Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

09 Agustus 2017

PT Kontakperkasa Futures – BEI Bakal Kawal Perusahaan Startup Dapat Sumber Pendanaan

Kontakperkasa – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah memfasilitasi perusahaan berbasis digital atau startup di Indonesia untuk memperoleh pendanaan.




“Perusahaan startup itu kita berikan fasilitas berupa pelatihan dan pemahaman tambahan yang nantinya supaya mereka bisa mencari modal pendanaan untuk perkembangan perusahaannya,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di Jambi, Selasa (8/8/2017).

Kata Samsul, perusahaan kecil atau perusahaan rintisan startup tersebut diberikan pemahaman melalui program IDX Incubator dengan difasilitasi dengan para pemodal besar untuk mencari pendanaan atau modal.

“Misalnya perusahaan ini dipertemukan dengan pemodal, jadi untuk memperoleh pendanaan itu tidak harus melalui penawaran IPO, tapi bisa kita pertemukan dengan pemodal,” kata Samsul setelah melakukan kunjungannya meresmikan galeri pasar modal di Provinsi Jambi.

Sampai saat ini kata dia, telah ada sekitat 45 perusahaan rintisan yang tergabung pada program IDX Incubator tersebut. Perusahaan startup yang tergabung dalam program ini juga didorong untuk go public atau mencatatkan sahamnya di lantai bursa. Selain itu saat ini untuk mendorong perusahaan ‘startup’ agar dapat melantai di bursa efek, pihak OJK telah menurunkan aset di bawah Rp50 miliar perusahaan ‘startup’ telah dapat melakukan penawaran saham perdana atau Intial Public Offering/IPO.

Artikel lain: Kontakperkasa

“Sebelumnya untuk bisa IPO aset minimal harus Rp100 miliar, saat ini OJK telah memperbolehkan perusahaan atau ‘startup’ dengan aset Rp50 miliar dan sudah dapat melakukan penawaran umum,” katanya menjelaskan.

Dengan kelonggaran ini saat ini menurut Samsul, telah ada satu perusahaan yang bergerak disektor perdagangan e-comerce sedang memproses untuk mengajukan penawaran umum. “Saat ini untuk perusahaan startup yang sudah go publik memang belum ada, tapi saat ini ada satu perusahaan disektor e-comerce sedang dalam tahap mengajukan IPO,” katanya menambahkan.

Sumber: investing.com
Edited by: PT Kontakperkasa Futures Makassar

08 Agustus 2017

Nyonya Meneer Penyumbang Piutang Terbesar BPJS Ketenagakerjaan


Kontakperkasa - Tunggakan PT Nyonya Meneer kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menjadi salah satu penyumbang piutang terbesar kepada badan publik itu.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit Yosef Rizal mengatakan perusahaan jamu yang berdiri semenjak 1919 itu telah menunggak iuran semenjak 2011 lalu. Akibatnya piutang ini menjadi salah satu dari 25 perusahaan penunggak iuran terbesar di Indonesia.

Berdasarkan perhitungan yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan, piutang yang wajib dipenuhi perusahaan mencapai Rp8,78 miliar jika mengacu kepada upah 2011. Sedangkan jika mengacu pada upah kota Semarang terbaru, tunggakan perusahaan jamu legendaris ini mencapai Rp12,58 miliar.

“Ini tunggakan untuk keseluruhan program. Jumlah dari Jaminan Hati Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,” kata Yose kepada Bisnis di Semarang, Senin (7/8).

Yosef mengatakan peserta BPJS Ketenagakerjaan dari perusahaan ini mecapai 1.103 orang. Perusahaan tidak pernah melakukan pemenuhan hak karyawan semenjak pembayaran terakhir di 2011 lalu.

Dia mengatakan untuk menagih hak yang diamanatkan dalam Undang-undang, BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit telah meminta bantuan Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) Semarang untuk melakukan penagihan hingga penyegelan. Akan tetapi, adanya surat dari Dinas Tenaga Kerja (Naker) Kota Semarang No.560/404/2017 perihal informasi perusahaan membuat upaya penagihan tidak dapat dilakukan.

“Sudah kami serahkan ke PUPN, tapi waktu kami serahkan ke PUPN ada surat dari Naker bahwa perusahaan itu [Nyonya Meneer] tidak ada kegiatan. Sehingga PUPN tidak lagi meneruskannya. Karena dinas sendiri mengatakan tidak ada kegiatan,” katanya.

Berdasarkan salinan surat dari Dinas Naker yang didapatkan oleh Bisnis, PT Nyonya Meneer menyatakan kepada otoritas sudah tidak mempekerjakan karyawannya sebagaimana Surat Keputusan Direksi PT Nyonya Meneer No. 072/DIR/NM/VI/2016 tertanggal 10 Juni 2016 tentang Merumahkan Karyawan.

Yosef mengatakan meski sudah ada jawaban perusahaan merumahkan karyawan, sampai saat ini karyawan Nyonya Meneer tidak dapat mencairkan program Jaminan Hari Tuanya. Pasalnya perusahaan tidak membuat keputusan secara tegas tentang apakah perusahaan memang tutup atau tetap beroperasi seperti biasa.

“Sejauh ini tidak ada itikad baik dari manajemen Nyonya Meneer untuk menyelesaikan, padahal ini adalah hak pekerja. Kalau diputuskan PHK tentu pekerja akan menuntut owner membayarkan hak-hak mereka. Kalau mereka [pekerja] mencairkan JHT kami siap cairkan kapan saja. Kalau memang statusnya benar dan kedudukannya sudah jelas maka akan kami cairkan,” katanya.

Sementara itu Kuasa Hukum dari sebagian Karyawan Nyonya Meneer Yetty Any Ethika mengatakan saat ini terdapat dua permasalahan yang diajukan oleh karyawan yang diwakilinya. Permasalahan pertama, adanya dugaan penggelapan iuran JHT Karyawan. Dia mengatakan berdasarkan struk gaji, iuran untuk jaminan hari tua karyawan ini sudah dipotong oleh perusahaan sepanjang 2011-2013. Akan tetapi setelah ditelusuri ke badan, iuran ini tidak disetorkan.

“Permasalahan kedua September 2016 diumumkan PHK, namun tidak ada pemenuhan hak-hak karyawan,” katanya.

Dia mengatakan dengan keluarnya putusan pembatalan perjanjian damai dan ketetapan pailit PT Nyonya Meneer pada Kamis (3/8) lalu, pihaknya tengah menghubungi kurator untuk mendaftarkan hak sebagian pekerja yang ia wakili dan harus dipenuhi oleh perusahaan.

“Sementara untuk dugaan penggelapan kami serahkan kepada Polda jawa tengah, nanti di BAP akan kelihatan siapa yang harus bertanggung jawab,” katanya.

Terkait pelaporan ke Polda Jawa Tengahini, Humas Nyonya Meneer regina Tantrawati tidak memberikan respon atas pertanyaan yang diajukan. Sedangkan dalam kesempatan terpisah Charles Saerang Presiden Direktur Nyonya Meneer mengatakan pihaknya terus berupaya menyelesaikan kewajiban sebagaimana amar keputusan pengadilan 2015 lalu.

Kontakperkasa
PT Kontakperkasa Futures

04 Agustus 2017

Aktivitas Sektor Jasa AS Melambat Sepanjang Juli


Kontakperkasa - Aktivitas sektor jasa Amerika Serikat mencatatkan laju terlemah dalam setahun terakhir pada bulan Juli, mengindikasikan bahwa perusahaan menurunkan optimisme mereka,

Survei dari Institute for Supply Management menunjukkan indeks non-manufaktur turun ke level 53,9 pada bulan Juli, terendah sejak Agustus 2016 dan turun dari level 57,4 di bulan Juni. Adapun angka ini lebih rendah dari estimasi analis pada level 56,9.

Seperti dilansir Bloomberg, perlambatan pada sektor jasa bertentangan dengan data manufaktur ISM pekan ini yang menunjukkan bahwa sektor manufaktur lebih optimis daripada sektor jasa yang mewakili hampir 90% ekonomi.

Meskipun demikian, pertumbuhan yang lebih lambat pada penyedia layanan seperti peritel dan pengembang mungkin sejalan dengan menurunnya permintaan konsumen dan data konstruksi yang lebih lemah.

Sementara ekonomi AS terus berkembang dengan kecepatan yang moderat di tengah kenaikan lapangan kerja dan rendahnya suku bunga, penjualan ritel melemah dan pasar real estat lesu memasuki kuartal ketiga.

Pada saat bersamaan, penurunan sentimen mungkin bersifat sementara. Setelah indeks layanan turun menjadi 51,7 pada Agustus tahun lalu, indeks kemudian rebound pada bulan berikutnya dan menyentuh rata-rata sebesar 56,5 dari bulan September sampai Juni.

Menurut ISM dalam sebuah pernyataan, 15 industri melaporkan pertumbuhan pada bulan Juli sementara hanya dua yang menunjukkan kontraksi. Adapun sebagian besar komentar responden positif mengenai kondisi ekonomi dan bisnis. (sumber: bisnis.com)
Kontakperkasa
PT Kontakperkasa Futures