Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

22 September 2017

PT Kontak Perkasa Futures | Sekuritisasi Aset BUMN Dorong Orang RI Berinvestasi

Kontak Perkasa - Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, dengan adanya sekuritisasi aset yang dilakukan oleh beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mendorong masyarakat berinvestasi di pasar keuangan. Selama ini memang minat investasi masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar keuangan masih cukup rendah.

D‎armin menjelaskan, dengan adanya sekuritisasi aset yang dilakukan perusahaan BUMN, tidak hanya memperdalam pasar keuangan Indonesia, tetapi juga akan membuat masyarakat tertarik untuk berinvestasi pada instrumen tersebut.

"Itu tidak hanya berarti semakin besar market size kita, lebih dari pendalaman itu membuat semakin banyak tertarik bagian dari masyarakat kita,‎" kata Darmin, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Instrumen investasi pasar keuangan sempat tidak dilirik masyarakat. Bahkan pengelola dana besar juga tidak berminat untuk memutar uangnya pada instrumen investasi tersebut.

"‎Jangankan perorangan. pas kita terbitkan obligasi, itu namanya asuransi, dana pensiun tidak mau. Lebih senang di deposito meski bunganya lebih kecil," papar Darmin.

Menurut Darmin, agar investasi pada pasar keuangan menarik maka dibuat kebijakan pembatasan besaran bungan deposito. Dampaknya, investasi pada pasar keuangan mulai dilirik dan setelah mendapat imbal hasil yang lebih besar dari deposito banyak pihak mulai berinvestasi pada instrumen tersebut.

"Masyarakat begitu mencicipi bunga lebih tinggi dia tahu ini lebih menarik. Apalagi kalau ada desain bayar kupon dan bunga per bulan," tutup Darmin.

19 September 2017

PT Kontak Perkasa Futures | Masih Gara-gara Geopolitik, Harga Emas Berjangka Turun

Kontak Perkasa - Chicago, Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun lebih dari satu persen pada Selasa (19/9/2017) pagi WIB, karena kekhawatiran tentang ketegangan antara AS dan Korea Utara terus berkurang, sehingga investor berbalik kembali ke ekuitas dan aset-aset lainnya yang dinilai lebih berisiko.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 14,4 dolar AS atau 1,09 persen, menjadi menetap di 1.310,8 dolar AS per ounce.

Meredanya ketegangan di Semenanjung Korea mengurangi permintaan terhadap "safe haven" emas. Emas turun pada aksi pasar membeli aset-aset berisiko dengan rekor tertinggi untuk indeks saham AS yang membantu menekan harga emas ke level terendah dalam lebih dari tiga minggu, kata para analis.

Emas juga bergerak turun tajam karena indeks dolar AS menguat 0,22 persen menjadi 92,09 pada pukul 19.10 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, sehingga emas yang dihargakan dalam greenbacks kurang menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 54,5 sen atau 3,08 persen menjadi ditutup pada 17,156 dolar AS per ounce.

Platinum untuk penyerahan Oktober turun 10,7 dolar AS atau 1,1 persen, menjadi menetap di 961,1 dolar AS per ounce. (Ant)

15 September 2017

PT kontak perkasa futures | Bursa Asia Turun Jelang Rilis Data Ekonomi China


Kontak Perkasa - Bursa Asia Turun Jelang Rilis Data Ekonomi China

Tokyo - Bursa Asia melemah pada perdagangan saham Kamis pekan ini usai sentuh level tertinggi. Sementara itu, dolar Amerika Serikat (AS) stabil jelang rilis data inflasi Agustus oleh pemerintah AS.

Pasar keuangan juga akan mencermati data ekonomi China antara lain hasil produksi pabrik, investasi aset tetap, dan penjualan ritel. Data ekonomi itu akan menunjukkan kondisi ekonomi China.

Pada perdagangan saham Kamis, (14/9/2017) mengutip laman Reuters, indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,1 persen usai sentuh level tertinggi.

Selain itu, indeks saham Jepang Nikkei cenderung datar. Bursa saham AS pada Rabu waktu setempat cenderung cetak rekor tertinggi didorong saham konsumsi dan energi.

Di pasar uang, indeks dolar AS mampu bertahan terhadap enam mata uang utama. Indeks dolar AS naik saat imbal hasil surat berharga AS naik ke level tertinggi lebih dari dua pekan.

Indeks dolar AS berada di posisi 92,39 usai sentuh level tertingg sejak 5 September di kisaran 92,53.

Kini pelaku pasar fokus terhadap fundamental ekonomi dari risiko geopolitik dan benana alam. Selain itu, investor juga bersiap untuk rilis inflasi AS. Data inflasi diharapkan dapat beri sinyal sikap bank sentral AS atau the Federal terhadap suku bunga.

The Federal Reserve diperkirakan menaikkan suku bunga satu lagi pada 2017. Namun, harapan kenaikan suku bunga the Federal Reserve itu berkurang usai inflasi AS yang lamban.

"Dolar AS akan alami aksi jual jika inflasi AS ternyata lembah. Namun fokus utama adalah bagaimana reaksi pasar saham terhadap hasil rilis data ekonomi," jelas Junichi Ishikawa, Analis IG Securities.

Ia menambahkan, sektor keuangan AS mendapatkan keuntungan dari kenaikan surat berharga baru-baru ini. "Jika data inflasi tidak tinggi itu bisa dijadikan alasan untuk menjual saham di brusa AS usai capai rekor tertinggi," tambah dia.

Adapun dolar AS tidak berubah terhadap yen yang berada di kisaran 110,51. Euro stabil di kisaran US$ 1,18. Di pasar komoditas, harga minyak Brent susut 0,3 persen ke posisi US$ 55 per barel. Sedangkan harga minyak mentah AS tergelincir 0,2 persen menjadi US$ 49,22 per barel.