Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

08 Februari 2019

PT Kontakperkasa Futures | Perjalanan Hidup Bos Produsen PC Terbesar Dunia, Michael Dell

Dell menjadi salah satu produsen komputer terbesar di dunia. Kini, Dell hampir bisa ditemui hampir di seluruh toko gadget dan komputer.

Apabila kita menarik jauh menuju titik awal, produsen komputer ini dirintis oleh Michael Dell. Pria yang lahir di Texas, AS, 23 Februari 1965, merintis usahanya sejak di bangku sekolah. Sejak kecil Michael mengaku sudah jatuh cinta dengan komputer dan pasar saham. Ayahnya adalah pialang saham sekaligus ahli gigi lalu ibunya adalah manajer keuangan. Dua hal menginspirasi Dell lebih dari segalanya, pertama datang orang tuanya dan yang kedua adalah bisnis.

Pada usia 12, Michael mengoperasikan bisnis perdagangan surat-pesan untuk perangko dan kartu baseball dan menghasilkan US$ 2.000 atau setara dengan Rp 29 juta. Lalu masuk ke umur 14 tahun dirinya mulai memiliki komputer pertamanya yaitu Apple II, dapat komputer baru Michael langsung mempelajari dan mengembangkan kemampuan komputer tersebut.

Bahkan, Michael pun sempat berkerja paruh waktu pada divisi pemasaran Houston Post saat dia masih menyelesaikan sekolahnya di Memorial High School. Pekerjaan tersebut memberikan Michael pengalaman untuk mempelajari beberapa strategi penjualan yang berharga.

Salah satunya adalah bahwa pasangan yang baru menikah atau pendatang baru di daerah itu adalah calo pembeli potensial. Di usia mudanya, dalam setahun Michael berhasil mendapatkan US$ 18.000 atau setara dengan Rp 261 juta.

Michael memulai perusahaan komputernya di tahun 1984, dia membuat proyek 'PC's Limited" dengan uang tabungan sendiri, dan tambahan dari keluarganya. Dari situ Michael mulai merakit komputer dan menjualnya dengan garansi gratis setahun.

Karena mendirikan perusahaan maka Michael makin getol untuk mengoprek komputer, alhasil dia mengambil keputusan besar untuk berhenti studi di Universitas Texas. Saat-saat tersebut digunakan maksimal oleh Michael untuk merakit komputer.

Pada tahun 1992, Majalah Fortune memasukan perusahaan Michael menjadi salah satu 500 perusahaan teratas dunia. Berkat itu, Michael pun pernah menjadi CEO termuda pada usia 27 tahun.

Setelah 4 tahun pada tahun 1996, Michael mulai menjual komputer online dan meluncurkan server dan pertumbuhannya berlipat ganda dalam beberapa tahun dan menjadi mendunia. Mendekati masa tuanya, pada tahun 2004, posisi Michael sebagai CEO diambil alih oleh Kevin B. Rollins.

Michael pun ingat untuk berbagi, pada tahun 1999, bersama dengan Susan Dell, dia mendirikan Michael dan Susan Dell Foundation. Mereka menampung dan melayani anak-anak dan telah menyumbang lebih dari US$ 530 juta atau setara dengan Rp 7,8 triliun untuk mengembangkan masyarakat perkotaan di Amerika Serikat dan India pada tahun 2010.

Dia juga telah menyumbangkan US$ 65 juta atau setara Rp 9 miliar ke beberapa panti asuhan, yaitu Dell Pediatric Research Institute, Michael & Susan Dell Center untuk Kemajuan Hidup Sehat, dan Pusat Medis Anak Dell.

01 Oktober 2018

PT Kontak Perkasa Futures | BNI Kebut Pemulihan Layanan Kantor Cabang dan ATM di Palu


Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mempercepat pemulihan layanan di kantor-kantor cabang yang terkena dampak bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Hal itu dilakukan untuk meringankan beban para korban.

Pada tahap awal, BNI telah berhasil mengoperasikan kembali 12 mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Palu dan sekitarnya. Sebelumnya mesin-mesin tersebut, terganggu akibat terkena dampak bencana.

Corporate Secretary BNI Kiryanto menurutkan beberapa kantor cabang dan ATM BNI turut terkena dampak pascagempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya. Namun BNI segera memulihkan pelayanan di kantor-kantor cabang dan ATM tersebut sesegera mungkin sehingga hingga pukul 14.00 WIB pada Minggu (30/9/2018) ada 12 ATM telah bisa beroperasi kembali.

Corporate Secretary BNI Kiryanto menurutkan beberapa kantor cabang dan ATM BNI turut terkena dampak pascagempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya. Namun BNI segera memulihkan pelayanan di kantor-kantor cabang dan ATM tersebut sesegera mungkin sehingga hingga pukul 14.00 WIB pada Minggu (30/9/2018) ada 12 ATM telah bisa beroperasi kembali.

Saat ini, BNI tengah mengidentifikasi dampak gempa dan tsunami terhadap operasional BNI di kota-kota tersebut. Identifikasi dilakukan untuk mengetahui bantuan-bantuan yang sangat diperlukan para korban di masa tanggap darurat ini. 

"Kami berharap para korban dan keluarganya dapat kembali pulih. BNI tengah menyiagakan bantuan-bantuan tanggap darurat yang sedang diupayakan tiba di lokasi bencana sesegera mungkin. Pada tahap pertama kami mulai dengan mengirimkan 360 selimut, 400 buah handuk, 600 potong pakaian, 12 set tenda berukuran besar. Bantuan akan kami tambah seiring dengan membaiknya akses pengangkutan ke lokasi bencana," ungkapnya.

27 September 2018

PT Kontak Perkasa Futures | CT Sebut Ekonomi AS Melonjak karena Trump Pangkas Pajak


Jakarta - Chairman and Founder CT Corp Chairul Tanjung menjadi pembicara dalam acara Tax Gathering Kanwil Pajak Jakarta Selatan, Kamis (27/9/2018). Pria yang akrab disapa CT ini sempat bicara soal kebijakan pajak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan dampaknya ke ekonomi AS.

CT mengatakan Donald Trump yang berlatarbelakang pebisnis tahu apa yang dibutuhkan dunia usaha dan ekonomi.

"Cerita lagi, Amerika kuartal 2 lalu tumbuh di luar banyak perkiraan orang dan mungkin tertinggi dalam sejarah Amerika, 4,2%," kata CT dalam acara Tax Gathering di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

"Pertumbuhan negara super maju seperti Amerika itu nggak normal tumbuh seperti negara berkembang. Kalau kita (negara berkembang) tumbuh 5% itu layaknya negara maju 1-1,5%, 2% sudah luar biasa, tapi Amerika kemarin tumbuh 4,2% di kuartal 2," sambung CT.

Salah satu faktor yang mendongkrak pertumbuhan tersebut adalah kebijakan Donald Trump di sektor pajak.

"Kenapa bisa begitu? walaupun banyak orang protes katanya presidennya orang yang tidak rasional dan sebagainya, tapi karena orang bisnis, dia paham yang diperlukan dunia usaha, dan ekonomi negara, dia potong pajaknya," terang CT.

Begitu Trump memotong pajak efeknya langsung menyebar. Walaupun di satu sisi penerimaan negara jadi berkurang dari sektor pajak, di sisi lain membuat pendapatan perusahaan lebih tinggi dan hasilnya investasi meningkat.

Dengan meningkatnya investasi dari dunia usaha, lapangan pekerjaan bertambah sehingga semakin banyak orang yang berpenghasilan bisa membelanjakan uangnya.

"Mereka punya income, belanja. Belanja, spending naik, demand naik, pabrik tambah kapasitas, ini lah siklus ekonomi yang sebabkan terjadinya pertumbuhan yang luar biasa, bayangkan pertumbuhan 4,2%," sebutnya.

Selain itu, saat ini angka pengangguran di AS disebut yang terendah dalam 10-20 tahun terakhir, konsumsi masyarakat meningkat pesat, permintaan kebutuhan juga bertambah pesat.

"Tingkat pengangguran terendah dalam 10-20 tahun terakhir, konsumsi meningkat luar biasa, demand luar biasa," tambahnya.