Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

11 Agustus 2017

PT Kontakperkasa Futures | Kemenkominfo Buka 11 DNS Telegram yang Diblokir

PT Kontakperkasa Futures - Kemenkominfo Buka 11 DNS Telegram yang Diblokir



Kontakperkasa  - Setelah melakukan pertemuan secara intensif dengan penyelenggara Telegram, akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan normalisasi terhadap 11 Domain Name System (DNS) Telegram yang sebelumnya diblokir.

Menkominfo Rudiantara mengapresiasi langkah CEO Telegram Pavel Durov yang responsif. "Dalam beberapa kesempatan, Pavel Durov menyampaikan komitmennya untuk menghapus konten berisi propaganda kekerasan dan teorisme di dalam Telegram. Selanjutnya komunikasi dan sekaligus kordinasi antara Telegram dengan Kementerian Kominfo terus berlanjut sampai posisi terkini," terang Rudiantara di Gedung Kemenkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017).

Pada 14 Juli 2017, Kemenkominfo telah megirimkan notifikasi kepada Penyelenggara Jasa Akses Internet (ISP) mengenai Pemblokiran 11 DNS Platform Telegram yang berbasis web. Pemblokiran tersebut dilakukan setelah sebanyak enam kali email yang dikirimkan oleh Kemenkominfo ke Telegram sejak 26 Maret 2016 hingga 11 Juli 2017. Tetapi hal tersebut tidak direspons oleh pihak Telegram.

Tidak lama setelah pemblokiran dilakukan, tepat padanya 16 Juli 2017 CEO Telegram Pavel Durov menyampaikan komunikasi kepada Kementerian Kominfo dilanjutkan dengan komunikasi berikutnya, dan pada tanggal 1 Agustus 2017 Pavel Durov berkunjung kepada Menteri Kominfo dan bersama-sama Kementerian Kominfo menyampaikan Konferensi Pers.

Sumber: investing.com
Edited: PT Kontakperkasa Futures

10 Agustus 2017

Rusia Upayakan Lepas dari Ketergantungan Terhadap Dolar AS

Moskow menganggap AS menggunakan dominasinya dalam sistem keuangan dan moneter untuk menekan urusan negara lain, termasuk Rusia.



Kontakperkasa - Moskow berupaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sebagai mata uang pembayaran, demikian menurut Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov.

“Kami tentu saja akan berupaya dalam hal substitusi impor, pengurangan ketergantungan terhadap sistem pembayaran AS, juga dolar AS sebagai mata uang pembayaran, dan sebagainya. Ini perlu dilakukan,” ujarnya kepada majalah International Affairs, seperti yang diberitakan Sputnik.

Saat diwawancara Sputnik Radio, Senin (7/8), Ryabkov mengatakan bahwa AS menggunakan dominasinya dalam sistem keuangan dan moneter untuk menekan urusan negara lain, termasuk Rusia.

“Untuk Eropa, hal itu adalah bentuk kompetisi tidak adil yang menguntungkan AS, yang menggunakan ekstrateritorialitas serta dominasinya di sistem keuangan dan moneter internasional, sistem pembayaran internasional, serta sistem hukum, untuk menekan urusan negara lain. Baik itu urusan Tiongkok, Eropa, Rusia — apa pun,” ujar Ryabkov.

Sang wakil menteri menambahkan, kecuali pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap sistem finansial AS, Rusia akan selalu “bergantung pada hal tersebut, dan itu yang mereka (AS) inginkan.”

“Penting bagi kami untuk menciptakan skema ekonomi yang efisien yang dapat membuat kami tidak tergantung pada dolar AS dan sistem moneter mereka.”

Sumber: indonesia.rbth.com
Edited: PT Kontakperkasa Futures

09 Agustus 2017

PT Kontakperkasa Futures – BEI Bakal Kawal Perusahaan Startup Dapat Sumber Pendanaan

Kontakperkasa – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah memfasilitasi perusahaan berbasis digital atau startup di Indonesia untuk memperoleh pendanaan.




“Perusahaan startup itu kita berikan fasilitas berupa pelatihan dan pemahaman tambahan yang nantinya supaya mereka bisa mencari modal pendanaan untuk perkembangan perusahaannya,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di Jambi, Selasa (8/8/2017).

Kata Samsul, perusahaan kecil atau perusahaan rintisan startup tersebut diberikan pemahaman melalui program IDX Incubator dengan difasilitasi dengan para pemodal besar untuk mencari pendanaan atau modal.

“Misalnya perusahaan ini dipertemukan dengan pemodal, jadi untuk memperoleh pendanaan itu tidak harus melalui penawaran IPO, tapi bisa kita pertemukan dengan pemodal,” kata Samsul setelah melakukan kunjungannya meresmikan galeri pasar modal di Provinsi Jambi.

Sampai saat ini kata dia, telah ada sekitat 45 perusahaan rintisan yang tergabung pada program IDX Incubator tersebut. Perusahaan startup yang tergabung dalam program ini juga didorong untuk go public atau mencatatkan sahamnya di lantai bursa. Selain itu saat ini untuk mendorong perusahaan ‘startup’ agar dapat melantai di bursa efek, pihak OJK telah menurunkan aset di bawah Rp50 miliar perusahaan ‘startup’ telah dapat melakukan penawaran saham perdana atau Intial Public Offering/IPO.

Artikel lain: Kontakperkasa

“Sebelumnya untuk bisa IPO aset minimal harus Rp100 miliar, saat ini OJK telah memperbolehkan perusahaan atau ‘startup’ dengan aset Rp50 miliar dan sudah dapat melakukan penawaran umum,” katanya menjelaskan.

Dengan kelonggaran ini saat ini menurut Samsul, telah ada satu perusahaan yang bergerak disektor perdagangan e-comerce sedang memproses untuk mengajukan penawaran umum. “Saat ini untuk perusahaan startup yang sudah go publik memang belum ada, tapi saat ini ada satu perusahaan disektor e-comerce sedang dalam tahap mengajukan IPO,” katanya menambahkan.

Sumber: investing.com
Edited by: PT Kontakperkasa Futures Makassar