Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

20 Desember 2017

Harga Emas Bakal Makin Mahal pada 2018

Kontak Perkasa, Jakarta - Harga emas diprediksi dapat menguat pada 2018. Apalagi harga emas cenderung tertekan menjelang akhir 2017. Ini lantaran investor memilih aset investasi saham yang didorong katalis positif reformasi pajak oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pelaku pasar senior dan pendiri Echobay Partners Vince Lanci mengharapkan harga emas dapat sentuh level US4 1.700 pada 2018. Hal ini mengingat harga emas sudah level terendah pada 2017.

Bahkan harga emas turun sekitar tiga persen pada November 2017. Itu mengingat investor memilih saham seiring katalis positif adanya kemajuan rencana reformasi pajak Presiden Trump. Harga emas pun sentuh level terendah US$ 1.237 per ounce. Mengingat harga emas sudah sentuh level rendah, Lanci mengharapkan harga emas dapat sentuh level US$ 1.700 pada 2018.

"Kondisi dalam tiga hari terakhir mengkonfirmasikan harga emas dapat lebih tinggi pada 2018. Harga emas sentuh level terendah pada 2017. Banyak sentimen membuat saya gugup Namun ada sesuatu sangat penting dalam tiga hari terakhir," ujar Lanci, seperti dikutip dari laman The Street, Rabu (20/12/2017).

Jika prediksi Lanci tepat harga emas sentuh level US$ 1.700 pada 2018, harga emas lebih mahal US$ 450. Harga emas saat ini berada di kisaran US$ 1.250 per ounce. Lanci menuturkan, harga emas sekaran berada di area "aman antara uS$ 1.250-US$ 1.275 per ounce.

"Harga emas dapat sentuh US$ 1.700 jika harga emas dapat sentuh di atas US$ 1.275," kata dia.

Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed Terhadap Harga Emas pada 2018

Mengutip laman Kitco, langkah bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve akan agresif terkait suku bunga juga diperkirakan tidak terlalu pengaruhi harga emas.

Chief Market Strategist IG, Chris Weston menuturkan, kenaikan suku bunga the Federal Reserve sebanyak tiga kali bahkan empat kali pada 2018 akan dorong kenaikan volatilitas. Ini dapat membuat investor lindungi aset investasi dengan beli emas.

"Kami melihat inflasi akan meningkat pada 2018. Ini negatif bagi emas. Namun di waktu yang sama pasar akan sadar melihat pengetatan dan kondisi keuangan dengan volatilitas tinggi terutama saat pelaku pasar fokus defisit Amerika Serikat meningkat di bawah reformasi pajak," kata Weston.

"Ini dapat membuat harga emas lebih tinggi jika bank sentral AS buat kebijakan keliru. Jika bank sentral AS lebih agresif naikkan suku bunga yang tentunya tak bagus untuk emas, pelaku pasar akan lindungi aset dengan beli emas," tambah dia,

Namun, jika bank sentral AS tidak membuat keputusan keliru, harga emas akan tertekan.

"Jika suku bunga bank sentral AS naik sebanyak tiga kali hingga empat kali pada 2017, harga emas akan tertekan," kata Weston.

Weston perkirakan, harga emas akan berada di kisaran US$ 1.357-US$ 1.375 pada 2018. Sedangkan level support di kisaran US$ 1.150-US$ 1.100.

"Harga emas sentuh level US$ 1.300 pada November 2017. Harga emas perlu kembali di level itu sehingga dapat berada di kisaran US$ 1.357-US$ 1.375," ujar dia.

Dia menambahkan, pergerakan harga emas itu juga dibayangi dari volatilitas rendah dan pertumbuhan ekonomi global pada kuartal I dan II.

19 Desember 2017

PT. Kontak Perkasa Futures | Perdana Masuk Bursa, Saham Perusahaan Asuransi Ini Langsung Melejit

Kontak Perkasa, Jakarta - PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) pada hari ini (18/12/2017) mencatatkan sahamnya di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada saat perdana diperdagangkan, saham JMAS langsung melesat jauh naik 70 persen ke posisi Rp238 per saham, atau naik Rp98 per saham. Saham perusahaan ditransaksi sebanyak 18 kali dengan volume sebanyak 630 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp14,99 juta.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat menyatakan, dengan pencatatan JMAS sebagai asuransi syariah pertama, diharapkan bisa mendorong usaha kecil dan menengah (UKM) untuk menjadi perusahaan terbuka.

"Seperti yang kita sampaikan, tidak‎ perlu menunggu besar untuk IPO, tapi dengan IPO maka bisa menjadi perusahaan besar," ujarmya di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Pada penawaran umum perdana saham (Initial Public Offerimg/IPO) perseroan melepas saham sebanyak-banyaknya 400 juta saham di harga Rp140 per saham. Dengan begitu, dana yang akan dikantongi sebesar Rp56 miliar dari proses hajatan IPO tersebut. Dana tersebut akan gunakan keseluruhannya untuk biaya emisi.

Asuransi JMA Syariah merupakan perusahaan asuransi jiwa syariah yang didirikan oleh KOSPIN JASA dan insan-insan pelaku ekonomi koperasi Indonesia. JMAS telah menerima izin beroperasi dari OJK per September 2015.

Sebelum JMAS, telah ada 33 emiten yang meresmikan listing. Dengan begitu, tinggal ada satu perusahaan yang merealisasikan listing guna memenuhi target bursa sebanyak 35 perusahaan yang IPO di tahun ini.‎

15 Desember 2017

IHSG meroket ke rekor tertinggi sepanjang masa

Kontak Perkasa - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Kamis (14/12). IHSG melonjak 59,05 poin atau 0,98% ke level 6.113,65.

Lonjakan IHSG ini ditopang oleh total volume perdagangan 27,36 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 9,66 triliun. Lonjakan volume ini terjadi pada saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebanyak 12,39 miliar saham di pasar negosiasi.

Seluruh sektor menguat, dengan lompatan terbesar di sektor industri. Sektor industri dasar melompat 2,94% dan sektor aneka industri melonjak 2,49%.

Sektor konstruksi menguat 1,61% dan sektor manufaktur menguat 1,40%. Sektor perdagangan pun menguat tebal hingga 1,11%. Sektor infrastruktur menanjak 0,99%.

Sektor perkebunan menguat 0,70%. Sektor keuangan mendaki 0,40%. Sedangkan sektor dengan kenaikan terkecil adalah pertambangan, yakni 0,34%.

Sebanyak 187 saham menguat, 135 saham melemah dan 134 saham bergerak mendatar. Top gainers pada indeks LQ45 hari ini adalah:
- PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) 10,24%
- PT Hanson International Tbk 9MYRX) 10,00%
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 7,94%

Sedangkan top losers LQ45 terdiri dari:
- PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) -4,84%
- PT XL Axiata Tbk (EXCL) -1,29%
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) -1,05%

Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp 427,56 miliar di pasar reguler. Sedangkan di seluruh pasar, asing tercatat jual bersih Rp 100,77 miliar.

Pembelian bersih asing terbesar adalah saham PT Pelayaran Tamain Samudra Tbk (TAMU) Rp 178,9 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 128,1 miliar, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 122,4 miliar.

Sedangkan penjualan bersih asing cukup besar pada saham-saham BNBR Rp 614,5 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 266,4 miliar, dan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) Rp 52,3 miliar.