Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

31 Mei 2019

Kemenhub: Belum Ada Maskapai yang Langgar Tarif Batas Atas


PT. KONTAKPERKASA FUTURES - Kementerian Perhubungan menegaskan belum ada satupun maskapai yang hingga saat ini terbukti melanggar tarif batas atas penerbangan yang sudah ditetapkan.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, merespons adanya informasi yang menyebutkan tiket ke beberapa rute penerbangan domestik mencapai puluhan juta rupiah.

Otoritas perhubungan pun telah menyelediki adanya informasi tersebut. Terungkap, bahwa penerbangan yang dimaksud bukan penerbangan langsung, namun transit di beberapa tempat.

"Penerbangan transit itu berarti penumpang membeli beberapa tiket, beberapa rute untuk sampai ke rute tujuan sehingga harganya tinggi. Kalau penerbangan langsung, tarif terkendali dalam aturan pemerintah," kata Polana, Kamis (30/5/2019).

Polana mengemukakan, seluruh biaya tiket sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 20/2019 serta Keputusan Menteri (KM) 106/2019. Ketentuannya, pun sudah jelas.

"Dalam KM 106 itu ada tarif tertinggi tiap rute langsung [bukan transit] untuk rute domestik kelas ekonomi. Jadi silahkan masyarakat mengecek tarif pesawatnya sebelum membeli tiket," tegasnya.

Meski begitu tarif yang diatur dalam KM 106 bukanlah harga tiket pesawat sebenarnya. Harga tiket, masih akan ditambah dengan pajak, asuransi, dan biaya pelayanan bandara atau Passenger Service Charge (PSC).

Di samping itu, tarif juga harus disesuaikan dengan layanan di maskapai. Untuk maskapai full service misalnya, boleh menjual tarif sebesar 100%, dan untuk medium service bisa menjual maksimal 90%.

"LCC seperti Lion, Citilink dan Indonesia Air Asia boleh menjual maksimal 85% dari tarif batas atas," kata Polana.

Polana menegaskan otoritas perhubungan pun telah melakukan pengawsan agar maskapai tidak melanggar aturan tarif batas atas yang sudah ditetapkan, baik itu melalui agen tiket maupun secara online.

Masyarakat, sambung dia, pun harus lebih teliti dlam membeli tiket penerbangan pada periode Lebaran tahun ini, terutama saat melakukan pembelian di agen travel maupun secara online.

https://www.cnbcindonesia.com/news/20190530185922-4-76004/kemenhub-belum-ada-maskapai-yang-langgar-tarif-batas-atas

29 Mei 2019

Usai Libur, Wall Street Ditinggalkan Investor


PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Indeks-indeks acuan Wall Street berguguran, Selasa (28/5/2019), setelah sehari sebelumnya libur untuk merayakan Memorial Day. Investor tampaknya masih mengkhawatirkan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China sehingga mereka melepas saham-sahamnya.

Dow Jones Industrial Average anjlok 0,93%, S&P 500 merosot 0,84%, sementara Nasdaq Composite melemah 0,39% di akhir perdagangan.

Imbal hasil obligasi negara AS atau US Treasury bertenor 10 tahun jatuh ke posisi 2,6% atau terendah dalam 19 bulan terakhir yang menandakan surat utang pemerintah tengah diburu.


Saham-saham perbankan pun jadi anjlok akibat turunnya suku bunga tersebut. Goldman Sachs rontok 1,8% sementara Citigroup dan JP Morgan hase anjlok masing-masing 0,9% dan 1,1%, dilansir dari CNBC International.

Hal ini terjadi setelah Presiden Donald Trump pada Senin mengatakan AS belum siap untuk memuat kesepakatan dengan China meskipun ia memperkirakan perjanjian itu akan terjadi di masa depan. Trump juga mengatakan bea impor terhadap produk China bisa naik lagi cukup tinggi.

"Trump sedang memainkan permainan Game of Thrones dengan musuh-musuhnya di dalam negeri maupun mancanegara," kata Ed Yardeni, presiden dan chief investment strategies di Yardeni Research.

"Karena ia adalah presiden negara dengan ekonomi dan kekuatan militer terbesar di dunia, ia mengklaim akan menyempurnakan berbagai kesepakatan dengan mereka yang akan memberi manfaat besar bagi AS. Hasilnya sejauh ini sebagian besar mengecewakan," lanjutnya


https://www.cnbcindonesia.com/market/20190529062640-17-75660/usai-libur-wall-street-ditinggalkan-investor

28 Mei 2019

Mau Listing Lagi di Hong Kong, Alibaba Akan Raup Rp 288 T


PT KONTAK PERKASA FUTURES - Raksasa e-commerce asal China, Alibaba Group Holdings, tengah membicarakan rencana melepas sahamnya ke publik melalui bursa Hong Kong, Bloomberg melaporkan dan dikutip CNBC International, Senin (27/5/2019).

Penawaran itu akan membuat perusahaan meraup dana hingga US$20 miliar (Rp 288 triliun).

Perusahaan terbesar China itu tengah bekerja dengan beberapa penasihat keuangan untuk melakukan listing kedua itu secepatnya pada paruh kedua tahun ini, kata beberapa sumber kepada Bloomberg.

Sumber itu juga mengatakan tujuan penting listing kedua tersebut adalah untuk mendiversifikasi sumber pendanaan perusahaan dan menaikkan likuiditas, terutama ketika berbagai perusahaan China menghadapi serangan bertubi-tubi dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Listing kedua itu terjadi hanya beberapa tahun setelah Alibaba memperoleh US$25 miliar dari go public-nya di Bursa Saham New York pada 2014. Ini adalah penjualan saham perdana ke publik bernilai terbesar di dunia.

Kesuksesan perusahaan besutan Jack Ma itu di China telah menaikkan valuasi perusahaan menjadi sekitar US$400 miliar dan sahamnya melesat naik 13% sepanjang 2019 ini. Capaian tersebut sedikit lebih baik dibandingkan penguatan indeks S&P 500 sebesar 12,7% di periode yang sama.

Alibaba menolak untuk mengomentari kabar tersebut.

https://www.cnbcindonesia.com/fintech/20190528065711-37-75411/mau-listing-lagi-di-hong-kong-alibaba-akan-raup-rp-288-t