Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

04 Agustus 2017

Aktivitas Sektor Jasa AS Melambat Sepanjang Juli


Kontakperkasa - Aktivitas sektor jasa Amerika Serikat mencatatkan laju terlemah dalam setahun terakhir pada bulan Juli, mengindikasikan bahwa perusahaan menurunkan optimisme mereka,

Survei dari Institute for Supply Management menunjukkan indeks non-manufaktur turun ke level 53,9 pada bulan Juli, terendah sejak Agustus 2016 dan turun dari level 57,4 di bulan Juni. Adapun angka ini lebih rendah dari estimasi analis pada level 56,9.

Seperti dilansir Bloomberg, perlambatan pada sektor jasa bertentangan dengan data manufaktur ISM pekan ini yang menunjukkan bahwa sektor manufaktur lebih optimis daripada sektor jasa yang mewakili hampir 90% ekonomi.

Meskipun demikian, pertumbuhan yang lebih lambat pada penyedia layanan seperti peritel dan pengembang mungkin sejalan dengan menurunnya permintaan konsumen dan data konstruksi yang lebih lemah.

Sementara ekonomi AS terus berkembang dengan kecepatan yang moderat di tengah kenaikan lapangan kerja dan rendahnya suku bunga, penjualan ritel melemah dan pasar real estat lesu memasuki kuartal ketiga.

Pada saat bersamaan, penurunan sentimen mungkin bersifat sementara. Setelah indeks layanan turun menjadi 51,7 pada Agustus tahun lalu, indeks kemudian rebound pada bulan berikutnya dan menyentuh rata-rata sebesar 56,5 dari bulan September sampai Juni.

Menurut ISM dalam sebuah pernyataan, 15 industri melaporkan pertumbuhan pada bulan Juli sementara hanya dua yang menunjukkan kontraksi. Adapun sebagian besar komentar responden positif mengenai kondisi ekonomi dan bisnis. (sumber: bisnis.com)
Kontakperkasa
PT Kontakperkasa Futures

03 Agustus 2017

Saham Apple Angkat Dow Jones Tembus Level 22.000


Kontakperkasa - Indeks Dow Jones menyentuh level 22.000 untuk pertama kalinya pada perdagangan Rabu, (2/8/2017), didukung oleh kinerja Apple menyusul penjualan iPhone yang kuat di kuartal II.

Di sisi lain, pelemahan pada saham sektor teknologi lainnya menahan pergerakan indeks Nasdaq dan S&P 500

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,24% ke level 22.016,24, rekor tertinggi sepanjang masa. Adapun indeks Standard & Poor’s 500 naik 0,05% ke 2.477,57 dan Nasdaq Composite flat di 6.362,65.

Saham Apple melonjak 4,73% ke rekor tertinggi setelah perusahaan publik terbesar di dunia ini merilis laporan keuangan yang positif. Saham Apple telah menguat hingga 36% sepanjang tahun ini.

Penguatan saham produsen iPhone ini mendorong indeks Dow ke rekor tertinggi, meskipun saham teknologi lain seperti Microsoft, Facebook dan Alphabet melemah.

Seperti dilansir Reutes, beberapa investor percaya bahwa perusahaan harus mulai mengurangi porsi buyback saham dan lebih banyak berinvestasi pada teknologi untuk meningkatkan produktivitas guna menopang kenaikan saham lebih lanjut.

"Apple, yang menjadi jantung (sektor teknologi), memiliki banyak paparan terhadap konsumen, dan konsumen dalam kondisi sangat baik, namun kami ingin melihat adanya beberapa belanja modal," kata Mike Baele, managing director US Bank Private Client Wealth Management, seperti dilansir Reuters.

Sementara itu, saham Microsoft tergelincir 0,44% dan Facebook melemah 0,33 persen, Keduanya merupakan hambatan terberat pada indeks S&P 500 dan Nasdaq. (sumber:bisnis.com)

02 Agustus 2017

CPNS KEMENKUM-HAM & MA: Mayoritas Pelamar Keluhkan Nomor KTP Tidak Terdaftar


Kontak perkasa - Hari pertama pelaksanaan pendaftaran online Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2017 di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM serta Mahkamah Agung sebagian besar calon pelamar terkendala dengan nomor KTP yang belum terdaftar.

Kasus seperti itu terjadi dalam pendaftaran CPNS sebelumnya, di mana sebagian peserta mengeluhkan terkait dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak terdaftar datanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pendaftaran CPNS di kedua instansi tersebut dibuka serentak Selasa (1/8) melalui laman yang sudah tersedia yakni di sscn.bkn.go.id. Pelamar harus menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP yang sesuai dengan NiK Kartu Keluarga.

Namun, seperti terjadi pada pendaftaran CPNS sebelumnya, keluhan dan pengaduan yang disampaikan melaui media sosial Kementerian PANRB seperti twitter, facebook dan instagram, kebanyakan berkaitan dengan NIK. Hingga pukul 17.00 WIB, tercatat lebih dari 300 keluhan yang masuk melaui medsos.

Ada yang menyampaikan bahwa NIK tidak terdaftar atau yang tidak ada datanya, dan NIK yang tidak keluar nomornya walaupun sudah melakukan pendaftaran online.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Muhammad Ridwan mengatakan, pihaknya tidak tinggal diam, tetapi terus berkoordinasi dengan pihak Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri

"Ternyata pihak Dukcapil hanya bisa menerima satu juta permintaan per hari," ujar Iwan yang dihubungi melalui telepon, Selasa (1/8) sebagaimana publikasi resmi Menpan-RB di situsnya yang dikutip Bisnis.com Rabu (2/8) pagi ini.

Menurut Ridwan, pihaknya tengah memastikan lagi apakah itu hanya Dukcapil pada sscn atau Dukcapil seluruh Indonesia. Yang jelas satu hari Dukcapil hanya bisa menerima satu juta permintaan .

Ridwan menambahkan bahwa pada hari pertama pendaftaran ini web sscn.bkn.go.id dapat diakses dengan baik dan tidak down.

"Web pendaftaran Alhamdulillah lancar, meskipun website resmi BKN sempat down. Tapi kesimpulan secara keseluruhan baik, dan 80% hanya terkendala NIK," imbuhnya lagi.

Sebelumnya, Karo Hukum dan Komunikasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Herman Suryatman sudah mengingatkan agar calon pelamar cermat dan tidak terburu-buru dalam melakukan pendaftaran, karena masih bisa dilakukan pada hari-hari berikutnya sebelum pendaftaran ditutup.

Selain itu juga untuk menghindari agar tidak terjadi penumpukan pada saat melakukan pendaftaran online. (sumber: bisnis.com)
Kontak perkasa
PT Kontak Perkasa Futures