Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

14 Maret 2018

Kontak Perkasa Futures | 20 Maret, Pemerintah Bakal Lelang Lagi SBSN Rp8 Triliun


Kontak Perkasa, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan kembali melakukan Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 20 Maret mendatang. Hal itu dilakukan sebagai salah satu strategi untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN.

Mengacu pada keterangan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Selasa (13/3/2018), target dana indikatif dari lelang SBSN tersebut mencapai Rp8 triliun dari enam seri SBSN yang akan dilelang. Adapun seri yang akan dilelang adalah seri SPN-S 07092018 (reopening) yang jatuh tempo 7 September 2018 dengan imbalan diskonto.

Kemudian, PBS016 (reopening) yang jatuh tempo 15 Maret 2020 dengan imbalan 6,2500%. Seri PBS002 (reopening) yang jatuh tempo 15 Januari 2022 dengan imbalan 5,4500% juga bakal dilelang.

Ada juga seri PBS017 (reopening) yang jatuh tempo 15 Oktober 2025 dengan imbalan 6,12500%, PBS012 (reopening) yang jatuh tempo 15 November 2031 dengan imbalan 8,87500% dan PBS004 (reopening) yang jatuh tempo 15 Februari 2037 dengan imbalan 6,1000%.

13 Maret 2018

BEI Kalteng Dorong Pedagang Tradisional Jadi Investor

Kontak Perkasa, - Palangka raya, Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Palangka Raya, Kalimantan Tengah mendorong para pedagang di pasar tradisional menjadi investor di pasar modal Indonesia.

"Untuk triwulan pertama tahun ini kita targetkan satu galeri investasi di area pasar tradisional dapat terbentuk. Ini guna mendorong minat para pedagang tradisional untuk menjadi investor baru di pasar modal," kata Kepala Kantor BEI Kantor Perwakilan Palangka Raya, Cahyanto Kristadi, di Palangka Raya, Senin (12/3/2018).

Cahyanto Kristadi mengatakan satu galeri di Pasar Kahayan, "Kota Cantik" Palangka Raya segera terbentuk.

Untuk itu, saat ini terus berkoordinasi dengan pihak terkait terutama pemerintah daerah selaku penanggung jawab pengelolaan pasar tradisional.

"Ke depan, tidak hanya pasar tradisional di Palangka Raya namun kita harap juga bisa merambah ke pasar tradisional lain di Kalteng," katanya.

Dia menerangkan, salah satu syarat utama pendirian galeri di pasar tradisional ialah ketersediaan dan dukungan pemerintah daerah untuk membentuk galeri investasi itu.

Selain pasar tradisional, BEI Kantor Perwakilan Palangka Raya yang wilayah kerjanya mencakup Provinsi Kalimantan Tengah juga menargetkan minimal membentuk dua galeri investasi di tingkat universitas.

"Sampai saat ini, untuk wilayah Kalteng sudah terbentuk empat galeri investasi dan untuk tahun ini minimal dua galeri investasi di tingkat universitas juga akan terbentuk lagi," katanya.

BEI Kantor Perwakilan Palangka Raya pun mengaku siap memfasilitasi pembentukan galeri investasi maupun pemberian materi investasi di pasar modal jika ada pihak lain baik instansi swasta dan pemerintah yang memintanya.

Masyarakat pun diimbau jeli dan berhati-hati saat berinvestasi agar terhindar dalam praktik-praktik investasi bodong yang menawarkan keuntungan besar dalam jangka pendek. Pada 2018, BEI Kantor Perwakilan Palangka Raya menargetkan 1.200 orang yang akan menjadi investor baru di pasar modal. Pihaknya pun mencatat hingga akhir 2017 sebanyak 2.459 masyarakat di Kalimantan Tengah telah bergabung menjadi investor di pasar modal Indonesia.

09 Maret 2018

Kontak Perkasa Futures | Rupiah Tembus 13.800 per Dolar AS, IHSG Naik 1 Persen


Kontak Perkasa, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami penguatan tajam. Sementara posisi rupiah kembali tembus di level Rp 13.800 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan sore ini (8/3/2018), IHSG ditutup di zona hijau dengan kenaikan 74,75 poin atau 1,17 persen ke level 6.443,02. Indeks saham LQ45 terpantau naik 1,36 persen.

Kenaikan IHSG ditopang penguatan di hampir seluruh sektor saham. Sektor keuangan memimpin penguatan dengan lonjakan 2,36 persen.

Diikuti sektor saham infrastruktur naik 1,67 persen, dan industri dasar terkerek 1,06 persen. Sedangkan sektor saham pertambangan justru tergelincir sebesar 0,34 persen.

Sebanyak 205 saham mengalami penguatan, 163 saham melemah, dan sebanyak 114 saham stagnan. Nilai transaksi perdagangan senilai Rp 9 triliun, volume transaksi tercatat mencapai 10 miliar saham, dan total frekuensi perdagangan sebanyak 489.606 kali.

Investor asing masih tercatat melakukan penjualan senilai Rp 165,29 miliar di seluruh pasar. Aksi jual investor asing ini mulai berkurang ketimbang perdagangan kemarin. Sementara kurs rupiah berada di level 13.810 per dolar AS.

Saham-saham yang mengalami peningkatan pada perdagangan sore ini antara lain DEFI dengan kenaikan 24,71 persen. Selanjutnya, saham PNIN mengekor dengan kenaikan 23,21 persen, dan SSTM menguat 22,71 persen.

Di tengah penguatan, ada saham-saham yang justru terperosok dalam, antara lain saham PSDN yang melemah sebesar 18,37 persen, ASJT 15,32 persen, dan saham TALF merosot 12,50 persen.

Di bursa saham Asia, seluruh indeks utama kompak berada di zona hijau. Penguatan terbesar indeks saham Hang Seng Hong Kong yang mendaki 1,52 persen, diikuti indeks Kospi Korea Selatan yang naik 1,30 persen.

Indeks saham Strait Times naik 0,86 persen, indeks Taiwan menguat 0,73 persen, indeks Nikkei Jepang menanjak 0,54 persen, serta indeks saham Shanghai China naik 0,51 persen.

"IHSG menguat secara teknikal. Ini juga menunjukkan IHSG naik di tengah-tengah bayang rupiah," ujar Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya lewat pesan singkat diterima Liputan6.com.

Sebelumnya, William Suryawijaya menuturkan pergerakan IHSG berpotensi melaju naik dengan peluang teknikal rebound.

"Peluang teknikal rebound IHSG masih akan terlihat. Rilis data cadangan ekonomi memberikan dampak positif IHSG dengan range berada pada 6.345-6.523," ujarnya.

Sementara itu, Analis PT Recapital Asset Management, Kiswoyo Adi mengungkapkan pergerakan IHSG mengikuti kondisi bursa saham global saat ini.

"IHSG akan bergerak di level support 6.350 dan resisten 6.500," pungkasnya.