Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

09 Mei 2018

PT Kontak Perkasa Futures | Usai Pengumuman Trump soal Iran, Bursa Asia Dibuka Bervariasi


Kontak Perkasa - Jakarta, Bursa Asia bergerak bervariasi pada pembukaan perdagangan Rabu pekan ini, usai pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa AS akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

Mengutip CNBC, Rabu (9/5/2018), indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,38 persen. Indeks keuangan dan teknologi menjadi pemberat utama gerak indeks saham acuan di Jepang tersebut. Namun, sektor migas dan tambang mampu menahan pelemahan ke level yang lebih dalam.

Di Korea Selatan, indeks acuan Kospi bergerak mendatar. Sedangkan di Australia, indeks S&P/ASX 200 tertekan 0,22 persen karena pelemahan sektor keuangan.

Sama seperti di Jepang, sektor migas di bursa saham Australia mampu menguat karena kenaikan harga minyak memicu prospek positif saham-saham migas.

Pada Selasa kemarin Presiden AS Donald Trump menepati janji pada saat masa kampanye untuk menarik diri dari perjanjian Iran yang dibuat pada 2015 lalu. Amerika Serikat (AS) tetap memberikan sanksi kepada Iran.

Dalam perjanjian tersebut, sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh AS dan negara Eropa, seperti Jerman dan Prancis, akan secara bertahap dikurangi jika Iran membatasi pengembangan nuklir.

Iran menyatakan akan tetap berkomitmen pada perjanjian tersebut dan terus melakukan negosiasi dengan pihak-pihak lainnya.

Untuk diketahui, pada Selasa, 8 Mei 2018, Donald Trump menandatangani memorandum presiden yang menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir Iran atau yang dikenali pula dengan sebutan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA). Tidak hanya itu, Donald Trump juga akan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran.

Presiden ke-45 Amerika Serikat tersebut mengklaim bahwa kesepakatan nuklir Iran yang dianggapnya "cacat", tidak menghentikan Teheran mengembangkan bom nuklir.

Iran dituding gagal berlaku jujur tentang ambisi nuklirnya, mendukung kelompok teroris, dan bertindak dengan cara yang semakin bermusuhan di Timur Tengah.

"Jelas bagi saya bahwa kita tidak bisa mencegah bom nuklir Iran di bawah struktur perjanjian saat ini yang rusak dan membusuk," ujar Donald Trump seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (9/5/2018).

"Pada intinya, kesepakatan Iran cacat. Jika kita tidak melakukan apa-apa, kita tahu pasti apa yang akan terjadi. Hanya dalam waktu singkat, negara pemimpin sponsor teror dunia akan berada di titik puncak untuk memperoleh senjata paling berbahaya di muka Bumi."

"Oleh karena itu, saya umumkan hari ini bahwa Amerika Serikat akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran."

Donald Trump menambahkan, "Setiap negara yang membantu Iran dalam mewujudkan senjata nuklir dapat dikenakan sanksi keras oleh Amerika Serikat".

08 Mei 2018

Kontak Perkasa Futures | Dolar AS Terus Menguat Ditopang Data Pekerja

Kontak Perkasa - New York, Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (8/5/2018) pagi WIB, karena para investor masih mempertimbangkan data pekerjaan terbaru dari negara tersebut.

Tingkat pengangguran AS turun menjadi 3,9 persen pada April setelah datar di 4,1 persen selama enam bulan berturut-turut, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (4/5).

Ini menandai tingkat pengangguran terendah sejak Desember 2000, dengan lapangan pekerjaan non-pertanian meningkat sebesar 164.000 bulan lalu, menurut departemen tersebut.

Para analis mengatakan laporan pekerjaan pada Jumat (4/5) menegaskan penguatan pasar kerja yang akan memberikan Federal Reserve lebih percaya diri untuk lebih lanjut meningkatkan suku bunga acuannya.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, meningkat 0,21 persen menjadi 92,759 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1924 dolar AS dari 1,1960 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi 1,3560 dolar AS dari 1,3542 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7518 dolar AS dari 0,7537 dolar AS.

Dolar AS dibeli 109,08 yen Jepang, lebih rendah dari 109,12 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 1,0028 franc Swiss dari 1,0007 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2869 dolar Kanada dari 1,2853 dolar Kanada.

19 April 2018

PT Kontak Perkasa Futures | Indeks CAC-40 Menguat 0,50%


Kontak Perkasa, Jakarta - Saham-saham Prancis berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu (18/4), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris menguat 0,50 persen atau 26,63 poin, menjadi 5.380,17 poin.

Sebanyak 26 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 berhasil mencatat kenaikan harga.

TechnipFMC melonjak 2,34 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".

Disusul oleh saham perusahaan multinasional Prancis Schneider Electric yang menguat 1,76 persen, dan perusahaan kedirgantaraan multinasional Airbus naik 1,63 persen.

Sementara itu, podusen ban Perancis Michelin jatuh 2,70 persen, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham produsen elektronik dan semikonduktor multinasional Prancis-Italia STMicroelectronics yang turun 1,73 persen, dan perusahaan kosmetik internasional Prancis L'OREAL kehilangan 1,14 persen.