Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

20 Mei 2019

WhatsApp Disusupi Spyware, Ini Cara Pastikan Ponsel Anda Aman


PT. KONTAK PERKASA FUTURES - WhatsApp mendesak pengguna untuk melakukan pemutakhiran (update) aplikasi setelah muncul laporan aplikasi chatting populer ini bisa disusupi spyware dari perusahaan Israel.

Masalah kerentanan ini telah diperbaiki dalam versi terbaru WhatsApp yang dirilis beberapa hari terakhir, tetapi beberapa pengguna perlu memperbarui secara manual.

Belum diketahui berapa besar pengguna yang terjangkiti spyware ini. Saat ini, sudah ada 1,5 miliar pengguna aplikasi WhatsApp.


"WhatsApp mendorong penguna untuk meng-update aplikasi ke versi terbaru, serta menjaga sistem operasi seluler mereka tetap mutakhir, untuk melindungi dari potensi eksploitasi serangan jahat," kata Facebook seperti dikutip dari Business Insider, Jumat (17/5/2019).

Untuk memastikan ponsel aman dari serangan spyware, pengguna Android harus memastikan aplikasi WhatsApp yang digunakan versi V.2.19.134. Jika perangkat Anda memiliki WhatsApp versi lama segeralah update.

Untuk pengguna iPhone harus dipastikan WhatsApp yang digunakan versi V.2.19.50. Bila versi WhatsApp lebih rendah segeralah update. WhatsApp juga berencana mengirimkan versi terbaru V.2.19.51 maka segeralah mutakhirkan aplikasi.


https://www.cnbcindonesia.com/fintech/20190517115125-37-73189/whatsapp-disusupi-spyware-ini-cara-pastikan-ponsel-anda-aman

17 Mei 2019

Dalam 4 Bulan, Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp 82 T


PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Pemerintah mengalokasikan Rp 275,89 triliun untuk pembayaran bunga utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Dalam 4 bulan pertama, pembayaran bunga utang telah mencapai Rp 82,6 triliun atau 29,94% dari total.

"Realisasi pembayaran bunga utang sampai dengan 30 April 2019 sebesar 29,94% terhadap APBN tahun 2019, atau lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 33,24% terhadap APBN 2018. Penurunan tersebut terutama karena kondisi yield SBN," demikian Laporan APBN Kita per 30 April 2019, seperti dikutip Jumat (16/5/2019).

Yield atau imbal hasil menurut Kementerian Keuangan cukup stabil cenderung turun di awal tahun 2019 dibandingkan tren naik di awal 2018. 

Selain itu, terdapat perubahan komposisi penerbitan dan perbedaan jadwal pembayaran kupon SBN seri benchmark yang menyebabkan pola pembayaran bunga bulanan bersifat dinamis.

Sementara itu, realisasi belanja subsidi sampai dengan 30 April 2019 mencapai Rp 37,95 triliun atau 16,92% dari pagu APBN tahun 2019. Realisasi belanja subsidi tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan realisasi belanja subsidi tahun sebelumnya yang mencapai Rp40,74 triliun atau 26,08%.

Penurunan tersebut terutama disebabkan realisasi subsidi tahun 2018 selain untuk pembayaran subsidi tahun berjalan, juga terdapat pembayaran utang subsidi tahun-tahun sebelumnya sebesar Rp 15,3 triliun. Pos ini terdiri dari pembayaran sebagian kekurangan subsidi JBT sebesar Rp 6,55 triliun, pembayaran sebagian kekurangan subsidi LPG tabung 3 Kg sebesar Rp 5,75 triliun, dan pembayaran sebagian kekurangan subsidi listrik sebesar Rp 3,0 triliun. 

Sedangkan untuk realisasi subsidi nonenergi realisasinya sampai dengan 30 April 2019 mencapai Rp 7,09 triliun atau lebih tinggi dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp 1,5 triliun. 


SOURCE : CNBC INDONESIA

16 Mei 2019

Pengumuman dari Badan Siber RI: Update Segera WhatsApp Anda!



PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Masalah kerentanan keamanan pada WhatsApp karena WhatsApp Calls bisa disusupi spyware asal Israel mendapat perhatian dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Badan yang dulunya bernama Lembaga Sandi Negara ini meminta penguna mengupdate aplikasi WhatsApp.

Dalam pengumumannya yang diterima CNBC Indonesia, BSSN menyatakan pada 13 Mai 2019, Facebook telah menerbitkan himbauan mengenai celah keamanan Remote Code Execution (RCE) CVE-2019-3568 pada aplikasi WhatsApp.

"Celah keamanan ini memungkinkan penyerang untuk mengeksploitasi fungsi panggilan telepon pada WhatsApp untuk menghubungi celah target dan kemudian melakukan instalasi malware secara remote," ujar BSSN, Kamis (15/5/2019).

Untuk itu, BSSN menghimbau bagi pengguna ponsel yang menggunakan sistem operasi Android yang menggunakan WhatsApp versi v2.19.134 dan WhatsApp Business versi v.2.19.44 untuk meng-update aplikasi ke versi terbaru.

Pengguna ponsel iPhone yang menggunakan WhatsApp versi v21.19.51 dan WhatsApp Business versi V.2.19.51 untuk melakukan pemutahiran aplikasi ke versi terbaru.

Begitu juga pengguna ponsel Windows Phone yang menggunakan WhatsApp versi V2.18.384 dan pengguna ponsel yang menggunakan sistem operasi Tizen yang menggunakan WhatsApp versi v2.18.15 untuk melakukan update aplikasi ke versi terbaru.

"Selalu lakukan pemutahiran terhadap aplikasi-aplikasi lain juga, karena pada umum pemutahiran memuat perbaikan terhadap isu keamanan yang sangat penting untuk mencegah eksploitasi celah keamanan pada aplikasi yang kita gunakan," pesan BSSN.

Celah keamanan melalui WhatsApp Calls pertama kali dilaporkan oleh Financial Times. Dalam laporannya disebutkan WhatsApp Calls bisa disusupi spyware asal Israel. Spyware tersebut adalah buatan perusahaan Israel bernama NSO Group. Spyware ini bisa menginvasi telepon WhatsApp pada versi Android dan iOS.

Spyware ini tak hanya bisa menyusupi lewat telepon, tetapi juga melalui panggilan telepon yang tak dijawab oleh pengguna. Dalam sejumlah kasus panggilan yang tak terjawab ini bisa hilang dalam dari daftar panggilan sehingga pengguna tidak menyadari adanya telepon tersebut.

Spyware merupakan sebuah software atau perangkat lunak yang bertugas untuk memantau dan memata-mata aktivitas penguna internet. Fungsi Spyware menjadi negatif apabila bisa digunakan untuk melihat dan mencuri data pengguna.

Source : CNBC Indonesia