Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

24 Oktober 2017

Cerita Jokowi Diajak Main Tenis Meja Virtual Bos Facebook

Kontak Perkasa - Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kaget sekaligus kagum akan perkembangan teknologi di negara-negara maju. Hal tersebut dia lihat langsung saat berkunjung ke sejumlah markas perusahaan teknologi informasi dunia, seperti Facebook, Google hingga Alibaba.

"Saya kaget ketika berkunjung ke Silicon Valey. Hampir semua negara ada di situ, masuk ke markasnya Google, Twitter, terakhir ke Alibaba markasnya Jack Ma," ujar dia pada acara Rembuk Nasional 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Bahkan saat berkunjung ke markas Facebook, lanjut Jokowi, dirinya sempat diajak bermain tenis meja oleh Mark Zuckerberg. Namun, bukan tenis meja biasa, Jokowi mengaku diajak bermain tenis meja secara virtual oleh bos Facebook tersebut. Hal ini yang membuatnya tidak habis pikir akan kemajuan teknologi karena sudah di luar apa yang dibayangkan.

"Saat saya di Facebook, saya diajak Mark dipasangi kacamata, saya lupa namanya. Diajak main virtual pingpong, betul-betul seperti kita main pingpong betul. Nanti tidak ada orang yang main pingpong beneran, semua virtual, ini perubahan yang membuat saya sangat shock," Jokowi menuturkan.

Melihat perkembangan teknologi yang sudah sejauh itu, lanjut Jokowi, dirinya sadar jika bangsa Indonesia tidak mengikuti perkembangan ini, maka jangan harap bisa bersaing dan maju seperti negara lain.

"Kalau tidak mau tertinggal, kita harus berubah. Karena banyak dari kita yang belum sadar, karena perubahan internet," tandas dia.

23 Oktober 2017

9 Strategi Seimbangkan Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi

Kontak Perkasa - Jakarta - Bagi perempuan bekerja dan mengurus rumah tangga mungkin sulit untuk menyeimbangkan kehidupannya. Akan tetapi, Anda tidak sendirian. Sebenarnya banyak orang mencari keseimbangan dalam hidup mereka.

Hal itu seperti dikatakan oleh Penulis Stephen Covey. "Tantangan keseimbangan hidup dan pekerjaan tanpa pertanyaan, salah satu perjuangan paling signifikan yang dihadapi manusia modern."

Anda mungkin menghadapi kesulitan ketika menyeimbangkan kehidupan ketika bergulat dengan karier, tanggung jawab pribadi, waktu bersama keluarga, waktu diri sendiri, waktu sosial, komunitas dan lainnya.

Oleh karena itu, Anda perlu kurangi aktivitas yang tidak penting yang dilakukan. Mengurangi cek media sosial dan lainnya untuk fokus mengerjakan sesuatu yang menjadi prioritas.

Biasanya seseorang yang sudah mencapai pemenuhan dengan kehidupan sukses memiliki kebiasaan yang spesifik. Sementara sebagian besar orang sulit untuk menjadi luar biasa dan puas baik di rumah dan kantor.

Berikut strategi untuk mampu menyeimbangkan kehidupan kerja dan pribadi, seperti dikutip dari laman Lifehack, Minggu (22/10/2017):

1. Memiliki kejelasan tentang apa yang Anda inginkan

Orang sukses tahu persis apa yang mereka ingin raih. Mereka tahu apa yang penting bagi mereka dan menetapkan target jelas untuk ditelusuri bagi karier dan kehidupan mereka.

Biasanya mereka juga menetapkan tujuan sangat spesifik yang sesuai dengan prioritas mereka. Selain itu, mereka juga mengetahui waktu dan berusaha untuk mencapai tujuannya.

2. Tentukan kesuksesan dengan caranya sendiri

Orang sukses menentukan kesuksesan dengan caranya sendiri. Mereka mengerti dan puas jika meraih kesuksesan yang benar-benar penting bagi mereka. Mereka menghargai kerja keras dan pemenuhan secara keseluruhan daripada hanya mencapai kesuksesan kekayaan.

3. Berdiri tegak

Orang sukses memahami pentingnya mengatakan "tidak". Mereka menetapkan batasan sehingga dapat fokus di kehidupan mereka dan mengerjakan apa yang penting. Mereka menghindari sesuatu yang tidak sesuai dengan tujuan, prioritas dan hasrat sejati mereka.

4. Jadilah sangat produktif

Orang sukses tahu bagaimana menyelesaikan sesuatu. Mereka tahu agar memiliki "semuanya" dan menyeimbangkan karier dan kehidupan mereka dengan tidak memboroskan waktu.

5. Buat keputusan dengan percaya diri

Orang sukses kuat dalam membuat keputusan. Mereka membuat pilihan yang sesuai dengan keinginan mereka dan apa yang sebenarnya mereka inginkan. Mereka berani menolak kesempatan yang tidak sesuai dengan nilai mereka.

6. Kenali prioritas

Orang sukses memiliki kejelasan tentang prioritas mereka. Mereka bekerja keras tapi menghindari mentalitas "sukses dengan segala cara". Mereka mencapai hasil bagus dalam karier, tetapi juga berkinerja tinggi bagi bidang kehidupan lain yang penting bagi mereka.

7. Tak iri dengan orang lain

Orang sukses mengucapkan selamat dan memuji prestasi orang lain. Mereka tidak merasa terancam dengan keberhasilan orang lainnya. Sebagai ganti, mereka dengan senang hati menciptakan keberhasilan mereka sendiri.

8. Disiplin

Orang sukses bertanggung jawab untuk menciptakan kehidupan terbaik bagi mereka. Mereka menyadari, pada akhirnya mengendalikan yang dilakukan dengan kehidupan mereka. Mereka menerima kekuatan, melihat visi yang diinginkan dan berpegang pada rencana mereka.

9. Bersyukur tapi jangan berpuas diri

Orang sukses menghargai apa yang mereka miliki. Namun, mereka juga berusaha untuk mencapai lebih dari apa yang sebenarnya penting. Usaha mereka tersebut digunakan untuk memberi dampak positif bagi dunia.

20 Oktober 2017

PT KONTAK PERKASA FUTURES | 3 Tahun Jokowi-JK, IHSG Cetak Rekor Terbaru

Kontak Perkasa - Jakarta - Pasar saham Indonesia mencatatkan pertumbuhan selama tiga tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Dilihat dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pertumbuhan IHSG mencapai 17,63 persen dari periode 2014 hingga 18 Oktober 2017. IHSG sentuh level 5.040 pada 20 Oktober 2014 menjadi 5.929 pada 18 Oktober 2017. Pada masa tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, IHSG sempat cetak rekor tertinggi baru. IHSG cetak rekor tertinggi di kisaran 5.951 pada 4 Oktober 2017.

Secara year to date (Ytd), dari akhir Desember 2016 hingga 18 Oktober 2017, IHSG tumbuh 11,94 persen menjadi 5.929,20.

Kapitalisasi pasar saham Indonesia pun membukukan pertumbuhan selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK. Kapitalisasi pasar saham naik 24,63 persen dari Rp 5.228,04 triliun pada 2014 menjadi Rp 6.516 triliun pada 18 Oktober 2017. Demikian mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/10/2017).

Transaksi harian saham pun catatkan kenaikan dari Rp 6 triliun rata-rata sepanjang 2014 menjadi Rp 7,2 triliun pada 18 Oktober 2017.Meski demikian, pertumbuhan jumlah emiten yang tercatat di pasar saham Indonesia tidak setinggi kinerja IHSG. Tercatat jumlah emiten mencapai 506 emiten pada 2014 menjadi 560 emiten pada 13 Oktober 2017. Hanya tumbuh tipis 0,9 persen.

Jumlah investor pun secara perlahan meningkat. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor mencapai 1.000.289 pada Juni 2017. Jumlah itu merupakan jumlah single investor identity (SID) terkonsolidasi yang terdiri dari investor pemilik saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara, dane fek lain yang tercatat di KSEI.

Investor saham naik 235.186 investor dari 365.303 investor pada Desember 2014 menjadi 600.489 investor pada September 2017.

Akan tetapi, pada 2017, investor asing cenderung keluar dari pasar saham Indonesia. Tercatat dana investor asing keluar hingga 18 Oktober 2017 sebesar Rp 18,47 triliun. Laporan Citi menyatakan kalau membaiknya ekonomi Amerika Serikat membuat investor mengalihkan dananya.

Namun, dari sisi transaksi, investor domestik mendominasi. Berdasarkan data BEI, transaksi investor domestik mencapai 64 persen. Sedangkan investor asing mencapai 36 persen pada 2017.

Analis PT Semesta Indovest Aditya Perdana menuturkan, investor domestik mulai mendominais untuk transaksi perdagangan saham secara harian. Ini didorong investor ritel mulai mengenai bursa saham. Hal tersebut didorong sosialisasi dan edukasi yang menurut Aditya sudah bagus.

"Transaksi investor asing sudah berkurang. Investor ritel juga sudah melek saham, edukasi sudah cukup bagus," kata Aditya saat dihubungi Liputan6.com.

Terkait kinerja IHSG, Aditya menilai, hal tersebut didukung oleh faktor fundamental ekonomi Indonesia. Meski pertumbuhan ekonomi belum cukup kencang, Aditya melihat pemerintah fokus menggunakan anggaran untuk hal produktif.

"APBN dipakai untuk hal produksi, subsidi kurang penting dibuang. Belanja pemerintah fokus untuk perbaikan infrastruktur dan lapangan kerja," kata Aditya.

Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi Indonesia belum cukup kencang hingga mencapai enam persen. "Ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran lima persen," ujar Aditya.

Berdasarkan laporan Citi Research, kinerja IHSG mampu menguat didorong pasar kembali beri nilai lantaran berkurangnya subsidi dan dialokasikan ke infrastruktur. Akan tetapi, kinerja pendapatan perusahaan dinilai tidak terlalu bertumbuh dari 2015-2017. Namun, Citi melihat investor berani untuk masuk ke pasar saham Indonesia karena melihat prediksi jangka menengah panjang yang bagus.