Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

08 Agustus 2017

Nyonya Meneer Penyumbang Piutang Terbesar BPJS Ketenagakerjaan


Kontakperkasa - Tunggakan PT Nyonya Meneer kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menjadi salah satu penyumbang piutang terbesar kepada badan publik itu.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit Yosef Rizal mengatakan perusahaan jamu yang berdiri semenjak 1919 itu telah menunggak iuran semenjak 2011 lalu. Akibatnya piutang ini menjadi salah satu dari 25 perusahaan penunggak iuran terbesar di Indonesia.

Berdasarkan perhitungan yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan, piutang yang wajib dipenuhi perusahaan mencapai Rp8,78 miliar jika mengacu kepada upah 2011. Sedangkan jika mengacu pada upah kota Semarang terbaru, tunggakan perusahaan jamu legendaris ini mencapai Rp12,58 miliar.

“Ini tunggakan untuk keseluruhan program. Jumlah dari Jaminan Hati Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,” kata Yose kepada Bisnis di Semarang, Senin (7/8).

Yosef mengatakan peserta BPJS Ketenagakerjaan dari perusahaan ini mecapai 1.103 orang. Perusahaan tidak pernah melakukan pemenuhan hak karyawan semenjak pembayaran terakhir di 2011 lalu.

Dia mengatakan untuk menagih hak yang diamanatkan dalam Undang-undang, BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit telah meminta bantuan Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) Semarang untuk melakukan penagihan hingga penyegelan. Akan tetapi, adanya surat dari Dinas Tenaga Kerja (Naker) Kota Semarang No.560/404/2017 perihal informasi perusahaan membuat upaya penagihan tidak dapat dilakukan.

“Sudah kami serahkan ke PUPN, tapi waktu kami serahkan ke PUPN ada surat dari Naker bahwa perusahaan itu [Nyonya Meneer] tidak ada kegiatan. Sehingga PUPN tidak lagi meneruskannya. Karena dinas sendiri mengatakan tidak ada kegiatan,” katanya.

Berdasarkan salinan surat dari Dinas Naker yang didapatkan oleh Bisnis, PT Nyonya Meneer menyatakan kepada otoritas sudah tidak mempekerjakan karyawannya sebagaimana Surat Keputusan Direksi PT Nyonya Meneer No. 072/DIR/NM/VI/2016 tertanggal 10 Juni 2016 tentang Merumahkan Karyawan.

Yosef mengatakan meski sudah ada jawaban perusahaan merumahkan karyawan, sampai saat ini karyawan Nyonya Meneer tidak dapat mencairkan program Jaminan Hari Tuanya. Pasalnya perusahaan tidak membuat keputusan secara tegas tentang apakah perusahaan memang tutup atau tetap beroperasi seperti biasa.

“Sejauh ini tidak ada itikad baik dari manajemen Nyonya Meneer untuk menyelesaikan, padahal ini adalah hak pekerja. Kalau diputuskan PHK tentu pekerja akan menuntut owner membayarkan hak-hak mereka. Kalau mereka [pekerja] mencairkan JHT kami siap cairkan kapan saja. Kalau memang statusnya benar dan kedudukannya sudah jelas maka akan kami cairkan,” katanya.

Sementara itu Kuasa Hukum dari sebagian Karyawan Nyonya Meneer Yetty Any Ethika mengatakan saat ini terdapat dua permasalahan yang diajukan oleh karyawan yang diwakilinya. Permasalahan pertama, adanya dugaan penggelapan iuran JHT Karyawan. Dia mengatakan berdasarkan struk gaji, iuran untuk jaminan hari tua karyawan ini sudah dipotong oleh perusahaan sepanjang 2011-2013. Akan tetapi setelah ditelusuri ke badan, iuran ini tidak disetorkan.

“Permasalahan kedua September 2016 diumumkan PHK, namun tidak ada pemenuhan hak-hak karyawan,” katanya.

Dia mengatakan dengan keluarnya putusan pembatalan perjanjian damai dan ketetapan pailit PT Nyonya Meneer pada Kamis (3/8) lalu, pihaknya tengah menghubungi kurator untuk mendaftarkan hak sebagian pekerja yang ia wakili dan harus dipenuhi oleh perusahaan.

“Sementara untuk dugaan penggelapan kami serahkan kepada Polda jawa tengah, nanti di BAP akan kelihatan siapa yang harus bertanggung jawab,” katanya.

Terkait pelaporan ke Polda Jawa Tengahini, Humas Nyonya Meneer regina Tantrawati tidak memberikan respon atas pertanyaan yang diajukan. Sedangkan dalam kesempatan terpisah Charles Saerang Presiden Direktur Nyonya Meneer mengatakan pihaknya terus berupaya menyelesaikan kewajiban sebagaimana amar keputusan pengadilan 2015 lalu.

Kontakperkasa
PT Kontakperkasa Futures

04 Agustus 2017

Aktivitas Sektor Jasa AS Melambat Sepanjang Juli


Kontakperkasa - Aktivitas sektor jasa Amerika Serikat mencatatkan laju terlemah dalam setahun terakhir pada bulan Juli, mengindikasikan bahwa perusahaan menurunkan optimisme mereka,

Survei dari Institute for Supply Management menunjukkan indeks non-manufaktur turun ke level 53,9 pada bulan Juli, terendah sejak Agustus 2016 dan turun dari level 57,4 di bulan Juni. Adapun angka ini lebih rendah dari estimasi analis pada level 56,9.

Seperti dilansir Bloomberg, perlambatan pada sektor jasa bertentangan dengan data manufaktur ISM pekan ini yang menunjukkan bahwa sektor manufaktur lebih optimis daripada sektor jasa yang mewakili hampir 90% ekonomi.

Meskipun demikian, pertumbuhan yang lebih lambat pada penyedia layanan seperti peritel dan pengembang mungkin sejalan dengan menurunnya permintaan konsumen dan data konstruksi yang lebih lemah.

Sementara ekonomi AS terus berkembang dengan kecepatan yang moderat di tengah kenaikan lapangan kerja dan rendahnya suku bunga, penjualan ritel melemah dan pasar real estat lesu memasuki kuartal ketiga.

Pada saat bersamaan, penurunan sentimen mungkin bersifat sementara. Setelah indeks layanan turun menjadi 51,7 pada Agustus tahun lalu, indeks kemudian rebound pada bulan berikutnya dan menyentuh rata-rata sebesar 56,5 dari bulan September sampai Juni.

Menurut ISM dalam sebuah pernyataan, 15 industri melaporkan pertumbuhan pada bulan Juli sementara hanya dua yang menunjukkan kontraksi. Adapun sebagian besar komentar responden positif mengenai kondisi ekonomi dan bisnis. (sumber: bisnis.com)
Kontakperkasa
PT Kontakperkasa Futures

03 Agustus 2017

Saham Apple Angkat Dow Jones Tembus Level 22.000


Kontakperkasa - Indeks Dow Jones menyentuh level 22.000 untuk pertama kalinya pada perdagangan Rabu, (2/8/2017), didukung oleh kinerja Apple menyusul penjualan iPhone yang kuat di kuartal II.

Di sisi lain, pelemahan pada saham sektor teknologi lainnya menahan pergerakan indeks Nasdaq dan S&P 500

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,24% ke level 22.016,24, rekor tertinggi sepanjang masa. Adapun indeks Standard & Poor’s 500 naik 0,05% ke 2.477,57 dan Nasdaq Composite flat di 6.362,65.

Saham Apple melonjak 4,73% ke rekor tertinggi setelah perusahaan publik terbesar di dunia ini merilis laporan keuangan yang positif. Saham Apple telah menguat hingga 36% sepanjang tahun ini.

Penguatan saham produsen iPhone ini mendorong indeks Dow ke rekor tertinggi, meskipun saham teknologi lain seperti Microsoft, Facebook dan Alphabet melemah.

Seperti dilansir Reutes, beberapa investor percaya bahwa perusahaan harus mulai mengurangi porsi buyback saham dan lebih banyak berinvestasi pada teknologi untuk meningkatkan produktivitas guna menopang kenaikan saham lebih lanjut.

"Apple, yang menjadi jantung (sektor teknologi), memiliki banyak paparan terhadap konsumen, dan konsumen dalam kondisi sangat baik, namun kami ingin melihat adanya beberapa belanja modal," kata Mike Baele, managing director US Bank Private Client Wealth Management, seperti dilansir Reuters.

Sementara itu, saham Microsoft tergelincir 0,44% dan Facebook melemah 0,33 persen, Keduanya merupakan hambatan terberat pada indeks S&P 500 dan Nasdaq. (sumber:bisnis.com)