Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

28 September 2017

PT Kontak Perkasa Futures | Harga Emas Merosot Tersengat Penguatan Dolar AS

Kontak Perkasa - Chicago - Harga emas tergelincir usai bursa saham dan dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Rencana reformasi pajak menjadi sentimen bayangi harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$ 13,90 atau 1,1 persen menjadi US$ 1.287,80 per ounce. Harga emas itu terendah sejak Agustus. Sedangkan harga perak melemah 0,3 persen ke posisi US$ 16.827 per ounce.

"Pergerakan harga emas tidak menunjukkan level support. Namun, kedua kali harga emas sentuh level terendah di kisaran US$ 1.290-US$ 1.295. Sedangkan area itu sebelumnya level resistance," kata Fawad Razaqda, Analis Teknikal Forex.com, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (28/9/2017).

Indeks dolar AS pun menguat ke level tertinggi dalam satu bulan jelang keterangan proposal Partai Republik soal reformasi pajak.

Indeks dolar AS naik terhadap mata uang utama lainnya dengan mendaki 0,4 persen ke posisi 93,34. Dengan dolar AS menguat membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Kenaikan dolar AS juga didorong pernyataan Pimpinan Bank sentral AS atau the Federal Reserve Janet Yellen soal suku bunga. Kemungkinan suku bunga the Federal Reserve kembali naik pada akhir 2017. Selain itu, data ekonomi AS menunjukkan sinyal kenaikan suku bunga.

Pesanan baru barang AS naik pada Agustus. Kenaikannya mencapai 1,7 persen dari perkiraan pasar 1 persen. Bursa saham AS yang menguat mendorong pelaku pasar mengalihkan investasi emas ke saham cenderung stabil.

27 September 2017

PT Kontak Perkasa Futures | Miliarder Terkaya Ternyata Punya Profesi Awal yang Sama, Apa Itu?

Kontak Perkasa - Jakarta - Jadi orang kaya atau miliarder adalah mimpi yang ingin diwujudkan banyak orang. Tapi untuk bisa mencapainya, perlu usaha dan ketekunan yang sangat besar. Tak jarang, berbagai kegagalan pun harus dihadapi.

Sebuah fakta menarik terungkap dari survei yang dilakukan oleh lembaga riset independen Aaron Waliis. Penelitian yang menilik 100 orang paling kaya di muka bumi ini menemukan ada kesamaan dari pekerjaan pertama para miliarder tersebut.

Dilansir dari usatoday.com, Selasa (26/9/2017), 53 dari 100 orang terkaya dunia ternyata memulai kariernya sebagai pegawai dan bekerja untuk orang lain. Sebagian besar dari mereka ternyata banyak yang bekerja sebagai sales. Profesi ini dinilai mampu memberi pengaruh besar yang akhirnya menjadikan mereka sebagai seorang miliarder.

Selain menjadi sales, profesi awal para miliarder yang lain adalah broker saham, pengembang piranti lunak, insinyur, analis hingga akuntan.

Ranking 17 miliarder teratas memulai karier mereka sebagai seorang pegusaha. Contohnya seperti Mark Zuckerberg dan Bill Gates.

Berikut pekerjaan pertama dari para miliarder dunia:

1. Bill Gates

Pekerjaan pertama: pengusaha piranti lunak

2. Warren Buffet

Pekerjaan pertama: Sales produk investasi

 3. Jeff Bezos

Pekerjaan pertama: pengembang piranti lunak

 4. Amancio Ortega

Pekerjaan pertama: pegawai toko ritel


 5. Mark Zuckerberg

Pekerjaan pertama: pengusaha sosial media

25 September 2017

PT Kontak Perkasa Futures | Cara Top Up Gratis Uang Elektronik dengan Jumlah Besar

Kontak Perkasa - Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah mengatur biaya pengisian saldo uang elektronik atau top up. Meski telah diatur, namun pemilik kartu elektronik bisa terbebas dari biaya top up tersebut, bahkan dalam jumlah besar. Bagaimana caranya?

Kepala Pusat Program Transformasi BI Onny Widjanarko mengatakan, top up dengan nilai hingga Rp 200 ribu melalui kanal yang sama dengan penerbit kartu tidak dikenakan biaya. Jadi, isi ulang dengan jumlah besar tidak akan dikenai biaya top up jika dilakukan secara mencicil.

"Kita pastikan dulu, kalau mau isi ketengan Rp 1 juta 5 kali sepanjang pada device dengan penerbit On Us kita pastikan nggak kena biaya," kata dia di Gedung BI Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Lebih lanjut, dia mengatakan, penetapan batas Rp 200 ribu tersebut dengan memperhatikan karakter masyarakat Indonesia. Dia mengatakan, selama ini rata-rata masyarakat Indonesia melakukan top up di bawah Rp 200 ribu. Dia bilang, batas Rp 200 ribu tersebut sebagai salah satu cara melindungi konsumen.

"BI ada kajian akan melihat rata-rata masyarakat di Indonesia yang top up berapa sih itu yang dilindungi. Ternyata 96 persen top up itu yang paling rata-ratanya antara Rp 100 ribu- Rp 200 ribu. Tapi yang paling banyak Rp 100 ribu- Rp 50 ribu jadi kita ambil paling aman untuk konsumen ya udah Rp 200 ribu," jelas dia.

Dia menambahkan, BI juga menerapkan batas itu dengan menimbang frekuensi top up uang elektronik masyarakat. "Kita mengambil keputusan dari kajian-kajian frekuensi dan pola masyarakat ketika top up," ujar dia.