Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

20 Maret 2019

Sentimen Logam Membaik Dipimpin Paladium, Harga Emas Ikut Terkerek

PT. Kontakperkasa Futures - Harga paladium melonjak ke rekor baru pada hari Selasa, didukung oleh kekhawatiran tentang menyusutnya pasokan logam katalis otomotif tersebut, sementara harga emas naik di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan nada dovish pada rapat kebijakan yang dimulai hari ini.

Spot paladium naik 0,3 persen pada $1.588,53 per ounce, setelah mencetak harga tertinggi sepanjang masa di $1.591,00 pada awal sesi hari ini.

“Permintaan telah menjadi narasi yang berkelanjutan untuk sementara waktu. Jadi, fundamentalnya kuat dan ada masalah defisit pasokan yang berkelanjutan,” kata Ilya Spivak, ahli strategi mata uang senior di DailyFX.

Harapan untuk lebih banyak stimulus ekonomi oleh otoritas China, pasar mobil terbesar di dunia, juga bisa menjadi katalis jangka pendek untuk pasar paladium, Spivak menambahkan.

Harga palladium naik hampir dua kali lipat sejak pertengahan Agustus terendah dan telah melonjak sekitar 26 persen untuk tahun ini.

Harga logam itu terus menguat meskipun penjualan mobil melemah karena berita bahwa Rusia mempertimbangkan larangan ekspor scrap dan tailing dapat memperketat pasar yang memang sudah ketat, tulis TD Securities dalam catatan mingguan.

Rusia adalah produsen utama paladium, yang digunakan terutama dalam konverter katalitik.

Sementara itu, harga emas spot naik 0,3 persen ke $1.306,76 per ounce, karena dolar AS mendekam di dekat posisi terendah dua minggu di sesi sebelumnya karena ekspektasi pasar yang tumbuh bahwa The Fed akan beralih ke sikap kebijakan yang lebih akomodatif. Harga emas berjangka AS naik sekitar 0,4 persen menjadi $1.306,80.

“Emas telah naik tipis dan pendorong utamanya adalah pelemahan dolar,” kata Margaret Yang, analis pasar CMC Markets di Singapura, menambahkan bahwa keputusan The Fed dan pemungutan suara Brexit bisa menjadi pendorong emas dalam jangka pendek.

“Jika Fed lebih dovish dari yang diharapkan, dolar kemungkinan akan bergerak lebih rendah, dan ada banyak ketidakpastian seputar Brexit dengan lindung nilai permintaan untuk keselamatan,” ujar Yang.

Rencana kerja Perdana Menteri Theresa May Brexit menjadi lebih kacau pada hari Senin ketika pembicara parlemen Inggris memutuskan bahwa dia tidak dapat menempatkan rancangan kesepakatan Brexit dari PM May pada sebuah pemungutan suara baru kecuali jika rancangan itu diajukan kembali dalam bentuk yang secara fundamental berbeda.

Emas acapkali digunakan sebagai aset investasi yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan.

Indikasi sentimen investor terhadap emas, kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF yang didukung emas terbesar di dunia, naik sekitar 1,1 persen pada hari Senin, kenaikan persentase satu hari terbesar sejak 18 Januari.

PT. Kontak Perkasa Futures
PT. Kontak Perkasa
Kontak Perkasa Futures

Source : w w w . f o r e x s i g n a l 8 8 . c o m

18 Maret 2019

Harga Minyak Dunia Menguat di Sepanjang Pekan Lalu


PT. Kontak Perkasa Futures - Harga minyak mentah dunia menguat sepanjang pekan lalu. Penguatan didorong oleh kemungkinan perpanjangan kebijakan pemangkasan produksi yang dilakukan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Namun, kenaikan harga masih dibatasi oleh kekhawatiran investor terhadap perekonomian global dan tingginya produksi minyak Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Senin (18/3), harga minyak mentah berjangka AS menguat 4,1 persen secara mingguan menjadi US$58,52 per barel. Pekan lalu, harga WTI sempat menyentuh level tertingginya untuk tahun ini di posisi US$58,95 per barel.

Penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka Brent sebesar 1,9 persen menjadi US$67,16 per barel. Harga Brent menyentuh level tertingginya untuk tahun ini US$68,14 per barel pada perdagangan Kamis (14/3) lalu.

Pada perdagangan Jumat (15/3) lalu, kedua harga acuan sedikit melemah secara harian di mana WTI dan Brent masing-masing turun US$0,09 dan Brent US$0,07 per barel.

Analis Price Futures Group Phil Flynn menilai pasar sedikit mengambil jeda pada perdagangan Jumat (15/3) lalu. Jeda tersebut digunakan untuk mencerna berbagai laporan yang memberikan gambaran tentang pasokan dan permintaan di masa mendatang.

"Pertemuan OPEC+ dapat memberikan kita sedikit arahan," ujarnya di Chicago.

OPEC dan sekutunya atau dikenal dengan istilah OPEC+ telah melaksanakan kebijakan pemangkasan produksi sejak Januari 2019. Kebijakan itu utamanya untuk menekan membanjirnya pasokan global seiring kenaikan produksi minyak shale AS.

Para Menteri negara OPEC+ akan bertemu untuk menentukan kebijakan terkait produksi pada 17-18 April 2019 mendatang.

"Jika OPEC+ memutuskan untuk memperpanjang (kebijakan pemangkasan), kami perkirakan stok (minyak) akan terus menurun setidaknya sampai kuartal III," tutur bank investasi AS Jefferies.

Pada Jumat (15/3) lalu, Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan pasar dapat mengalami surplus pada kuartal I 2019 sebelum berganti menjadi defisit sekitar 0,5 juta barel per hari (bph) pada kuartal II 2019.

Bantalan pasokan yang nyaman dari OPEC dapat mencegah terjadinya reli kenaikan harga jika terjadi gangguan. Selain itu, pertumbuhan produksi minyak dari negara non OPEC, utamanya AS, seharusnya menjamin permintaan dapat terpenuhi.

Pekan lalu, perusahaan energi AS memangkas jumlah rig minyak beroperasi selama empat pekan berturut-turut. Berdasarkan catatan perusahaan layanan di sektor energi Baker Hughes, operator mengurangi satu rig pekan lalu sehingga jumlahnya menjadi 833, terendah sejak April 2018.

Dengan aktivitas pengeboran yang melemah, pemerintah AS memangkas proyeksi pertumbuhan produksi minyak mentah domestik menjadi 12,3 juta bph.

Kenaikan harga minyak telah dibatasi oleh kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi di sebagian besar negara-negara di Asia dan Eropa. Perlambatan ekonomi tersebut dikhawatirkan bakal menekan pertumbuhan permintaan bahan bakar.

Kendati demikian, konsumsi minyak mentah sejauh ini masih mampu bertahan. Pemerintah China mencatat konsumsi minyak mentah domestik pada dua bulan pertama tahun ini masih menanjak 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi 12,68 juta bph.

Goldman Sachs menyatakan pertumbuhan permintaan minyak mentah global pada Januari 2019 hampir mencapai 2 juta bph. Kuatnya permintaan terlihat baik di negara berkembang maupun negara maju.

PT. Kontak Perkasa Futures
PT. Kontak Perkasa
Kontak Perkasa Futures

Source : w w w . c n n i n d o n e s i a . c o m

14 Maret 2019

Ronaldo Raja Knockout Liga Champions, Messi Ketinggalan Jauh


PT. Kontakperkasa Futures - Hattrick yang dibungkus Cristiano Ronaldo ke gawang Atletico Madrid membuktikan bahwa dia merupakan raja fase gugur alias knockout Liga Champions. Ronaldo sekali lagi membuktikan kualitasnya sebagai pemain terbaik di dunia.

Rabu (13/3) dini hari WIB, Cristiano Ronaldo mencetak ketiga gol Juventus saat mengalahkan Atletico dengan skor telak 3-0 pada leg kedua 16 besar Liga Champions. Tiga gol tersebut sangat penting, Juve melangkah ke putaran berikutnya dengan agregat 3-2.

Gol-gol tersebut juga membuktikan bahwa Ronaldo memang merupakan pemain yang justru menonjol pada pertandingan-pertandingan besar. dia memikul beban tim dan membawa tim melewati kesulitan.

Hattrick alias trigol Ronaldo kali ini terbagi dalam dua gol sundulan dan satu gol dari titik putih. Hattrick ini membuatnya menyamai Lionel Messi sebagai pencetak hattrick terbanyak dalam sejarah Liga Champions, keduanya membukukan delapan hattricks.

Messi Ketinggalan Jauh Meski demikian, soal urusan mencetak gol di fase gugur, Ronaldo unggul jauh dari Messi. Kapten Portugal ini terbukti ampuh jika diminta membantu timnya lolos dari fase gugur Liga Champions.

Mengutip Sky Sports, tercatat Ronaldo telah mencetak 63 gol di fase gugur Liga Champions. Unggul jauh dari Lionel Messi di peringkat kedua dengan 40 gol, juga beberapa pemain lainnya.

Berikut daftar lengkap pencetak gol terbanyak di fase gugur Liga Champions:

    Cristiano Ronaldo – 63 gol
    Lionel Messi – 40 gol
    Raul – 34 gol
    Thierry Henry – 21 gol
    Thomas Muller – 21 gol
    Andriy Shevchenko – 21 gol

Pasca menjadi bintang kemenangan Juventus, Ronaldo bersumbar bahwa untuk laga-laga seperti inilah Juve membeli pemain seperti dia. Ucapannya tersebut bukan sekadar kesombongan, Cristiano Ronaldo benar-benar melakukannya.

“Inilah alasan Juventus mendatangkan saya ke sini, untuk membantu mereka melakukan hal-hal yang belum pernah mereka perbuat sebelumnya. Inilah mentalitas yang anda butuhkan untuk menjuarai Liga Champions,” tegas Ronaldo.

“Saya hanya melakukan pekerjaan saya dan saya sangat senang malam ini, ini malam yang ajaib. Atletico selalu sulit untuk dilawan, tapi kami juga tim kuat dan kami membuktikan itu,” tutup dia.

PT. Kontakperkasa Futures

Source : w w w . s p o r t 8 5 5 .i d