Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

25 September 2017

PT Kontak Perkasa Futures | Cara Top Up Gratis Uang Elektronik dengan Jumlah Besar

Kontak Perkasa - Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah mengatur biaya pengisian saldo uang elektronik atau top up. Meski telah diatur, namun pemilik kartu elektronik bisa terbebas dari biaya top up tersebut, bahkan dalam jumlah besar. Bagaimana caranya?

Kepala Pusat Program Transformasi BI Onny Widjanarko mengatakan, top up dengan nilai hingga Rp 200 ribu melalui kanal yang sama dengan penerbit kartu tidak dikenakan biaya. Jadi, isi ulang dengan jumlah besar tidak akan dikenai biaya top up jika dilakukan secara mencicil.

"Kita pastikan dulu, kalau mau isi ketengan Rp 1 juta 5 kali sepanjang pada device dengan penerbit On Us kita pastikan nggak kena biaya," kata dia di Gedung BI Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Lebih lanjut, dia mengatakan, penetapan batas Rp 200 ribu tersebut dengan memperhatikan karakter masyarakat Indonesia. Dia mengatakan, selama ini rata-rata masyarakat Indonesia melakukan top up di bawah Rp 200 ribu. Dia bilang, batas Rp 200 ribu tersebut sebagai salah satu cara melindungi konsumen.

"BI ada kajian akan melihat rata-rata masyarakat di Indonesia yang top up berapa sih itu yang dilindungi. Ternyata 96 persen top up itu yang paling rata-ratanya antara Rp 100 ribu- Rp 200 ribu. Tapi yang paling banyak Rp 100 ribu- Rp 50 ribu jadi kita ambil paling aman untuk konsumen ya udah Rp 200 ribu," jelas dia.

Dia menambahkan, BI juga menerapkan batas itu dengan menimbang frekuensi top up uang elektronik masyarakat. "Kita mengambil keputusan dari kajian-kajian frekuensi dan pola masyarakat ketika top up," ujar dia.

22 September 2017

PT Kontak Perkasa Futures | Sekuritisasi Aset BUMN Dorong Orang RI Berinvestasi

Kontak Perkasa - Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, dengan adanya sekuritisasi aset yang dilakukan oleh beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mendorong masyarakat berinvestasi di pasar keuangan. Selama ini memang minat investasi masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar keuangan masih cukup rendah.

D‎armin menjelaskan, dengan adanya sekuritisasi aset yang dilakukan perusahaan BUMN, tidak hanya memperdalam pasar keuangan Indonesia, tetapi juga akan membuat masyarakat tertarik untuk berinvestasi pada instrumen tersebut.

"Itu tidak hanya berarti semakin besar market size kita, lebih dari pendalaman itu membuat semakin banyak tertarik bagian dari masyarakat kita,‎" kata Darmin, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Instrumen investasi pasar keuangan sempat tidak dilirik masyarakat. Bahkan pengelola dana besar juga tidak berminat untuk memutar uangnya pada instrumen investasi tersebut.

"‎Jangankan perorangan. pas kita terbitkan obligasi, itu namanya asuransi, dana pensiun tidak mau. Lebih senang di deposito meski bunganya lebih kecil," papar Darmin.

Menurut Darmin, agar investasi pada pasar keuangan menarik maka dibuat kebijakan pembatasan besaran bungan deposito. Dampaknya, investasi pada pasar keuangan mulai dilirik dan setelah mendapat imbal hasil yang lebih besar dari deposito banyak pihak mulai berinvestasi pada instrumen tersebut.

"Masyarakat begitu mencicipi bunga lebih tinggi dia tahu ini lebih menarik. Apalagi kalau ada desain bayar kupon dan bunga per bulan," tutup Darmin.

19 September 2017

PT Kontak Perkasa Futures | Masih Gara-gara Geopolitik, Harga Emas Berjangka Turun

Kontak Perkasa - Chicago, Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun lebih dari satu persen pada Selasa (19/9/2017) pagi WIB, karena kekhawatiran tentang ketegangan antara AS dan Korea Utara terus berkurang, sehingga investor berbalik kembali ke ekuitas dan aset-aset lainnya yang dinilai lebih berisiko.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 14,4 dolar AS atau 1,09 persen, menjadi menetap di 1.310,8 dolar AS per ounce.

Meredanya ketegangan di Semenanjung Korea mengurangi permintaan terhadap "safe haven" emas. Emas turun pada aksi pasar membeli aset-aset berisiko dengan rekor tertinggi untuk indeks saham AS yang membantu menekan harga emas ke level terendah dalam lebih dari tiga minggu, kata para analis.

Emas juga bergerak turun tajam karena indeks dolar AS menguat 0,22 persen menjadi 92,09 pada pukul 19.10 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, sehingga emas yang dihargakan dalam greenbacks kurang menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 54,5 sen atau 3,08 persen menjadi ditutup pada 17,156 dolar AS per ounce.

Platinum untuk penyerahan Oktober turun 10,7 dolar AS atau 1,1 persen, menjadi menetap di 961,1 dolar AS per ounce. (Ant)