Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

17 Juni 2019

Tuduhan Tim Prabowo: Kotak Suara Siluman dan TPS 'Baru'


PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Tim hukum capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Teuku Nasrullah mengungkapkan dugaan kecurangan pada Pilpres 2019 terkait kotak suara siluman dalam sidang awal gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). 

"Ada kotak suara siluman, ditemukan juga manipulasi daftar pemilih khusus dan kemudian jumlah suara pemohon berjumlah nol," kata Nasrullah, Jumat (14/6/2019).

"Hal tersebut terjadi di Jatim, Jateng, khususnya Boyolali. [...] Ada indikasi kuat kecurangan," imbuhnya.

"[...] Jadi ada indikasi kuat terdapat 2.984 TPS siluman atau sekitar 895.200 suara siluman yang berada di TPS tersebut," jelasnya.

Menurut Nasrullah, adanya ketidakwajaran jumlah suara juga terjadi dan cukup mencolok. Ketidakwajaran ini merugikan perolehan suara dari pemohon.

Selain itu, Nasrullah juga menyebut tiba-tiba ada TPS baru. Di mana jumlahnya mencapai 37.000. 

"Dari TPS tersebut potensial angkanya digunakan untuk penggelembungan suara. Ada indikasi di TPS pada konteks ini termohon [KPU] diduga dalam pengaturan tidak sah," kata Nasrullah.

Source : CNBC Indonesia

13 Juni 2019

Inflasi AS Melambat, Dolar Masih Perkasa?


PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Dolar Amerika Serikat (AS) masih cukup kuat pada perdagangan Rabu (12/6/19), meski data inflasi menunjukkan pelambatan. Data ini merupakan salah satu acuan bagi Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk menentukan kebijakan moneter

Pada pukul 20:35 WIB, indeks dolar berada di level 96,77 atau menguat 0,9%. Indeks ini sering digunakan tolok ukur kekuatan dolar terhadap mata uang lainnya. 

Data yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan inflasi yang dilihat dari indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) hanya tumbuh 0,1% di bulan Mei, melambat dari bulan sebelumnya sebesar 0,3%. Persentase kenaikan harga-harga di bulan Mei tersebut sesuai dengan prediksi Forex Factory. 

Inflasi inti atau Core CPI (yang tidak memasukkan sektor makanan dan energi dalam perhitungan) juga tumbuh 0,1% sama dengan pertumbuhan bulan April, namun masih di bawah prediksi di Forex Factory sebesar 0,2%.

Data inflasi serta data tenaga kerja merupakan beberapa indikator yang dijadikan acuan untuk menentukan suku bunga. Pada Jumat (7/6/19) lalu data non-farm payroll atau penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian hanya sebanyak 75.000 orang, jauh di bawah bulan sebelumnya 224.000 orang. 

Buruknya data tenaga kerja, ditambah dengan inflasi yang melambat tentunya semakin menguatkan spekulasi The Fed suku bunga acuan (Federal Funds Rate/FFR) akan dipangkas sebanyak tiga kali di tahun ini. 

Namun meski secara keseluruhan inflasi menunjukkan pelambatan pertumbuhan, tetapi di beberapa sektor justru menunjukkan kenaikan, yakni biaya sewa dan kesehatan. Hal itu membuat The Fed masih memiliki "alasan" untuk tidak buru-buru menurunkan suku bunga, dan memberikan tenaga bagi dolar untuk bertahan. 

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar melihat ada peluang sebesar 66,8% pemangkasan FFR di bulan Juli, tidak ada perubahan dibandingkan sebelum data inflasi dirilis. 

The Fed akan mengadakan rapat kebijakan moneter pada pekan depan, dan kemungkinan akan memberikan informasi yang lebih jelas kapan dan berapa kali suku bunga bisa dipangkas di tahun ini.

https://www.cnbcindonesia.com/market/20190612210626-17-78007/inflasi-as-melambat-dolar-kok-masih-perkasa

12 Juni 2019

Harga Emas Antam: Kemarin Rekor, Hari Ini Langsung Tekor


PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini mencetak rekor penurunan tertinggi sejak November 2018. Koreksi Rp 8.000 atau 1,27% menjadi yang terdalam sejak 16 November tahun lalu.

Padahal, kemarin kenaikan harga emas Antam menjadi yang tertinggi setidaknya sejak Agustus 2018. Penurunan harga Logam Mulia seiring dengan koreksi yang terjadi pada harga emas di pasar spot global, meskipun persentase koreksi yang terjadi di harga Antam masih lebih besar.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini (11/6/2019), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram melemah menjadi Rp 62,4 juta dari harga kemarin Rp 63,2 juta per batang.  

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga turun Rp 5.000 (-0,83%) hari ini menjadi Rp 595.000 per gram dari sebelumnya Rp 600.000 per gram kemarin. Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.  

Terkait dengan harga emas di pasar spot global, kemarin harga logam mulia ini sudah mencapai US$ 1.327 per troy ounce, turun dari US$ 1.334 per troy ounce pada hari sebelumnya.  Hari ini, harga emas di pasar spot masih naik tipis sebesar 0,03% di level US$ 1.328 per troy ounce. 
Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama. 

Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama. 

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.  

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%.  Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%. 

Turunnya harga emas ukuran kecil itu mengindikasikan risiko yang melemah kemarin. Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.  

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri. 

Source : CNBC Indonesia