Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

31 Juli 2017

Asus hadirkan Zenfone Zoom S versi rose gold | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - Hadir pertama kali di medio kuartal kedua 2017 dengan varian warna Navy Black dan Glacier Silver, Asus Zenfone Zoom S kini hadir dalam versi rose gold.

"Setelah ASUS ZenFone Zoom S tersedia luas di pasaran Indonesia, ternyata kami mendapatkan masukan dari pengguna yang sebelumnya tidak kami prediksi akan menggemari produk yang satu ini. Untuk itu kali ini kami menghadirkan ASUS ZenFone Zoom S dengan warna Rose Gold," kata Country Marketing Manager ASUS Indonesia, Galip Fu, dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA News, Senin.

Dipasarkan di harga yang sama, Galip menambahkan, ASUS ZenFone Zoom S versi Rose Gold hadir dalam jumlah terbatas, hanya 1.000 unit saja untuk di seluruh Indonesia.

Menyasar segmen mid-high, smartphone tersebut mengusung keunggulan utama di kamera yang menawarkan fungsi zoom hingga 12x, dan menawarkan baterai berkapasitas 5.000 mAh yang memungkinkan pengalaman all day photography bagi penggunanya.

"ZenFone Zoom S juga merupakan model pertama yang dilengkapi dengan SuperPixel Camera yang memungkinkannya mengambil foto secara cepat dan jelas di malam hari atau kondisi low-light," ujar Galip.

Dikombinasikan dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 625, Zenfone Zoom S dikemas dalam body dengan tebal 7,9 milimeter dan bobot 170 gram.


Simak juga : PT. KONTAK PERKASA
COPYRIGHT © ANTARA 2017

12 Juli 2017

Susi Bantu Nelayan Lepas dari Jerat Pengusaha Berwajah Mafia | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, aksi demonstrasi mengatasnamakan nelayan yang berlangsung kemarin di depan halaman Istana Negara tidak lantas menjadi sebuah kekhawatiran bagi pemerintah, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurutnya, aturan-aturan yang diberlakukan KKP oleh berbagai kalangan dinilai sudah sepenuhnya benar dan sesuai dengan semangat Nawa Cita dalam mewujudkan laut sebagai masa depan bangsa.

Dia mengungkapkan, kebijakan tersebut bahkan mendapat pengakuan dunia internasional, dan menjadikan Indonesia sebagai pionir dalam pengelolaan kelautan dan perikanan berkelanjutan dan mengutamakan kepentingan rakyat. Beberapa indikasi pun menunjukan kebijakan KKP sudah berjalan dengan baik bahkan menjadikan sektor perikanan ini kembali hidup dan lebih menjanjikan.

"Hampir dua dekade ribuan kapal asing bebas melanglang buana di tiap sudut perairan Indonesia. Mereka bahu membahu mengeruk kekayaan laut Indonesia, menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. Bukan tidak dilarang, tapi memang ada peraturan pemerintah kala itu, yang membebaskan mereka masuk dan mencuri ikan," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (12/7/2017). 

Meski kebijakannya dinilai tidak pro bisnis, namun kata Susi, kebijakan tersebut pro masyarakat yang justru membantu nelayan kecil lepas dari cengkraman para tengkulak. "Bahkan, lepas dari pengusaha perikanan berwajah mafia," imbuh dia.

Dia menuturkan, kesejahteraan nelayan meningkat, dengan naiknya stok ikan nasional dari 7,3 juta ton tahun 2013 menjadi 9,9 juta ton tahun 2015 dan naik lagi menjadi 12,5 juta ton pada 2016. Peningkatan ini terjadi karena laju pertumbuhan subsektor perikanan selalu lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional (Produk Domestik Bruto/PDB) dan jika dibandingkan dengan semua sektor penghasil barang. 

Subsektor perikanan juga lebih tinggi daripada subsektor induknya, yakni pertanian. Selain itu, Nilai Tukar Nelayan (NTN) juga meningkat 5% sampai 7% dan nilai tukar usaha perikanan (NTUP) meningkat 20%. "Pada Mei 2017 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis naiknya daya beli nelayan. Nilai Tukar Nelayan (NTN) naik sebesar 0,30%," pungkasnya. 



Simak juga : PT. KONTAK PERKASA
Sumber : ekbis.sindonews

07 Juli 2017

Mencicipi Xoi, ketan susu ala Vietnam | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES - Bepergian ke Vietnam, terutama Ho Chi Minh City belum lengkap apabila tidak mencicipi kuliner khas daerah tersebut, salah satunya Xoi. 

Salah satu pelancong dari Indonesia Rosaria Listiani (19) saat ditemui di Ho Chi Minh, Kamis (6/7), juga tidak ingin melewatkan Kuliner yang satu itu.

Xoi (dibaca soy) merupakan camilan yang banyak ditemui di pusat keramaian kota Ho Chi Minh, salah satunya pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Vietnam, Ben Thanh Market atau Pasar Ben Thanh.

Layaknya penganan berbahan dasar nasi ketan pada umumnya, Xoi terbuat dari nasi ketan yang dimasak kemudian ditaburi kelapa parut dan santan kental nan manis.

Bedanya, Xoi tak hanya berwarna putih polos, melainkan beraneka warna, ada hijau, kuning, oranye bahkan ungu. 

Selain itu, ketan ini tidak menggunakan susu kental manis, hanya santan kental yang sudah dimasak dengan gula, seolah terlihat seperti susu kental manis. 

Rosaria yang akrab disapa Ocha mengaku itu pertama kalinya Ia menikmati camilan khas Ho Chi Minh itu. 

"Ini enak banget, rasanya mirip dengan ketan di Indonesia," ujar Ocha yang mulai bosan dengan kuliner Vietnam tersebut. 

Ocha pun melahap habis satu porsi Xoi yang dihargai 20.000 Dong Vietnam atau sekitar Rp12.000.

Gadis asal Salatiga, Jawa Tengah, itu pun akan kembali membeli lagi penganan yang cukup mengenyangkan itu.

Berbeda dengan Ocha, pelancong asal Aceh, Intan (17), mengaku kurang menyukai camilan Xoi. 

"Kok aku kurang suka ya, rasanya kurang cocok," kata mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Unsyiah Kuala, Aceh itu. 

Sementara itu, warga Vietnam sendiri tak mau kalah juga berburu camilan tersebut.

Nancy yang merupakan warga negara Vietnam, tepatnya berasal dari wilayah Tengah Vietnam, Da Nang, membeli Xoi di Pasar Ben Thanh saat kunjungannya ke Ho Chi Minh. 

"Rasanya manis, saya suka dan ini aman untuk wisatawan muslim karena halal," ujarnya.

Xoi banyak ditemukan di sepanjang jalan Pasar Ben Thanh yang banyak menjajakan oleh-oleh serta berbagai produk Khas Vietnam.

Pasar Ben Thanh juga terkenal sebagai tempat yang wajib dikunjungi ketika berkunjung di Kota Ho Chi Minh. 

Namun, ada yang harus diperhatikan, pengunjung harus pintar menawar karena penjual memasang harga yang sangat tinggi pada awalnya.

Selain itu, hati-hati dalam membawa barang berharga, jangan terlalu sering menunjukkan di depan umum karena sangat mencolok dan mengundang perhatian. 

Apabila ingin berfoto atau merekam, seperlunya saja, kemudian masukan kembali ke dalam tas yang diposisikan di depan, bukan di belakang demi keamanan. 

COPYRIGHT © ANTARA 2017