Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

26 Oktober 2017

Serangga 'Dunia Lain' Teror Australia, Berasal dari Indonesia?

Kontak Perkasa - Melbourne, Rekaman serangga mirip ngengat misterius yang meregangkan tentakel berdenyut memicu kepanikan warganet di dunia maya Australia.

Seperti diberitakan Daily Mail, Rabu (25/10/2017), makhluk aneh yang kabarnya ditemukan di Asia dan Australia ini terlihat memiliki tubuh mirip ngengat dengan empat sulur berumbai yang tumbuh keluar dari perutnya.

Banyak pengguna media sosial ketakutan setelah melihat binatang yang disebut-sebut "dari dunia lain" itu.

"Saya akan membakar rumah jika melihat binatang semacam itu," komentar salah satu netizen yang panik usai menyaksikan gambar dan rekaman serangga tersebut.

Tak lama kemudian, diketahuilah bahwa serangga itu merupakan ngengat Creatonotos. Tentakel yang menjulur sebenarnya adalah organ perasa, yang menyekresikan zat feromon untuk menarik pasangan.

Rekaman serangga aneh yang konon diabadikan di Indonesia dan diunggah ke Facebook oleh seorang pengguna bernama Gandik ini, sudah ditayangkan jutaan kali dan dibagikan ribuan kali.

"Beri dia kunci dan katakan padanya bahwa rumah itu milikmu," canda salah satu warganet yang tak kalah terkejut melihat serangga itu.

"Makhluk jahat apakah yang dikirim untuk menghancurkan kita? Aku akan meninggalkan Bumi dengan cara apa pun? timpal yang lainnya.

Ngengat Creatonotos itu umumnya banyak ditemukan di seluruh bagian utara Australia, termasuk Australia Barat, Northern Territory dan sebagian Queensland yang membentang hingga Mackay.

25 Oktober 2017

Jenderal TNI Pernah Ditolak Masuk AS

Kontak Perkasa - Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sempat ditolak masuk ke Amerika Serikat, Sabtu 21 Oktober 2017. Dia semestinya hadir di acara Chiefs of Defebce Conference on Country Violent Extremist Organizations (VEOs) yang digelar 23-24 Oktober 2017 di Washington DC.

Namun jelang naik pesawat, pihak maskapai memberitahukan, Panglima TNI beserta istri tidak boleh masuk ke wilayah AS. Larangan itu dikeluarkan US Custom and Border Protection.

Selain Gatot Nurmantyo, sejumlah jenderal TNI juga sempat dilarang masuk ke Amerika Serikat. Mereka dituduh terlibat pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia dan Timor Leste.
Selengkapnya dapat dilihat dalam Infografis di bawah ini:


24 Oktober 2017

Cerita Jokowi Diajak Main Tenis Meja Virtual Bos Facebook

Kontak Perkasa - Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kaget sekaligus kagum akan perkembangan teknologi di negara-negara maju. Hal tersebut dia lihat langsung saat berkunjung ke sejumlah markas perusahaan teknologi informasi dunia, seperti Facebook, Google hingga Alibaba.

"Saya kaget ketika berkunjung ke Silicon Valey. Hampir semua negara ada di situ, masuk ke markasnya Google, Twitter, terakhir ke Alibaba markasnya Jack Ma," ujar dia pada acara Rembuk Nasional 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Bahkan saat berkunjung ke markas Facebook, lanjut Jokowi, dirinya sempat diajak bermain tenis meja oleh Mark Zuckerberg. Namun, bukan tenis meja biasa, Jokowi mengaku diajak bermain tenis meja secara virtual oleh bos Facebook tersebut. Hal ini yang membuatnya tidak habis pikir akan kemajuan teknologi karena sudah di luar apa yang dibayangkan.

"Saat saya di Facebook, saya diajak Mark dipasangi kacamata, saya lupa namanya. Diajak main virtual pingpong, betul-betul seperti kita main pingpong betul. Nanti tidak ada orang yang main pingpong beneran, semua virtual, ini perubahan yang membuat saya sangat shock," Jokowi menuturkan.

Melihat perkembangan teknologi yang sudah sejauh itu, lanjut Jokowi, dirinya sadar jika bangsa Indonesia tidak mengikuti perkembangan ini, maka jangan harap bisa bersaing dan maju seperti negara lain.

"Kalau tidak mau tertinggal, kita harus berubah. Karena banyak dari kita yang belum sadar, karena perubahan internet," tandas dia.