Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

16 Agustus 2017

PT Kontak perkasa futures | Migrasi 4G penting untuk dukung ekosistem 5G


Kontak perkasa - Qualcomm berpendapat migrasi 4G harus terlebih dulu dilakukan dari jaringan 2G yang ada guna mendukung ekosistem 5G, yang hadir pada 2020 nanti.

"Ada konsumen yang masih memakai 2G, mereka akan menggunakan teknologi itu sampai suatu saat," kata Country Director Qualcomm Indonesia, Shannedy Ong, kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Qualcomm bekerja sama dengan operator untuk memotivasi konsumen 2G agar bermigrasi ke 4G, misalnya dengan memberi edukasi keunggulan-keunggulan yang dimiliki 4G.

Spektrum yang saat ini digunakan untuk 2G dapat dialokasikan ke 4G jika konsumennya bermigrasi.

"Saat 5G datang, mungkin 2G sudah clear out, mayoritas sudah ke 4G. Operator bisa menggunakan spektrum yang ada di 2G untuk 4G," kata dia.

Shannedy menyatakan kehadiran 5G bukan menggantikan posisi 4G, namun, bersifat komplementer, memberikan pengalaman yang efisien dan cepat dibandingkan teknologi sebelumnya.

Secara global, 5G diprediksi akan tersedia pada 2020, penggunaannya diramalkan akan sangat mendukung indsutri perangkat terhubung internet alias internet of things.

11 Agustus 2017

PT Kontakperkasa Futures | Kemenkominfo Buka 11 DNS Telegram yang Diblokir

PT Kontakperkasa Futures - Kemenkominfo Buka 11 DNS Telegram yang Diblokir



Kontakperkasa  - Setelah melakukan pertemuan secara intensif dengan penyelenggara Telegram, akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan normalisasi terhadap 11 Domain Name System (DNS) Telegram yang sebelumnya diblokir.

Menkominfo Rudiantara mengapresiasi langkah CEO Telegram Pavel Durov yang responsif. "Dalam beberapa kesempatan, Pavel Durov menyampaikan komitmennya untuk menghapus konten berisi propaganda kekerasan dan teorisme di dalam Telegram. Selanjutnya komunikasi dan sekaligus kordinasi antara Telegram dengan Kementerian Kominfo terus berlanjut sampai posisi terkini," terang Rudiantara di Gedung Kemenkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017).

Pada 14 Juli 2017, Kemenkominfo telah megirimkan notifikasi kepada Penyelenggara Jasa Akses Internet (ISP) mengenai Pemblokiran 11 DNS Platform Telegram yang berbasis web. Pemblokiran tersebut dilakukan setelah sebanyak enam kali email yang dikirimkan oleh Kemenkominfo ke Telegram sejak 26 Maret 2016 hingga 11 Juli 2017. Tetapi hal tersebut tidak direspons oleh pihak Telegram.

Tidak lama setelah pemblokiran dilakukan, tepat padanya 16 Juli 2017 CEO Telegram Pavel Durov menyampaikan komunikasi kepada Kementerian Kominfo dilanjutkan dengan komunikasi berikutnya, dan pada tanggal 1 Agustus 2017 Pavel Durov berkunjung kepada Menteri Kominfo dan bersama-sama Kementerian Kominfo menyampaikan Konferensi Pers.

Sumber: investing.com
Edited: PT Kontakperkasa Futures

10 Agustus 2017

Rusia Upayakan Lepas dari Ketergantungan Terhadap Dolar AS

Moskow menganggap AS menggunakan dominasinya dalam sistem keuangan dan moneter untuk menekan urusan negara lain, termasuk Rusia.



Kontakperkasa - Moskow berupaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sebagai mata uang pembayaran, demikian menurut Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov.

“Kami tentu saja akan berupaya dalam hal substitusi impor, pengurangan ketergantungan terhadap sistem pembayaran AS, juga dolar AS sebagai mata uang pembayaran, dan sebagainya. Ini perlu dilakukan,” ujarnya kepada majalah International Affairs, seperti yang diberitakan Sputnik.

Saat diwawancara Sputnik Radio, Senin (7/8), Ryabkov mengatakan bahwa AS menggunakan dominasinya dalam sistem keuangan dan moneter untuk menekan urusan negara lain, termasuk Rusia.

“Untuk Eropa, hal itu adalah bentuk kompetisi tidak adil yang menguntungkan AS, yang menggunakan ekstrateritorialitas serta dominasinya di sistem keuangan dan moneter internasional, sistem pembayaran internasional, serta sistem hukum, untuk menekan urusan negara lain. Baik itu urusan Tiongkok, Eropa, Rusia — apa pun,” ujar Ryabkov.

Sang wakil menteri menambahkan, kecuali pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap sistem finansial AS, Rusia akan selalu “bergantung pada hal tersebut, dan itu yang mereka (AS) inginkan.”

“Penting bagi kami untuk menciptakan skema ekonomi yang efisien yang dapat membuat kami tidak tergantung pada dolar AS dan sistem moneter mereka.”

Sumber: indonesia.rbth.com
Edited: PT Kontakperkasa Futures