Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

12 Juni 2019

Harga Emas Antam: Kemarin Rekor, Hari Ini Langsung Tekor


PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini mencetak rekor penurunan tertinggi sejak November 2018. Koreksi Rp 8.000 atau 1,27% menjadi yang terdalam sejak 16 November tahun lalu.

Padahal, kemarin kenaikan harga emas Antam menjadi yang tertinggi setidaknya sejak Agustus 2018. Penurunan harga Logam Mulia seiring dengan koreksi yang terjadi pada harga emas di pasar spot global, meskipun persentase koreksi yang terjadi di harga Antam masih lebih besar.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini (11/6/2019), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram melemah menjadi Rp 62,4 juta dari harga kemarin Rp 63,2 juta per batang.  

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga turun Rp 5.000 (-0,83%) hari ini menjadi Rp 595.000 per gram dari sebelumnya Rp 600.000 per gram kemarin. Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.  

Terkait dengan harga emas di pasar spot global, kemarin harga logam mulia ini sudah mencapai US$ 1.327 per troy ounce, turun dari US$ 1.334 per troy ounce pada hari sebelumnya.  Hari ini, harga emas di pasar spot masih naik tipis sebesar 0,03% di level US$ 1.328 per troy ounce. 
Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama. 

Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama. 

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.  

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%.  Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%. 

Turunnya harga emas ukuran kecil itu mengindikasikan risiko yang melemah kemarin. Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.  

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri. 

Source : CNBC Indonesia

11 Juni 2019

Damai Dagang AS-Meksiko Bawa Wall Street Menghijau


PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Damai dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Meksiko menjadi sentimen utama di Wall Street pada perdagangan Senin (10/6/2019) waktu setempat. Imbasnya, saat penutupan perdagangan pada Selasa (11/6/2019) dini hari WIB, Wall Street pun berada di teritori positif.

Dilansir CNBC, Dow Jones Industrial Average naik 0,3% ke level 26.062,68. Kemudian S&P 500 menguat sekitar 0,5% menjadi 2.886,73. Sementara Nasdaq Composite naik 1,1% ke level 7.823,17.

Selain dengan China, Trump juga hendak memulai perang dagang dengan Meksiko lantaran isu keimigrasian. Namun, melalui sebuah unggahan di akun Twitter resminya pada Minggu (9/6/2019) waktu setempat atau Senin (10/6/2019) WIB, Trump mengaku memiliki "kepercayaan penuh" bahwa Meksiko akan menuntaskan masalah terkait imigran gelap. 

Apalagi setelah kedua negara mencapai kesepakatan pada Sabtu (8/6/2019) waktu setempat atau Minggu (9/6/2019) WIB. Demikian laporan The New York Times yang dikutip CNBC. 

Saham GM dan Ford, dua korporasi yang berpotensi merugi besar jika perang dagang dengan Meksiko terjadi lantaran memiliki basis produksi di Negeri Sombrero, masing-masing meroket 1,5% dan 0,6%. 

"Langkah itu positif tetapi ini tidak akan menghapus risiko besar yang melekat dalam kebijakan perdagangan Trump," ujar Direktur Pelaksana JP Morgan Adam Crisafulli. 

Investor di Wall Street juga memantau perkembangan dalam perang dagang AS-China. Secara ekslusif kepada CNBC, Trump pada Senin (10/6/2019) waktu setempat memastikan bahwa China akan membuat kesepakatan dagang dengan AS karena "mereka (China) harus melakukannya."

"Saat ini China semakin "dihancurkan" oleh perusahaan yang meninggalkan China, hijrah ke negara lain, termasuk ke negara kita (AS), karena mereka (perusahaan-perusahaan) tidak ingin membayar tarif," kata Trump.

Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan akan berjumpa di ajang KTT G-20, akhir bulan ini. Pertemuan itu merupakan yang pertama sejak Trump mengancam akan mengenakan tarif atas barang impor asal China senilai US$ 300 miliar apabila kesepakatan tak dapat diraih.

https://www.cnbcindonesia.com/market/20190611064746-17-77478/damai-dagang-as-meksiko-bawa-wall-street-menghijau

04 Juni 2019

Investor Buru Saham Murah, Bursa Jepang Dibuka Naik Tipis


PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Bursa saham Jepang dibuka menguat tipis, Selasa (4/6/2019), karena para investor mulai memburu saham-saham murah menyusul pelemahan yang terjadi empat hari beruntun.

Meski begitu, mereka masih tampak mengambil sikap hati-hati terutama karena masih kuatnya yen dan kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi global.

Indeks acuan Nikkei 225 naik 0,08% sementara indeks Topix bertambah 0,02% di awal perdagangan, AFP melaporkan.

Dini hari tadi, indeks-indeks acuan Wall Street ditutup bervariasi menyusul hantaman yang diterima para raksasa teknologi Amerika Serikat (AS).

Saham induk Google, Alphabet, Amazon, Facebook, dan Apple menjadi pemberat bursa saham di sesi perdagangan tersebut di tengah kabar bahwa pemerintah AS berencana menyelidiki beberapa raksasa teknologi atas dugaan monopoli.

Nasdaq Composite yang sarat saham-saham perusahaan teknologi anjlok 1,61%, S&P 500 terkoreksi 0,28%, sementara Dow Jones Industrial Average masih mampu naik tipis 0,02% di akhir perdagangan. (prm)


SOURCE : CNBC INDONESIA