Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

02 November 2017

Perusahaan Miliarder RI Siap Tampung 1.000 Eks Karyawan Alexis

Kontak Perkasa - Jakarta, Topas TV yang merupakan salah satu stasiun televisi berlangganan di Indonesia akan menampung 1.000 eks karyawan Hotel dan Griya Pijat Alexis. Topas TV merupakan perusahaan yang berada di bawah naungan Mayapada Group yang dimiliki oleh miliarder Dato Sri Tahir.

Direktur Keuangan Topas TV Erick Gunawan menjelaskan, jumlah pengangguran di Jakarta bertambah usai ditutupnya Hotel dan Griya Pijat Alexis yang berada di Jalan R.E. Martadinata Nomor 1, Pademangan, Jakarta Utara, oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa hari lalu. Diperkirakan terdapat 1.000 pegawai Alexis kehilangan pekerjaan.

Lantaran ikut merasa prihatin atas kondisi para pekerja tersebut. Topas TV pun bergerak cepat dan langsung merespons hal tersebut.

"Topas TV mengungkapkan melalui dua perusahaan grupnya, yaitu BaoBao Express Minimart dan Koperasi BBX siap menampung 1.000 eks karyawan Alexis," ujar Erick dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (1/11/2017).

Tidak peduli dengan latar belakang pekerjaan mereka sebelumnya, perusahaan yang bergerak di bidang minimart dan koperasi ini menawarkan jaminan untuk ke depan bagi eks karyawan Alexis.

Salah satunya Koperasi BBX memberikan pembinaan wiraswasta dengan bantuan modal usaha, disinyalir mampu menumbuhkan wirausaha yang mandiri potensial dan bisa mendatangkan penghasilan lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Untuk diketahui, Hotel dan Griya Pijat Alexis menghentikan operasional mulai hari ini, Selasa (31/10/2017). Akibatnya, pihak Alexis merumahkan seluruh pegawainya.

"Ada 600 pegawai tetap dan 400 pegawai lepas. Sementara dirumahkan karena kita hormati keputusan Pemprov DKI," ujar Legal Corporate Hotel Alexis, Lina Novita.

Namun, Alexis belum akan memutus hubungan kerja dengan karyawannya. Saat ini, pihak manajemen dan investor tengah mencari jalan keluar.

"Kita masih cari bersama-sama investor mencari jalan. Soal pesangon jalannya belum ke sana. Kita masih berharap ini masih bisa berjalan," ucap Lina.

Karena itu, dia akan meminta kejelasan kepada Pemprov DKI terkait izinnya. Pihaknya akan bertanya kekurangan Alexis selama beroperasi dan berjanji memperbaikinya.

"Perlu dicermati juga, dalam suratnya, disebutkan izin belum dapat diproses, bukan dicabut. Kami akan bertanya apa yang harus kami perbaiki," kata Lina di Alexis.

01 November 2017

Operator Imbau Pengguna Tak Termakan Hoax Registrasi Kartu SIM

Kontak Perkasa - Jakarta - Operator seluler mengimbau masyarakat untuk tidak termakan kabar hoax yang menyebutkan bahwa registrasi kartu SIM prabayar hanya berlangsung pada hari ini saja, yakni 31 Oktober 2017.

Padahal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan operator seluler sudah sempat melakukan sosialisasi registrasi kartu prabayar berlaku mulai 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018.

Dampak dari hal itu, situs web operator seluler sempat down karena tingginya trafik pengunjung yang ingin melakukan registrasi kartu secara online, hari ini. Hal tersebut juga membuat pelanggan lainnya menjadi kesulitan registrasi.

Dalam pernyataan resminya, VP Corporate Communication Telkomsel, Adita Irawati mengungkap kegagalan registrasi ini terjadi karena tingginya antusiasme pelanggan di hari pertama.

"Sehubungan dengan adanya keluhan pelanggan yang kesulitan registrasi prabayar, dapat kami sampaikan hal ini merupakan dampak antusiasme pelanggan yang luar biasa di hari pertama registrasi," tuturnya.

Adita meminta para pelanggan untuk bersabar mengingat periode registrasi diberikan selama kurang lebih empat bulan.

Sementara Head of Corporate Communications Group of Indosat Ooredoo, Deva Rachman juga mengimbau seluruh pelanggannya agar tak termakan kabar tak benar tersebut. Ia juga meminta para pelanggannya untuk melakukan registrasi via SMS.

"Sebetulnya, situs web kami belum ready makanya pelanggan sulit akses. Kami memang prioritaskan registrasi lewat SMS ke 4444. Lagipula banyak pelanggan di luar kota yang tidak punya akses internet. Kami akan sosialisasi soal ini kepada pelanggan," tuturnya.

Sementara itu, Manager Public Relation PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) meminta para pelanggannya untuk mencari informasi lebih valid terkait registrasi kartu prabayar.

"Trafik situs web kami memang sempat naik di jam tertentu, tapi tidak sampai down. Kami akan pantau terus," ungkap Arum.

31 Oktober 2017

Cerita Tukang Las, Pemicu Kebakaran Pabrik Kembang Api yang Membuat Puluhan Karyawan Terpanggang

Kontak Perkasa - JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya (PMJ) telah memeriksa sebanyak 18 saksi terbakarnya pabrik kembang api di PT Panca Buana Cahaya Sukses, Jalan Raya SMPN 1 Kosambi, Desa Belimbing RT 20/10, Kabupaten Tangerang.

Salah satu saksi adalah Khusnul yang turut mengelas bersama tersangka pengelas, Subarnah Ega.

"Saat kami periksa, dua dari 18 saksi mengetahui langsung kejadian adanya bunga api berasal dari las," kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Senin (30/10/2017).

Pria itu Ernama Khusnul yang melakukan pengelasan atas pabrik. "Ega yang melakukan pengelasan, Khusnul yang memegang besi untuk dilas," kata Argo.

Kemudian, tiba-tiba Khusnul merasakan panas besi yang dipegas saat dilas tersebut. Ternyata terdapat percikan api dari las serta menyambar dan menyebabkan api membesar.

"Dia langsung lari dan loncat kena asbes jebol. Di keluar lewat pintu depan dan dia selamat. Dia tidak nengok kiri kanan yang penting dia ini lari dan dia mendengar ledakan," katanya.