Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

08 April 2019

Selisih Elektabilitas Jokowi Vs Prabowo

PT. Kontak Perkasa Futures - tinggal menghitung hari. Jokowi dan Prabowo berkampanye demi meningkatkan perolehan suara. Berapa selisih elektabilitas mereka?

Jokowi berencana menggelar kampanye akbar di Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu 13 April 2019. Sedangkan Prabowo pada Minggu 7 April di GBK.

Lembaga-lembaga survei pun mengeluarkan hasil survei Pilpres 2019 terbaru. Baik elektabilitas pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Simak perbedaan elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres dalam Infografis berikut ini:





Source : Liputan 6

05 April 2019

Harga Emas Menguat, Merespons Data Manufaktur AS

PT. KOntak Perkasa Futures - Harga emas berjangka dunia berbalik menguat setelah industri manufaktur Amerika Serikat (AS) menunjukkan penurunan pemesanan peralatan, memicu kekhawatiran masih ada bayang-bayang resesi yang mengancam Negara Adidaya tersebut.

Harga kontrak berjangka logam mulia tersebut di bursa Comex Amerika Serikat (AS) naik 0,21% atau US$2,7 per troy ounce ke level US$1.298,1 pada Rabu (3/4/2019) pagi ini. Kenaikan ini membuat pergerakan harga kontrak berjangka logam mulia ini melemah hanya 0,02%

Industri manufaktur AS mencatatkan penurunan di pos pemesanan peralatan bisnis pada Februari, atau menjadi penurunan yang ketiga berturut-turut. Pemesanan barang tahan lama (durable goods) tercatat jatuh sebesar 1,6%, atau lebih buruk dari ekspektasi di level 1,2%.

Data Departemen Perdagangan AS menyebutkan pemesanan barang modal untuk keperluan non-militer turun 0,1% menyusul rendahnya permintaan atas produk elektronik, komputer, dan permesinan. Hal ini berkontribusi terhadap penurunan pemesanan durable goods tersebut.

Pelaku pasar berspekulasi penurunan tersebut adalah dampak langsung dari perang dagang dengan China karena data pemesanan barang tahan lama mengindikasikan laju konsumsi pelaku bisnis.

Ketika pasar modal dinilai riskan karena dibayangi pelemahan ekonomi dunia, investor pun memborong aset safe haven (minim risiko) untuk keperluan lindung nilai (hedging).

Penguatan harga emas juga terjadi di Hong Kong. Sebagaimana dilaporkan Reuters, harga emas di Hong Kong juga naik di pembukaan pagi ini ke level HKD12,100 (sekitar US$1.541,4) per tael. Reuters mengutip data Chinese Gold and Silver Exchange Society.


Source : CNBC Indonesia

02 April 2019

Kondisi Masih Aman Terkendali, Indeks Shanghai Kembali Hijau

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Indeks Shanghai dibuka menguat 0,41% ke level 3.183,27, sementara indeks Hang Seng naik 0,59% ke level 29.736,99. Kedua indeks saham berhasil melanjutkan kinerja ciamik yang sudah dibukukan pada perdagangan kemarin (1/4/2019).

Pada penutupan perdagangan kemarin, indeks Shanghai melejit 2,58% dan indeks Hang Seng menguat 1,76%.

Pelaku pasar masih berbunga-bunga menyambut damai dagang AS-China yang kian dekat. Pada pekan ini, negosiasi dagang AS-China akan digelar di Washington pasca pada pekan kemarin digelar di Beijing.


Delegasi AS masih akan dipimpin oleh Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, sementara delegasi China tetap akan dikomandoi oleh Liu He yang merupakan Wakil Perdana Menteri.

Pasca negosiasi selama 2 hari pada pekan lalu usai, China memutuskan untuk menunda kenaikan bea masuk atas produk otomotif dan suku cadang asal AS yang semestinya berlaku pada 2 April. Sejatinya, bea masuk atas produk tersebut akan naik dari 10% menjadi 25%, tetapi diputuskan ditunda.

"Langkah ini bertujuan untuk melanjutkan atmosfer positif dari perundingan kedua negara. Ini merupakan langkah konkret China untuk mendorong negosiasi perdagangan bilateral. Kami berharap AS bisa bekerja sama dengan China untuk mempercepat proses negosiasi dan mencapai tujuan menghapus ketegangan dagang," papar keterangan tertulis dari kantor Dewan Negara China, seperti dikutip dari Reuters.

Selain itu, aksi beli yang dilakukan investor di bursa saham China dan Hong Kong masih dipicu oleh rilis data ekonomi China yang menggembirakan. Kemarin, Manufacturing PMI periode Maret 2019 versi Caixin diumumkan di level 50,8, mengalahkan capaian bulan sebelumnya yang sebesar 49,9.

Sebagai informasi, angka di atas 50 menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur China mengalami ekspansi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Manufacturing PMI bulan Maret juga berhasil mengalahkan konsensus yang sebesar 50,1, seperti dilansir dari Trading Economics.

Pada hari ini, tidak ada data ekonomi yang dijadwalkan dirilis di China dan Hong Kong.


SOURCE : CNBC INDONESIA