Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

26 September 2018

PT Kontak Perkasa Futures | OSO Securities: IHSG Cenderung Menguat di Kisaran 5,850-5,935



Jakarta - Pada perdagangan kemarin (25/09), IHSG ditutup melemah sebesar 0.13% ke level 5,874.30. Tujuh dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam zona merah, dimana sektor Industri Dasar dan Properti memimpin pelemahan masing-masing sebesar 1,58% dan 0,63%. 

Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: BMRI, INKP, UNVR, TKIM, BBNI Pelemahan pada indeks seiring dengan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang kembali memanas setelah AS resmi memberlakukan tarif impor atas barang China sebesar US$ 200 miliar pada awal pekan ini (24/09).

Sementara itu minimnya katalis positif dan dalam negeri cenderung mempengaruhi pergerakan indeks pada perdagangan kemarin. Pelaku pasar asing mhembukukan aksi beli bersih (Netbuy) sebesar Rp 19 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,38% ke level 14,918.

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup mixed dengan mayoritas berada dalam zona merah pada perdagangan Selasa (25/09). Indeks Dow Jones dan S&P turun 0.26% dan 0.13%, sedangkan satu indeks lainnya yakni Nasdaq berakhir positif sebesar 0.18%.

Pelemahan pada mayoritas indeks salah satunya dikarenakan pelaku pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed yang dikhawatirkan dapat menjadi sentimen negatif atas beberapa industri yang sangat sensitif dengan kenaikan tersebut. 

Selain itu, dengan adanya kenaikan suku bunga The Fed artinya beberapa perusahaan harus menahan aktivitas ekspansinya. Adapun pengumuman rencana kenaikan The Fed akan dilakukan pada akhir pekan ini. Sementara itu, dari pasar komoditas minyak mentah mengalami penguatan 0.36% ke level USD 72.28 perbarel.

IHSG ditutup melemah sebesar 0.13% ke level 5,874. IHSG ditutup candle doji bearish dengan indikator Stochastic bergerak ke area netral, MACD histogram bergerak turun dengan volume turun. Kami perkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dengan pergerakan di kisaran 5,850-5,935.

03 Juli 2018

Kebun Angin Terbesar RI Resmi Beroperasi


Sidrap - Presiden Joko Widodo telah meresmikan operasional pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Sidrap. 'Kebun angin' Sidrap ini berkapasitas 75 MW resmi masuk ke sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan pada April 2018.

"Mengucap Bismilah saya resmikan PLTB 75 megawatt ini," kata Jokowi sembari menekan sirene tanda diresmikannya 'kebun angin' Sidrap ini di lokasi, Sidrap, Senin (2/7/2018).

Setelah melakukan penekanan sirene, Jokowi langsung menuju sebuah prasasti untuk melakukan penandatanganan.

02 Juli 2018

Jokowi Resmikan 'Kebun Angin' Raksasa RI Siang Nanti


Jeneponto - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan Pembangkit listrik bertenaga bayu (PLTB) di Sidrap, Sulawesi Selatan, siang nanti. 

Dijadwalkan juga hadir Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir, Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno di acara tersebut. Peresmian rencananya dilakukan pukul 14.00 WITA.

Kebun angin Sidrap berkapasitas 75 MW ini resmi masuk ke sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan pada April 2018.

Pemerintah membangun pembangkit listrik angin ini untuk meningkatkan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 23% dari total bauran energi nasional pada 2025.

Saat ini sebanyak 30 Wind Turbin Generator (WTG) yang terpasang pada PLTB Sidrap telah menghasilkan energi listrik untuk Sistem Sulawesi Bagian Selatan. Pembangkit yang berlokasi di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan ini menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 40% dan menyerap sekitar 1150 tenaga kerja. 

Di lahan seluas 100 hektar, telah terpasang 30 turbin yang memiliki ketinggian 80 meter dan baling-baling sepanjang 57 meter. Daerah ini kini menjadi salah satu wisata untuk masyarakat di Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 150 km dari Kota Makassar.

Selain PLTB Sidrap, kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan juga akan dipasok oleh PLTB Tolo, Jeneponto milik Independent Power Producer (IPP) berkapasitas besar yakni 72 MW di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Groundbreaking pembangkit ini juga akan dilaksanakan esok oleh Presiden Jokowi. 

"Pembangunan pembangkit ini relatif cepat sehingga infrastruktur lain juga harus dipercepat, seperti transmisi dan gardu induk (GI)," kata Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali saat berkunjung ke PLTB Tolo, Jeneponto (1/7/18).

PLTB ini memiliki 20 turbin dengan kapasitas masing-masing mencapai 3,6 MW. Proses pengangkutan material turbin dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar ke lokasi site melalui medan yang cukup sulit dikarenakan panjangnya truk khusus pengangkut kincir PLTB. Bilah kincir berukuran 64 meter dengan lebar 5 meter, sedangkan tinggi tiangnya mencapai 185 meter. 

Secara teknologi, PLTB Tolo, Jeneponto memiliki kemampuan yang sama dengan PLTB Sidrap. Namun energi listrik yang dihasilkan per turbin lebih besar dibanding PLTB Sidrap karena perbedaan kondisi angin di masing-masing lokasi.