Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

24 November 2017

Usai Istri, Kini Giliran Anak Novanto Bakal Dicecar KPK

Kontak Perkasa, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Dwina Michaella, anak Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai saksi dalam kasus korupsi KTP elektronik (KTP-e), Jumat (24/11). Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis mengatakan KPK juga akan memeriksa Rheza Herwindo yang juga anak dari Setya Novanto pada Kamis namun tidak hadir tanpa konfirmasi. Pemeriksaan ini usai istri Novanto, Deisti Astriani Tagor diperiksa dan mendapat pencekalan ke luar negeri.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK juga memeriksa tiga saksi lainnya untuk tersangka Setya Novato antara lain Yani Kurniati dari PT LEN Industri, Nike Sinta Kasina dari unsur swasta, dan mantan Sekjen DPR RI Nining Indra Shaleh.

"Kami ingatkan agar para saksi yang dipanggil untuk memenuhi kewajiban hukum hadir menghadap penyidik karena surat panggilan sudah disampaikan secara patut," ucap Febri.

KPK pada Kamis juga memeriksa Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Ia menyatakan pemeriksaannya kali ini lanjutan dari pemeriksaan sebelumnya sebagai tersangka. Sampai dengan saat ini, KPK telah memeriksa Setya Novanto sebagai tersangka sebanyak tiga kali. KPK telah menetapkan kembali Setya Novanto menjadi tersangka kasus korupsi KTP-e pada Jumat (10/11).

23 November 2017

Kisah Mengharukan Pelayan yang Dapat Tip Rp 20 juta

Kontak Perkasa, Jakarta - Rejeki tak terduga bisa didapat pelayan sebuah rumah makan di Singapura. Xinyu Wang, seorang orang tua tunggal asal Malaysia mampu mendapat uang tip sebesar 2000 dolar Singapura atau sebesar Rp 20 juta. Uang tersebut diberikan oleh tamu dermawan bernama Atell Way.

Dilansir dari World of Buzz, Rabu (22/11/2017), uang itu diberikan Way setelah makan di restoran tempat Wang bekerja. Saat menerima uang tersebut Wang mengaku sangat terkejut bahkan sempat meneteskan air mata.

"Saya seorang ibu tunggal dari Malaysia yang melewati masa-masa sulit. Demi mencukupi kebutuhan saat suami saya meninggal, saya harus menjadi asisten rumah tangga sambil bekerja di sebuah restoran di Singapura untuk membiayai kedua anak yang masih kecil," tutur Wang

Beban hidup berat yang dialami akhirnya membuat Wang kerap murung saat bekerja. Inilah yang dilihat oleh Tay saat berkunjung ke restoran tersebut bersama istrinya.

Tay dan istrinya kemudian bertanya pada Wang tentang masalahnya saat hendak membayar makanan yang sudah dipesan. Wang menceritakan masalahnya kepada Tay, mengaku terpaksa kerja serabutan untuk membiayai kebutuhan hidup bersama anak-anaknya.

"Saya telah membersihkan tiga rumah dan malamnya saya bekerja di restoran," kata Wang kepada Tay.Meskipun sudah bekerja keras, Wang belum mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dan dua anaknya.

Mendengar kisah hidup Wang, Tay malah tersenyum. Dia lantas meminta bon tagihan dan membayarnya 66 dolar Singapura. Namun, ketika Tay membayar bon tersebut dengan kartu kredit, Wang melihat pria itu juga meletakkan dua lembar 1.000 dolar Singapura di atas nampan. Jika dirupiahkan, uang itu sekitar Rp 20 juta.

Awalnya, Wang merasa heran dan berpikir Tay tak sengaja meninggalkan dua lembar uang tersebut. Sehingga dia memberi tahu Tay dan mengembalikan uang tersebut.

"Saat itulah pria itu bilang sesuatu yang tidak pernah akan saya lupakan. Dia bilang 'Bukan, itu bukan kesalahan. Kita punya dua tangan, satu untuk bekerja dan satunya untuk menolong orang lain'," tulis Wang.

Wang sangat tersentuh oleh kebaikan Tay hingga menangis saat pria pergi meninggalkan restoran. Wang pun sangat ingin mengungkapkan rasa terima kasihnya karena uang tersebut bisa membantu kesulitan yang dialaminya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai uang tip jumlah banyak yg diberikannya Tay mengaku memahami penderitaan Wang karena dia juga punya tiga anak.

Tay sangat menghargai perjuangan Wang yang tak pernah mengenal lelah dalam bekerja.

" Uang itu tidak berarti banyak buat saya tapi sangat berguna sekali bagi ibu itu. Uang bukan segalanya. Kita harus menghabiskan uang untuk hal-hal penting dan berguna," kata Tay.

sumber : liputan6.com

22 November 2017

Dua Sejoli Korban Diarak Warga Tangerang Resmi Menikah

Kontak Perkasa - Tangerang - Dua sejoli korban main hakim sendiri warga Sukamulya, Cikupa Kabupaten Tangerang, karena dituduh mesum akhirnya resmi menjadi suami istri. Keduanya melangsungkan akad nikah di kediaman mempelai pria di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (21/11/2017).

RN (28) dan MA (20) sangat bahagia ketika penghulu serta saksi mengatakan "sah" sesaat kalimat ijab kabul terucap lantang. Akad nikah berlangsung hikmat dan sederhana di kediaman mempelai lelaki. Kakak kandung MA hadir sebagai wali nikah adiknya itu.

RN tampak gagah mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan celana bahan hitam, lengkap dengan peci berwarna hitam. MA juga tampil cantik yang berkebaya putih dan jilbab warna senada.

Suasana sangat haru, orangtua RN menangis bahagia ketika anaknya itu resmi menikah. "Alhamdulillah lega," ujar F, ibu kandung RN.

Dia meminta agar kejadian kelam yang menimpa anak dan menantunya itu tidak usah diperpanjang atau diungkit lagi. "Yang sudah mah sudah, jadi pelajaran buat keluarga saya," katanya.

F juga enggan membahas apa yang sudah menimpa keluarganya itu. Dia mengaku anaknya maupun menantunya masih trauma, apalagi kalau melihat pemberitaan maupun media sosial.

Terpenting, anaknya sudah menikahi MA sehingga sudah tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan hubungan keduanya. "Yang penting sudah beres, sudah tenang sekarang mah," imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Sukamulya, Budi Muhdini mengatakan, pernikahan tersebut dilangsungkan di kediaman mempelai pria di Kampung Bugel, Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

"Ya betul, keduanya sudah melangsungkan pernikahan. Hal ini mungkin cepat dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan," ujarnya.

Pelaksanaan akad nikah keduanya dilakukan dengan sederhana serta disaksikan langsung oleh para jajaran pemerintah daerah dan aparat kepolisian.

"Ya, harapannya mereka dapat menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah. Dengan membuka kehidupan yang baru. Sementara, untuk kasusnya kita serahkan kepada kepolisian," kata Budi.

Kronologi

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif menyampaikan, kejadian itu bermula saat R mendatangi M sambil membawa makanan pada Sabtu, 11 November 2017 sekitar pukul 23.30 WIB.

"Tidak lama warga datang kemudian memaksa mereka mengaku telah berbuat mesum," tutur Sabilul saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Selasa, 14 November 2017.

R saat itu sedang menumpang untuk sikat gigi di kamar mandi kontrakan M. Warga yang tidak percaya kemudian menuduh pria itu bersembunyi di kamar mandi.

"Langsung ditarik, disuruh ngaku. Kalau enggak nanti ditelanjangi," kata dia.

Keduanya menampik tuduhan itu. Warga yang semakin marah langsung menelanjangi keduanya. R hanya disisakan celana dalam, sementara M berkaus dan bercelana dalam.

"Korban dikeroyok di kontrakan ceweknya. Mereka luka-luka," ujar Sabilul.

Tak puas, warga kemudian mengarak keduanya sambil mengabadikan peristiwa itu menggunakan kamera telepon genggam. Bahkan, dalam video berdurasi sekitar empat menit yang juga viral itu, terdengar ucapan kasar dan tamparan yang dilakukan massa.

Si perempuan juga menjerit histeris lantaran kausnya dibuka paksa. Mereka kemudian digiring ke pos RW setempat setelah sekitar satu jam jadi tontonan.

"Bukan pasangan mesum. Memang mau nikah," Sabilul menandaskan.