Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

04 Juli 2019

Duh! Emiten Karya Butuh Ratusan Tahun Lunasi Tumpukan Utang


PT. KONTAKPERKASA FUTURES - Dalam 4 tahun (2015-2018) kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), jumlah utang emiten karya membengkak. Pasalnya, pada masa pemerintahannya Jokowi gencar menjalankan proyek pembangunan yang biayanya bisa sampai ratusan triliun.

Dengan biaya yang setinggi itu, wajar jika emiten karya tidak mampu mendanai proyek mereka dengan kas internal. 

Dari grafik di atas terlihat utang emiten karya yang banyak berkecimpung di proyek pembangunan jalan membengkak, dengan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membukukan nilai utang tertinggi tahun lalu.

Tahun lalu PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membukukan total utang paling tinggi dengan perolehan mencapai Rp 95,5 triliun, tumbuh hampir 4 kali lipat (363,5%) dibandingkan tahun 2015. 

Kemudian disusul dengan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang di tahun 2018 total kewajibannya tercatat sebesar Rp 62,22%, naik 155,46% dibandingkan 4 tahun lalu.

Dengan tingkat utang yang sedemikian besar, mampukah emiten karya melunasi kewajibannya?

Salah satu analisis yang dapat digunakan untuk menghitung kemampuan suatu perusahaan membayar utang adalah rasio arus kas terhadap utang (cash flow to debt ratio-CF/D). 

Rasio CF/D dihitung dengan mengukur persentase total utang perusahaan yang dapat dilunasi dengan arus kas operasi. Arus kas operasi dipilih karena umumnya memiliki aliran uang tunai terbesar yang dapat dihasilkan perusahaan. Jadi semakin tinggi nilainya semakin baik.

Secara teori, hasil perhitungan CF/D juga dapat diinterpretasikan dalam tolak ukur tahun. Jadi berapa lama waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk melunasi utang tersebut. Berdasarkan bahwa arus kas dan total utang konstan. Caranya nilai 1 dibagi dengan perolehan persentase yang telah didapat sebelumnya

Dari tabel di atas terlihat PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memiliki kemampuan membayar yang lebih baik dibanding keenam emiten karya lainnya. Lalu dengan posisi neraca yang diasumsikan konstan, butuh waktu 4 tahun bagi perusahaan untuk melunasi utang tersebut.

Lebih lanjut, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menunjukkan performa terburuk, karena perolehan CF/D hanya sebesar 0,3%, di mana butuh waktu 336 tahun bagi perusahaan untuk lunasi utang-utangnya dengan menggunakan kas operasional (asumsi arus kas dan nilai utang konstan).

Wajar saja perusahaan butuh waktu sepanjang itu. Pasalnya, total utang perusahaan tahun lalu mencapai Rp 23,83 triliun, sedangkan arus kas hanya Rp 90,91 miliar

www.cnbcindonesia.com/market/20190703194111-17-82551/duh-emiten-karya-butuh-ratusan-tahun-lunasi-tumpukan-utang

03 Juli 2019

Sebelum Jual-Beli Saham, Kenali Dulu Biaya-biaya Transaksinya


PT. KONTAKPERKASA FUTURES - ika seseorang telah memiliki pengetahuan dasar mengenai bursa saham, maka tahapan selanjutnya yang perlu dipahami adalah mengetahui cara transaksi jual-beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta biaya-biaya dalam bertransaksi sebuah saham.

Untuk membeli sebuah saham, seorang investor harus memiliki dana yang cukup di rekening investasinya.

Pihak sekuritas biasanya mensyaratkan dana awal yang harus disetor ke Rekening Dana Nasabah (RDN) miliknya. Pihak Otoritas Bursa maupun BEI menyerahkan sepenuhnya besaran setoran awal pada masing-masing sekuritas, ada yang minimal Rp 10 juta, ada pula yang bisa hanya dengan Rp 100.000.

Setelah dana tersedia di rekening, investor mulai dapat membeli saham di Bursa menggunakan sarana aplikasi online trading yang sudah diunduh sebelumnya, dan langsung melakukan order jual-beli. Jika tidak, investor dapat melakukan order jual-beli secara saham secara offline atau konvensional melalui sambungan telepon kepada pihak sekuritas.

Ada baiknya, jangan memberikan nomor personal identification number (PIN) kepada siapapun, termasuk pegawai sekuritas untuk menjaga keamanan transaksi saham anda. Nomor PIN atau password diibaratkan seperti PIN kartu automatic teller machine (ATM) Anda pada sebuah bank.

Oke, rekening sudah ada duit, Anda pun siap melakukan jual-beli saham.

Tapi satu hal lagi, sebelum memulai transaksi, ada baiknya investor mengetahui apa saja komponen biaya-biaya (fee) dalam bertransaksi saham.

Berikut biaya-biaya yang dibebankan kepada seorang investor ketika melakukan transaksi beli - jual saham di Bursa, sebagaimana dirangkum oleh Tim Riset CNBC Indonesia:

Komisi Broker (Broker Fee)

Komisi merupakan biaya yang dibebankan pihak Sekuritas kepada investor dalam rangka proses penyampaian order transaksi baik jual maupun beli saham ke dalam sistem perdagangan elektronik BEI.

Jumlah fee di setiap sekuritas berbeda-beda, umumnya berkisar 0,15 - 0,25% hingga 0,25% - 0,35% dari nilai transaksi saham (sudah termasuk pajak pertambahan nilai/PPN), dan ditambah pajak penghasilan (PPh) 0,1% khusus untuk transaksi penjualan saham.

Biaya Transaksi (Levy)

Levy merupakan biaya transaksi yang dikenakan kepada investor setiap melakukan transaksi jual beli saham atas penggunaan jasa atau fasilitas transaksi Bursa. Besarnya levy tersebut 0,04% dari nilai transaksi hingga artikel ini diterbitkan (besarannya 0,1% masing-masing untuk BEI, KSEI, dan KPEI ditambah penjaminan 0,1%). 

Akhir Desember 2018, BEI sempat berencana untuk menurunkan biaya levy jika nilai rata-rata transaksi harian terus meningkat. Nilai transaksi harian hingga sesi II, Selasa (2/7/2019), sebesar Rp 5,4 triliun.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN merupakan pungutan yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari transaksi sebuah barang atau jasa. Tarif pajak yang dikenakannya berupa tarif tunggal yakni sebesar 10%.

Pada transaksi jual-beli saham, tarif yang menjadi dasar pengenaan PPN adalah broker fee.

Pajak Penghasilan (PPh)

Pajak yang dibebankan atas penghasilan perorangan, perusahaan atau badan hukum lainnya. Pajak tersebut dikenakan saat transaksi penjualan saham saja.

Adapun jenis pajak yang dikenakan pada transaksi saham adalah PPh Pasal 4 ayat (2) yang bersifat final atau dibayarkan melalui pihak sekuritas yang besarnya 0,1% dari nilai bruto transaksi.

www.cnbcindonesia.com/investment/20190626164219-21-80860/sebelum-jual-beli-saham-kenali-dulu-biaya-biaya-transaksinya/1

02 Juli 2019

Respons Gencatan Senjata AS-China, Wall Street Melesat


PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Wall Street ditutup melesat pada perdagangan Senin (1/7/2019) waktu setempat. Hal itu dipicu kesepakatan AS dan China untuk menunda pemberlakuan tarif impor tambahan pada produk masing sekaligus melanjutkan negosiasi dagang.

Indeks S&P 500 naik 0,8% menjadi 2.964,33. Kemudian Dow Jones Industrial Average naik 117,47 poin atau 0,4%, ditutup menjadi 26.717,43 didorong lonjakan saham Nike dan Apple. Indeks Nasdaq Composite melesat 1,1% menjadi 8.091,16 sekaligus membukukan kenaikan beruntun empat hari.

Rentetan data di atas menandakan Wall Street memulai paruh kedua tahun ini dengan posisi yang lebih solid dibandingkan enam bulan awal tahun ini. Indeks S&P 500 menguat lebih dari 17% sepanjang 2019 ini, di mana pada paruh pertama mencatatkan kinerja terbaik dalam lebih dari 20 tahun.

"Ada banyak kegembiraan. Saya tidak tahu apakah itu (kenaikan di Wall Street) merayakan kabar baik atau karena tidak adanya kabar buruk," kata Willie Delwiche, ahli strategi investasi di Baird seperti dilansir CNBC International.


Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan melonggarkan pembatasan pada perusahaan Amerika dalam penjualan produk ke Huawei, perusahaan telekomunikasi raksasa China. Sebelumnya pada Mei lalu, AS telah melarang perusahaan Negeri Paman Sam untuk menjual produk teknologi ke Huawei dengan alasan masalah keamanan nasional.

Kabar pelonggaran izin itu membuat harga saham perusahaan pembuat chip naik. Saham Skyworks Solutions melejit 6%. Sementara saham Micron Technology melonjak 3,9%. Saham Qualcomm dan Broadcom masing-masing naik 1,9% dan 4,3%. Saham raksasa teknologi Apple juga naik 1,8%.


Selain itu, sentimen baik di pasar juga datang dari Trump dan Presiden China Xi Jinping yang telah setuju untuk tidak mengenakan bea masuk baru terhadap AS dan barang-barang China setelah bertemu di sela-sela KTT G-20 di Osaka, Jepang, Sabtu lalu.

Trump mengatakan pertemuan itu berjalan dengan baik. Media milik pemerintah China, Xinhua, mengabarkan kedua pemimpin sepakat untuk "memulai kembali konsultasi perdagangan antara negara mereka berdasarkan kesetaraan dan saling menghormati."

Trump juga mengatakan China akan "membeli produk pertanian (AS)."

www.cnbcindonesia.com/market/20190702070154-17-81994/respons-gencatan-senjata-as-china-wall-street-melesat