Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

10 Mei 2019

Antisipasi Lebaran, Mandiri Siapkan Rp 54,9 T Uang Tunai


PT. KONTAK PERKASA FUTURES - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyiapkan dana tunai senilai Rp 54,9 triliun sepanjang jelang lebaran idul fitri hingga usai libur lebaran nanti. Dana ini akan digunakan untuk kebutuhan ketersediaan dana di ATM dan dana siaga di kantor cabang yang disiagakan sepanjang masa tersebut.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan sebesar 82% dari dana tersebut akan digunakan untuk ATM dan sisanya 18% untuk kantor cabang. Jumlah tersebut meningkat 19% dari rata-rata kebutuhan harian pada kondisi normal. 

"Alokasi dana tunai yang disiapkan tersebut telah memperhitungkan kebutuhan dana masyarakat, terutama nasabah korporasi mengingat masa pembayaran gaji bulan Mei diperkirakan akan berbarengan dengan Tunjangan Hari Raya (THR) pada sekitar akhir Mei," kata Hery di Plaza Mandiri, Kamis (9/5).

Dia menjelaskan, nantinya 18 ribu ATM akan disiagakan selama libur lebaran bersamaan dengan 385 kantor cabang yang akan tetap buka selama periode itu.

Di jalur mudik, Mandiri juga menyediakan lokasi top up di pintu tol utama di sepanjang jalur mudik.

https://www.cnbcindonesia.com/news/20190509204855-4-71588/antisipasi-lebaran-mandiri-siapkan-rp-549-t-uang-tunai

09 Mei 2019

Jokowi Jengkel! 20 Tahun CAD & Defisit Dagang Tak Kelar-kelar


PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan perekonomian Indonesia masih dihadapkan pada masalah defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) dan defisit neraca perdagangan. 

Untuk mengatasi masalah itu, Indonesia membutuhkan ekspor dan investasi terutama yang berorientasi pada ekspor serta investasi yang mengarah kepada substitusi impor. Namun, menurut Jokowi, ihwal penyelesaian masalah-masalah itu masih terkendala.

"Jadi yang namanya penyederhanaan perizinan saya sudah bolak balik ngomong lebih dari 20 tahun tidak bisa selesaikan defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan, karena ekspor kita. Kedua investasi kita. Dua hal itu tak bisa kita selesaikan dengan baik," kata Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (9/5/2019).


"Kita tahu masalahnya itu. Ini niat atau enggak niat? Mau atau enggak mau? Kalo dua (masalah itu) bisa diselesaikan, rampung kita," lanjutnya.

Menurut Jokowi, bila perlu izin untuk investasi berorientasi ekspor dan substitusi impor tidak diperlukan. Izinnya dapat diberikan kemudian. 

"Jengkel saya enggak bisa selesaikan yang sudah kelihatan. Kalau lingkup kota, masih sanggup saya. Tapi kalau negara... Jadi harus ada kemauan kuat," kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, sejatinya, banyak investor yang berbondong-bondong datang untuk berinvestasi di Indonesia. Namun, yang menetas alias terealisasi hanya sedikit sekali. 

"Orang-orang datang ingin (investasi) tapi tidak netas karena tidak bisa realisasikan," ujar Jokowi. 

https://www.cnbcindonesia.com/market/20190509104947-17-71419/jokowi-jengkel-20-tahun-cad-defisit-dagang-tak-kelar-kelar

08 Mei 2019

Ancaman Perang Dagang Babat Habis Wall Street


PT. KONTAK PERKASA FUTURES -  Indeks-indeks acuan Wall Street terjun bebas, Selasa (7/5/2019), setelah pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) memberi sinyal bahwa kenaikan bea impor bagi produk-produk China akan benar-benar terjadi akhir pekan ini.

Kabar itu membuat kecewa para investor yang berharap bahwa ancaman Presiden AS Donald Trump itu hanyalah sebuah taktik negosiasi.

Dow Jones Industrial Average anjlok 1,79%, S&P 500 rontok 1,65%, dan Nasdaq Composite terjun bebas 1,96% di akhir perdagangan. Ini adalah pelemahan Dow Jones terdalam sejak 3 Januari lalu.


Saham-saham perusahaan yang sangat bergantung pada perdagangan internasional terbabat habis. Saham Caterpillar amblas 2,26% sementara saham Boeing rontok 3,87%.

Saham-saham perusahaan pembuat chip yang rentan terhadap pembalasan bea impor dari China ikut kena getahnya. Nvidia anjlok 3,75% sementara Apple juga rontok 2,7%, dilansir dari CNBC International.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan kepada wartawan bahwa AS akan menaikkan bea masuk terhadap impor China mulai Jumat ini. Pernyataannya itu muncul setelah Trump mengatakan akan menaikkan bea impor terhadap China menjadi 25% dari 10% yang dikenakan saat ini.

Selain itu, Trump juga mengancam akan mengenakan bea impor baru sebesar 25% terhadap produk China lainnya senilai US$325 miliar dalam waktu dekat.

Ancaman pengenaan tarif itu bila benar-benar dilakukan akan berisiko dibalas oleh China.

Komentar Lighthizer itu menaikkan kemungkinan diwujudkannya ancaman kenaikan tarif impor itu, kata ahli strategi UBS, Keith Parker, dalam sebuah catatan riset. Perang dagang dapat memangkas pertumbuhan global sebanyak 45 basis poin sementara pertumbuhan ekonomi China akan terpukul antara 1,2% sampai 1,5%. (prm)

https://www.cnbcindonesia.com/market/20190508062120-17-71113/ancaman-perang-dagang-babat-habis-wall-street