Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

18 Oktober 2017

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Investor Asing Lepas Saham, IHSG Melemah Tipis

Kontak Perkasa - Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat berada di zona hijau harus berakhir di zona merah pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Akan tetapi, pelemahan IHSG itu terbatas.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (17/10/2017), IHSG turun tipis 2,3 poin atau 0,04 persen ke posisi 5.947,33. Indeks saham LQ45 menguat 0,02 persen ke posisi 991,64. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Ada sebanyak 160 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. Sedangkan 183 saham melemah sehingga menekan IHSG. 112 saham lainnya diam di tempat.

Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.961,51 dan terendah 5.922,07. Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 316.951 kali dengan volume perdagangan 6,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,4 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 910,99 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.505.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham tambang naik 0,95 persen, sektor saham barang konsumsi menanjak 0,82 persen dan sektor saham manufaktur naik 0,20 persen.

Sektor saham aneka industri turun 1,24 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham perdagangan melemah 0,60 persen dan sektor saham infrastruktur tergelincir 0,45 persen.

Saham-saham yang mencatatkan top gainers antara lain saham NAGA naik 34,08 persen ke posisi Rp 240 per saham, saham MTWI melonjak 24,86 persen ke posisi Rp 442 per saham, dan saham MBSS melonjak 24,41 persen ke posisi Rp 525 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham JIHD merosot 17,36 persen ke posisi Rp 500 per saham, saham PADI melemah 11,35 persen ke posisi Rp 1.250 per saham, dan saham SIPD tergelincir 9,3 persen ke posisi Rp 780 per saham.

Bursa saham Asia sebagian bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,02 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,17 persen, indeks saham Jepang Nikkei melonjak 0,38 persen dan indeks saham Singapura menguat 0,18 persen.

Sedangkan indeks saham Shanghai tergelincir 0,19 persen dan indeks saham Taiwan susut 0,47 persen.

"IHSG konsolidasi usai menguat kemarin. Sentimennya pelaku pasar menanti suku bunga acuan, sedangkan dari sentimen eksternal belum ada," ujar Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya.

Sedangkan dari faktor nilai tukar rupiah, William menilai hal itu tidak terlalu mempengaruhi.

17 Oktober 2017

PT KONTAK PERKASA FUTURES | HARGA EMAS 17 OKTOBER: Tertekan Tangguhnya Greenback

Kontak Perkasa | JAKARTA - Harga emas kembali tertekan akibat penguatan dolar AS, setelah dalam perdagangan kemarin sempat bergerak fluktuatif.

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), karena dolar AS yang tetap kuat dan ekuitas terus meningkat membebani logam mulia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, turun 1,6 dolar AS atau 0,12 persen, menjadi ditutup pada 1.303,00 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, menguat menjelang akhir sesi perdagangan emas berjangka pertama minggu ini. Indeks naik 0,19 persen menjadi 93,32 pada pukul 18.44 GMT.

Para investor telah melihat dolar AS yang lebih lemah pekan lalu, akibat meningkatnya ketidakpastian kenaikan suku bunga acuan berikutnya.

Emas mendapat tekanan tambahan, karena indeks Dow Jones Industrial Average AS naik 54,40 poin atau 0,24 persen pada pukul 17.20 GMT. Ketika ekuitas mendapat keuntungan, logam mulia biasanya turun, karena investor tidak perlu mencari aset-aset yang aman (safe haven).

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 4,2 sen atau 0,24 persen, menjadi ditutup pada 17,369 dolar AS per ounce.

Platinum untuk penyerahan Januari berikutnya turun 5,80 dolar AS atau 0,61 persen, menjadi menetap di level 942,10 dolar AS per ounce

13 Oktober 2017

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Saham Telekomunikasi Tertekan, Ini Kata Telkom


Kontak Perkasa - Jakarta Sejumlah saham di sektor telekomunikasi tertekan pada perdagangan Rabu pekan ini. Salah satunya saham milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), akibat keluarnya investor asing di bursa lokal sejak Rabu (11/10/2017).

Investor asing melakukan nett selling untuk saham berkode TLKM sebesar Rp 225,7 miliar, pada Rabu pagi (11/10/2017). Kemudian saat penutupan, saham TLKM di posisi Rp 4.400 atau turun 130 basis poin.

Adapun perdagangan saham Rabu (11/10/2017), ditutup turun ke level 5,882.78 (-0.38 perse) atau 22 poin, IHSG diwarnai net sell foreign lebih kurang Rp 800 miliar.

Kemudian pada Kamis ini (12/10/2017), hingga penutupan perdagangan sesi I, TLKM mulai menghijau dengan naik 40 basis poin di Rp 4.440 basis poin.

VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo menyatakan, operator pelat merah ini merupakan saham big cap paling likuid di bursa lokal. Ini membuat investor asing ingin mengurangi exposure-nya terhadap market Indonesia, di mana paling mudah menjual saham TLKM, karena bisa cepat terjual dalam jumlah besar.

Dia mengaku, pelemahan nilai tukar Rupiah dalam 2 minggu terakhir juga memberikan tekanan lebih tinggi, mengingat sebagian besar investor asing berbasis di Amerika Serikat. Adapun pada 28 September, nilai tukar dolar AS menembus Rp 13.500.

“Di semester I-17, saham Telkom tumbuh cukup baik mencapai 20 persen year to date Juni, di antaranya didorong kenaikan dividen menjadi 70 persen di awal tahun serta kinerja di kuartal I dan kuartal kedua yang sangat baik. Sehingga valuasi Telkom saat ini cukup tinggi, dengan PE Ratio sekitar 20x dan EV/Ebitda sekitar 7.5x.,” jelas dia.

Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan menuturkan, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk alami tekanan didorong aksi jual investor asing.

"Bulan ini saja tercatat aksi jual (saham Telkom) Rp 2 triliun. Sedangkan net sell investor asing di saham EXCL dan ISAT tidak cukup banyak. Kita perkirakan aksi jual itu menekan saham Telkom dalam dua hari ini," jelas Alfred sebelumnya.

Ia menambahkan, faktor yang mendorong aksi jual investor asing tersebut pun belum cukup jelas. Apalagi dilihat secara fundamental, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, menurut Alfred, mencatatkan kinerja baik.

Saham Telkom diprediksi akan menguat pada hari ini karena sektor telekomunikasi masih menarik hingga akhir tahun. "Ini didukung dari dominasi Telkom dibandingkan pesaing-pesaingnya. Cakupan Telkom lebih luas," kata Alfred.

Analis dari Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengakui, beredar berbagai spekulasi perihal pergerakan saham Telkom kemarin.  “Mulai dari antisipasi keluarnya kinerja Telkom untuk kuartal III-17, ada yang bilang saham Telkom sudah overvalue, dan lainnya. Kalau saya lihat ini lebih ke antisipasi keluarnya laporan kinerja,” jelas dia.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tasrul mengatakan, secara teknikal, justru ini menjadi momentum untuk masuk membeli saham Telkom.

Dia memprediksi, koreksi harga saham ini mulai tertahan. Jika dilihat, distribusi volume saham Telkom sejak naik 105 minggu terakhir berada di kisaran level Rp 3.900-Rp 4.200. Level ini menjadi area support, dengan catatan level support terdekat Rp 4.350 tidak mampu dipertahankan.

Sementara, selama 11 pekan terakhir, harga saham Telkom turun di kisaran Rp 4.650-Rp 4.700 per saham. Level ini menjadi resistance area. Sehingga, rekomendasi buy on weakness dengan posisi normal trading range di level Rp 4.200-Rp 4.700 per saham.

Selain saham Telkom, Saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) ikut tergelincir 4,68 persen ke posisi Rp 3.460 per saham. Saham EXCL sempat berada di level tertinggi 3.620 dan terendah 3.400. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 3.211 kali dengan nilai transaksi Rp 31,6 miliar.

Gerak dua saham telekomunikasi itu berbeda dengan saham PT Indosat Tbk (ISAT). PT Indosat Tbk mencatatkan kenaikan harga saham 2,81 persen ke posisi Rp 6.400 per saham. Saham ISAT sempat berada di level tertinggi 6.400 dan terendah 6.175. Total nilai transaksi harian saham Rp 1,4 miliar.