Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

01 November 2017

Operator Imbau Pengguna Tak Termakan Hoax Registrasi Kartu SIM

Kontak Perkasa - Jakarta - Operator seluler mengimbau masyarakat untuk tidak termakan kabar hoax yang menyebutkan bahwa registrasi kartu SIM prabayar hanya berlangsung pada hari ini saja, yakni 31 Oktober 2017.

Padahal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan operator seluler sudah sempat melakukan sosialisasi registrasi kartu prabayar berlaku mulai 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018.

Dampak dari hal itu, situs web operator seluler sempat down karena tingginya trafik pengunjung yang ingin melakukan registrasi kartu secara online, hari ini. Hal tersebut juga membuat pelanggan lainnya menjadi kesulitan registrasi.

Dalam pernyataan resminya, VP Corporate Communication Telkomsel, Adita Irawati mengungkap kegagalan registrasi ini terjadi karena tingginya antusiasme pelanggan di hari pertama.

"Sehubungan dengan adanya keluhan pelanggan yang kesulitan registrasi prabayar, dapat kami sampaikan hal ini merupakan dampak antusiasme pelanggan yang luar biasa di hari pertama registrasi," tuturnya.

Adita meminta para pelanggan untuk bersabar mengingat periode registrasi diberikan selama kurang lebih empat bulan.

Sementara Head of Corporate Communications Group of Indosat Ooredoo, Deva Rachman juga mengimbau seluruh pelanggannya agar tak termakan kabar tak benar tersebut. Ia juga meminta para pelanggannya untuk melakukan registrasi via SMS.

"Sebetulnya, situs web kami belum ready makanya pelanggan sulit akses. Kami memang prioritaskan registrasi lewat SMS ke 4444. Lagipula banyak pelanggan di luar kota yang tidak punya akses internet. Kami akan sosialisasi soal ini kepada pelanggan," tuturnya.

Sementara itu, Manager Public Relation PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) meminta para pelanggannya untuk mencari informasi lebih valid terkait registrasi kartu prabayar.

"Trafik situs web kami memang sempat naik di jam tertentu, tapi tidak sampai down. Kami akan pantau terus," ungkap Arum.

31 Oktober 2017

Cerita Tukang Las, Pemicu Kebakaran Pabrik Kembang Api yang Membuat Puluhan Karyawan Terpanggang

Kontak Perkasa - JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya (PMJ) telah memeriksa sebanyak 18 saksi terbakarnya pabrik kembang api di PT Panca Buana Cahaya Sukses, Jalan Raya SMPN 1 Kosambi, Desa Belimbing RT 20/10, Kabupaten Tangerang.

Salah satu saksi adalah Khusnul yang turut mengelas bersama tersangka pengelas, Subarnah Ega.

"Saat kami periksa, dua dari 18 saksi mengetahui langsung kejadian adanya bunga api berasal dari las," kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Senin (30/10/2017).

Pria itu Ernama Khusnul yang melakukan pengelasan atas pabrik. "Ega yang melakukan pengelasan, Khusnul yang memegang besi untuk dilas," kata Argo.

Kemudian, tiba-tiba Khusnul merasakan panas besi yang dipegas saat dilas tersebut. Ternyata terdapat percikan api dari las serta menyambar dan menyebabkan api membesar.

"Dia langsung lari dan loncat kena asbes jebol. Di keluar lewat pintu depan dan dia selamat. Dia tidak nengok kiri kanan yang penting dia ini lari dan dia mendengar ledakan," katanya.

30 Oktober 2017

Kerja 12 Jam Tanpa Henti, Model Rusia Tutup Usia di China

Kontak Perkasa - Jakarta - Seorang model asal Rusia yang bekerja di China meninggal dunia akibat kelelahan bekerja. Otoritas setempat mengatakan, gadis berusia 14 tahun tersebut menderita meningitis kronis setelah bekerja selama 12 jam tanpa henti dalam tiga bulan.

Dilansir dari Dailymail.com, Minggu (29/10/2017) gadis tersebut bernama Vlada Dzyuba. Ia tiba-tiba jatuh dan koma sebelum memulai melangkah di catwalk dalam fashion show di Shanghai.

Setelah mendapat perawatan intensif, Vlada meninggal dua hari setelahnya. Berdasarkan penyelidikan, model tersebut diketahui terlalu takut mencari pertolongan medis karena masih terikat dengan kontrak.

Padahal apabila mengacu pada kontrak, Vlada hanya berkewajiban bekerja paling lama tiga jam dalam seminggu. Kepala agen permodelan Perm yang memayungi Vlada, Elvira Zaitseva, mengatakan turut berduka atas apa yang terjadi.

Dia pun mengaku tidak memeriksa kontrak Vlada. Dia juga tidak mengetahui apakah Vlada memiliki asuransi kesehatan yang tepat.

"Tidak ada yang berharap ada hal seperti ini. Kita sekarang menuai apa yang telah kita tabur," tutur dia.

Sementara itu sang ibu korban, Oksana mengaku Vlada sempat menghubunginya saat ia merasa kelelahan dan tidak cukup tidur. Oksana juga mencoba mendapatkan visa untuk tinggal bersama putrinya, tapi sayang ia gagal mendapatkannya.

"Dia mulai demam dan suhunya naik. Dia mengaku tidak cukup tidur dan saya menyuruhnya pergi ke rumah sakit," jelas Oksana.

Sejumlah gadis muda Rusia memang sering direkrut untuk menjadi model di negeri tirai bambu tersebut. Namun kasus tragis Vlada telah menimbulkan kekhawatiran mengenai kondisi kerja bagi model.

Kasus kelelahan bekerja seperti ini juga pernah terjadi di Jepang. Seorang wartawan tewas karena kelelahan bekerja. Wartawan politik bernama Miwa Sado meninggal dunia akibat bekerja lembur selama 159 jam dalam sebulan.