Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

16 April 2019

Saham-saham Ini Paling Banyak Diborong Asing Pekan Lalu


PT. Kontak Perkasa Futures - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu mengalami penurunan cukup dalam hingga 1,05%. Indeks terhenti di level 6.405, level terendah dalam sebulan terakhir.

Meskipun mengalami penurunan, ternyata investor asing tercatat masih melakukan beli bersih (net buy) dalam sepekan ini. Asing tercatat net buy Rp 448 miliar di pasar reguler, angka tersebut bahkan membengkak Rp 1,28 triliun jika ditambah dengan transaksi di pasar negosiasi dan tunai.

Apa saja saham-saham yang paling banyak diborong investor asing tersebut? Berikut lima saham di pasar reguler yang paling banyak dikoleksi asing dalam sepekan.

1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

Perusahaan berkode BRPT yang bergerak dalam dalam industri petrochemicals tersebut, paling banyak diborong asing dengan catatan beli bersih (net buy) mencapai Rp 176 miliar.

Selama sepekan, saham Prajogo Pangestu dengan kepemilikan 73,2% tersebut mengalami kenaikan 460 poin (+12,78%) pada harga terakhir Rp 4.060/saham. Adapun nilai transaksinya mencapai Rp 672 miliar.

2. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)

Perusahaan semen pelat merah dengan kode SMGR tersebut berada di tempat ke dua saham paling banyak diborong asing pekan ini. Asing tercatat melakukan beli bersih (net buy) senilai Rp 169 miliar.

Dalam sepekan, saham holding semen nasional tersebut mengalami penurunan hingga 650 poin (-4,76%) dengan harga terakhir di Rp 13.000/saham. Adapun nilai transaksinya mencapai Rp 481 miliar.

3. PT Bank Rakyat Tbk (BBRI)

Investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 158,3 miliar pada saham berkode BBRI tersebut.

Selama sepekan, saham bank yang memiliki satelit tersebut mengalami kenaikan 50 poin (+1,17%) dan parkir di harga Rp 4.310/unit saham. Nilai perdagangannya sangat besar mencapai Rp 2,8 triliun.

4. PT Astra International Tbk (ASII)

Saham berkode ASII dengan pangsa otomotif terbesar tersebut mulai banyak dikoleksi asing karena harganya masih anjlok sepanjang tahun ini. Asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 132,6 miliar.

Selama sepekan, saham ASII mengalami penurunan 1,64% dan ditutup pada harga Rp 7.475/unit saham. Nilai perdagangannya mencapai Rp 1,1 triliun.

5. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syaria Tbk (BTPS)

Saham perbankan yang mulai IPO pertengahan tahun lalu tersebut menjadi saham berbasis syariah yang paling diminati asing pekan ini. Asing tercatat melakukan beli bersih (net buy) sebesar Rp 69,7 miliar.

Saham yang 70% kepemilikannya masih dikuasai Bank BTPN tersebut selama sepekan mengalami penurunan 10 poin (-0,44%) dan ditutup pada harga Rp 2.240/saham. Nilai perdagangannya mencapai Rp 628 miliar.

Source : CNBC indonesia

15 April 2019

Jokowi-Ma'ruf Vs Prabowo-Sandiaga, Siapa Paling Tajir?


PT. Kontak Perkasa Futures - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) calon presiden dan wakil presiden yang mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.



Source : CNBC Indonesia

12 April 2019

Menteri Budi Karya Hobi Main Saham Sebelum Jadi Menteri


PT. Kontak Perkasa Futures - Tak sedikit tokoh-tokoh nasional yang memilih bermain saham untuk berinvestasi. Salah satunya adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mengaku hobi bermain di pasar saham, sebelum tentunya sibuk menjadi menteri.

Saat berbincang dengan CNBC Indonesia akhir pekan lalu, Budi mengatakan saham menjadi salah satu pilihan pria lulusan Universitas Gadjah Mada itu untuk berinvestasi.

"Waktu belum sibuk, kadang-kadang (investasi) saham tapi sekarang sejak jadi menteri saya nggak pernah main lagi, saya taruh saja," cerita Budi.

Budi menuturkan kalau dulu ia suka memilih saham yang bergerak di fast moving consumer goods (barang konsumsi). Pria berusia 61 tahun ini bermain saham semasa ia masih bekerja di perusahaan. Namun kini tidak lagi karena waktu kerja yang super padat setelah menjabat sebagai Menteri Perhubungan Indonesia.

"Sahamnya dulu ya saham-saham favorit, tapi sebelum saya jadi menteri ya. Kira-kira waktu saya masih bekerja di Jaya club (PT Pembangunan Jaya)," tambahnya.

Saat ini, Budi lebih fokus pada tugasnya sebagai menteri. Ia berharap pembangunan infrastruktur di Indonesia bisa terus berjalan lancar dan tumbuh karena nantinya akan berdampak pada perekonomian Indonesia.

Budi juga menilai kalau saat ini perekonomian di dunia sedang melemah. Meski demikian, ia optimis kalau Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi baik ke depannya.

"Perekonomian dunia masih lesu memang tetapi Indonesia punya potensi untuk menjadi baik karena beberapa indikasi di Indonesia pertmbuhan relatif baik, inflasi juga, jadi tinggal kita yang harus turun untuk membuat pertumbuhan semakin baik," kata pria yang menjadi Menteri Perhubungan sejak 2016 lalu itu. (gus/gus)



Source : cnbc indonesia