungan telepon yang akan digelar pada minggu ini berlangsung produktif.

"Kami berencana menggelar perbincangan tingkat tinggi melalui sambungan telepon pada pekan ini dan jika kami membuat kemajuan yang signifikan, saya rasa ada peluang yang besar bahwa nantinya kami (Mnuchin & Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer) akan bertandang ke sana," kata Mnuchin seperti dikutip dari Bloomberg.

Dengan komentar pedas dari Trump tersebut, dikhawatirkan pihak China bisa tersulut dan menyebabkan perang dagang justru tereskalasi. Jika ini yang terjadi, dampaknya terhadap laju perekonomian dunia dipastikan akan signifikan, mengingat AS dan China merupakan dua negara dengan nilai perekonomian terbesar di planet bumi.

Sejauh ini, AS telah mengenakan bea masuk baru terhadap produk impor asal China senilai US$ 250 miliar, sementara China membalas dengan mengenakan bea masuk baru bagi produk impor asal AS senilai US$ 110 miliar.

Sebagai informasi, pada awal pekan ini biro statistik Negeri Panda mengumumkan bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) China periode kuartal II-2019 berada di level 6,2% secara tahunan (year-on-year/YoY), menandai laju pertumbuhan ekonomi terlemah dalam setidaknya 27 tahun, seperti dilansir dari CNBC International.


www.cnbcindonesia.com/market/20190717162130-17-85648/kurang-gizi-ihsg-lemas-ditutup-di-zona-merah

17 Juli 2019

Di Tengah Rilis Data Korporasi, Bursa Eropa Ditutup Menguat


Pt. kontak perkasa Futures - Bursa Eropa ditutup menguat pada perdagangan Selasa (16/7/2019) waktu setempat. Salah satu sentimen utama adalah ramainya rilis data perusahaan-perusahaan di Eropa. Hasil rilis data tersebut memberikan gambaran dari efek perang dagang.

Indeks Pan-European Stoxx 600 naik 0,3% pada akhir perdagangan, dengan saham konstruksi dan bahan, melonjak 1,65%, memimpin kenaikan.

Pada Selasa, perusahaan-perusahaan Eropa melaporkan laporan keuangan perusahaan dengan hasil yang bervariasi. Saham Burberry melonjak lebih dari 14%. Ini setelah merek mewah Inggris itu melaporkan kenaikan penjualan di kuartal pertama.


Sedangkan saham raksasa alat-alat listrik Swedia, Husqvarna, turun 5% ke posisi terbawah indeks blue chip Eropa. Ini setelah CEO-nya mengatakan margin operasi 2019 setahun penuh akan lebih rendah dibandingkan proyek karena penjualan lemah pada awal kuartal kedua.
Baca:
AS-China Kian Mesra, Bursa Saham Asia Menghijau

Namun, angin segar untuk Bursa Eropa juga datang dari Amerika Serikat (AS), di mana rilis data perusahaan diperkirakan menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan.

Selain itu, investor juga fokus pada hasil rilis data ekonomi China. Pada Senin (15/7/2019), Biro Statistik China mengumumkan laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2019 melambat menjadi 6,2% secara tahunan sesuai ekspektasi konsensus. 

Angka tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi terlemah setidaknya sejak 27 tahun lalu, dilansir CNBC International. Akan tetapi, meski laju ekonomi melambat, rilis data lainnya terbilang memuaskan.

www.cnbcindonesia.com/market/20190717063642-17-85452/di-tengah-rilis-data-korporasi-bursa-eropa-ditutup-menguat

16 Juli 2019

Harga Emas Diramal Meroket ke Rp 900.000/Gram, Kalau Antam?


Kontak Perkasa futures - Diprediksi naik hingga Rp 900.000 per gram di akhir tahun, harga emas domestik tak takut dan justru mempertahankan diri di kisaran atas yang masih lebih tinggi dari level psikologis Rp 650.000 per gram. 

Emas domestik itu tercermin dari harga emas Antam batangan 100 gram, sebagai acuan emas bersertifikasi yang paling umum dijadikan instrumen investasi di dalam negeri. 

Prediksi harga emas Antam yang mencapai Rp 900.000 tersebut mengemuka akhir pekan lalu, seiring dengan prediksi harga emas dunia yang diproyeksikan mencapai US$ 2.000 per troy ounce, naik dari posisi US$ 1.415 per troy ounce yang masih di atas level psikologis US$ 1.400 per troy ounce. 

Satu troy ounce, mengacu aturan di pasar, setara dengan 31,1 gram. Dengan hitungan itu, besaran US$ 2.000 per troy ounce dikonversi dengan membagi angka tersebut dengan 31,1 gram, hasilnya US$ 64,31 per gram.  

Dengan asumsi kurs rupiah Rp 14.100 per dolar AS maka prediksi harga emas yakni setara dengan Rp 906.771 per gram.

David Roche, presiden dan ahli strategi global dari Independent Strategy yang berbasis di London, memprediksi tren kenaikan harga emas dapat berlanjut karena tensi perang dagang masih ada, dilansir CNBC International pada Senin (8/7/2019).  

"Saya meyakini saat ini pasar keuangan sekarang siap hancur seperti tumpukan pasir," ujar Roche, yang turut menyarankan investor global untuk menahan portofolio investasinya di emas, obligasi pemerintah Eropa, dan obligasi terbitan pemerintah AS yaitu US Treasury.  

Dia juga berpendapat bahwa perang dagang yang dipicu langkah-langkah agresif Amerika Serikat akan berdampak sangat luas, berskala besar, memicu konflik global, dan menekan ekspektasi pertumbuhan di pasar saham.  

Tren kenaikan harga emas global dimulai ketika perang dagang AS-China kembali memanas pada awal tahun ini, yang otomatis meningkatkan harga emas dunia karena pergerakan harga emas linear dengan risiko yang sedang berkembang, terutama di pasar keuangan. 

Meskipun sudah mereda, perang dagang AS-China sudah menelan korban yaitu Huawei dan beberapa perusahaan lain asal China yang kemungkinan besar dianggap terlibat dalam aktivitas yang tak sesuai dengan keamanan nasional atau kebijakan luar negeri negeri Paman Sam. 

Dalam daftar hitam bisnis AS, atau yang biasa disebut Entity List, bersama dengan Huawei terdapat 144 nama perusahaan lain yang berasal dari beragam negara. 

Selain isu perang dagang dengan China, AS juga membuka front konflik lain dengan Eropa terkait Airbus-Boeing dan dengan Iran terkait harga minyak dan penembakan pesawat nir-awak. 

Akhirnya, dampak yang timbul dari perang dagang dan kondisi AS yang belum membaik betul malah berimplikasi pada pemangkasan pertumbuhan ekonomi negara-negara dunia dan tingkat pertumbuhan ekonomi dunia sendiri yang diturunkan Bank Dunia menjadi tinggal 2,6% dari sebelumnya 2,9%. 

Karena ekonomi dunia yang diprediksi melemah itu, bank sentral AS pun memberi sinyal akan adanya rencana penurunan suku bunga di akhir bulan ini. 

Pasar bereaksi dengan mulai banyaknya analis dunia yang memprediksi penurunan suku bunga Fed Fund Rate akan ditambah dua kali lagi hingga akhir tahun, sehingga totalnya tiga kali. 

Survei pasar yang dirangkum CME Fedwatch menunjukkan potensi penurunan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) atau tiga kali 25 bps sudah naik menjadi yang tertinggi hingga akhir tahun. 

Posisi penurunan suku bunga 75 bps nya sudah mencapai 37,5% di atas potensi penurunan 50 bps yang hanya 33,7% dan penurunan 25 bps sebesar 9,7%. Sisanya ada yang memprediksi penurunan terjadi hingga 100 bps atau 1% yaitu hanya 2,5%.

www.cnbcindonesia.com/investment/20190715161123-21-85058/harga-emas-diramal-meroket-ke-rp-900000-gram-kalau-antam