Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

06 Oktober 2017

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Di Depan Presiden, Panglima TNI Jenderal Gatot Minta Maaf


Kontak Perkasa - Cilegon - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminta maaf kepada seluruh tamu undangan dan Presiden Joko Widodo. Permohonan maaf dilontarkan lantaran membeludaknya warga yang ingin menyaksikan perayaan HUT ke-72 TNI.

"Kami memohon maaf karena banyak yang berjalan kaki," kata Jenderal Gatot di atas podium usai defile senjata tiap matra TNI di Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017).

"Bahkan Bapak Presiden juga berjalan kaki sampai 2 kilometer," Panglima TNI menambahkan.

Hal tersebut, kata Gatot, karena antusiasme warga yang ingin menyaksikan perayaan HUT ke-72 TNI. Bahkan, sebut Gatot, ada sebagian warga yang sudah ada di lokasi acara sejak pukul 02.00 WIB dini hari.

"Tidak mungkin kami suruh kembali," kata Gatot.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-72 TNI Tahun 2017 ini.

Namun saat hampir tiba di lokasi upacara, rangkaian kendaraan Presiden tidak bergerak selama hampir 30 menit. Saat itu jarak dari kendaraan yang ditumpangi Presiden ke lokasi upacara kurang lebih 2 km.

Melihat situasi seperti ini, Presiden memutuskan untuk berjalan kaki. "Presiden tadi di dalam mobil memutuskan berjalan kaki," ucap Ajudan Presiden Kolonel Mar Ili Dasili.

Semula Presiden berjalan kaki hanya didampingi perangkat Kepresidenan. Tak lama setelah berjalan kaki, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang juga terjebak dalam kemacetan turut mendampingi Presiden.

Saat berjalan kaki, Presiden tampak melambaikan tangan kepada masyarakat. "Pak Jokowi.. Pak Jokowi," ucap masyarakat yang menyaksikan Presiden berjalan kaki.

Tiga ratus meter menjelang lokasi upacara, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Hadi Tjahjanto menyambut kedatangan Presiden dan berjalan kaki bersama menuju lokasi upacara.

Dalam upacara tersebut, Presiden bertindak selaku Inspektur Upacara. Selain itu, Presiden menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia, yakni Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Jalasena Nararya, dan Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya.

04 Oktober 2017

PT KONTAK PERKASA FUTURES | Tragedi Las Vegas, Petinggi Perusahaan Teknologi Turut Berduka

Kontak Perkasa - Las Vegas - Amerika Serikat (AS) kembali dirundung duka. Kali ini, penembakan massal terjadi di tengah konser musik di Las Vegas.

Puluhan korban tewas tertembak, sedangkan ratusan korban luka parah dan dibawa ke rumah sakit. Ucapan duka dan atensi dari dunia pun berdatangan, tak terkecuali para petinggi perusahaan teknologi.

CEO dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, mengutarakan rasa duka dan belasungkawanya terhadap korban penembakan yang terjadi pada Minggu (1/10/2017) dini hari waktu setempat.

"Saya begitu sulit membayangkan, betapa pahitnya kehilangan orang-orang tersayang dari insiden penembakan di Las Vegas. Mengapa kita tak membuat hal yang jauh lebih sulit bagi seseorang yang tega melakukan hal seperti ini," tulis Zuck--sapaan akrab Zuckerberg di akun Facebook resminya.

Zuck juga menjelaskan Facebook telah mengaktifkan fitur Safety Check di wilayah Las Vegas. Dengan demikian, pengguna Facebook yang ada di area insiden bisa menggunakan fitur ini dan memberitahukan orang terdekat bahwa mereka baik-baik saja.

Tak cuma Zuck, rekanannya Sheryl Sandberg selaku Chief Operating Officer (COO) Facebook juga mengungkapkan rasa kesedihan bagi para korban.

"Kematian adalah bagian dari hidup yang tak bisa kita hindari, ini terjadi karena banyak hal. Namun, bagi korban yang terbunuh tanpa alasan seperti ini, untuk kehidupan mereka yang terampas begitu saja, sangat menghancurkan pasti rasanya bagi para keluarga, serta bagi kita," tulis Sandberg dalam akun Facebooknya.

Pada kesempatan yang sama, CEO Microsoft Satya Nadella juga mengungkapkan rasa dukanya di Twitter. Ia menyampaikan rasa simpatinya kepada para korban, keluarga yang ditinggalkan dan semua pihak yang mengalami insiden tersebut.

"Hati dan pikiran saya, ada dengan semua orang, baik itu korban, keluarga hingga sukarelawan yang terlibat dalam aksi kekerasan mengerikan dan tak masuk akal ini," cuitnya via akun @satyanadella.

Menurut yang dilaporkan Telegraph, Selasa (3/10/2017), ada sekitar 50 orang tewas dan 400 korban lainnya luka parah dalam aksi brutal tersebut.

Kala aksi dimulai, pelaku menghujani peluru ke arah para penonton dengan senapan otomatis. Awalnya, para penonton yang tengah asyik melihat gaya Jason Aldean mengira suara rentetan peluru itu adalah suara petasan. Belakangan, mereka sadar itu adalah suara tembakan.

Pelaku diketahui bernama Stephen Paddock. Belum diketahui motif utama mengapa ia melakukan penembakan tersebut. Paddock sendiri akhirnya dilumpuhkan oleh polisi hingga tewas.

03 Oktober 2017

KONTAK PERKASA FUTURES | Survei Median: Elektabilitas Jokowi Saat Ini 36,2%, Prabowo 23,2%

Kontak Perkasa - Jakarta - Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei bertema Pilpres 2019: Jokowi atau Prabowo atau Figur Alternatif ? Hasilnya, Jokowi masih menduduki tingkat elektabilitas tertinggi.

Survei tentang elektabilitas calon presiden jelang Pemilu 2019 tersebut, menunjukkan elektabilitas Joko Widodo atau Jokowi memperoleh angka 36,2%. Di urutan kedua Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan angka 23,2%.

"Perolehan suara Pak Jokowi sampai saat ini di bawah 50%. Artinya, unggul tapi tidak dominan," ucap Direktur Eksekutif Median Rico Marbun, di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2017).

Rico menjelaskan, dari hasil survei Median ada beberapa faktor yang menyebabkan elektabilitas Jokowi masih di bawah 50%, walaupun posisinya mengungguli Prabowo dan calon lainnya.

"Karena kita lihat masih ada problem yang dirasakan masyarakat, stress level-nya meningkatkan, masih ada keraguan publik bahwa Jokowi akan mampu menyelesaikan masalah dan isu-isu sensitif," kata dia.

Menurut Rico, publik ragu terhadap kemampuan petahana dalam menyelesaikan permasalahan hidup sehari-hari. Ada proporsi publik yang cukup besar, yang merasa Jokowi dianggap anti-Islam dan anti-ulama, serta Jokowi itu otoriter.

"Walaupun tidak dominan tetapi proporsinya cukup besar," Rico menandaskan.

Survei ini dilakukan 14 hingga 22 September 2017 dengan jumlah sampel 1.000 responden di seluruh Indonesia.

Sampel dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling, dan margin of error atau tingkat kesalahan +/-3,1 % pada tingkat kepercayaan 95%. Quality control dilakukan terhadap 20% sampel yang ada.

8 Kandidat

Selain Jokowi dan Prabowo, terdapat pula nama-nama calon lainnya dalam survei Median. Tetapi perolehan suara atau elektabilitasnya tidak signifikan.

Berikut nama-nama selain Jokowi dan Prabowo berikut perolehan angka tingkat elektabilitasnya:

1. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (8,4 %)

2. Gubernur terpilih DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan (4,4%)

3. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (2,8%)

4. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (2,6%)

5. Hary Tanoesoedibjo (1,5%)

6. Aburizal Bakrie (1,3%)

7. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (1,2%)

8. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (1,0%)

9. Tokoh lainnya (4,1%), dan

10. Tidak tahu/tidak menjawab (13,3 %).