Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

04 Juli 2017

Rupiah Dibuka Menyusut Usai Libur Lebaran Saat USD Stabil | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka menyusut, untuk melanjutkan tren negatif. Pasca libur Lebaran, kondisi rupiah terlihat masih sulit bangkit ketika USD cenderung stabil, meski masih rentan menurun. 

Posisi rupiah pagi ini menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, dibuka melemah ke level Rp13.325/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah lebih buruk dibandingkan sebelumnya Rp13.319/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance di awal perdagangan bulan Juli, rupiah pagi berada pada level Rp13.323/USD atau menyusut dari penutupan sebelumnya di level Rp13.321/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran harian Rp13.298-Rp13.348/USD.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah masih terbebani ke level Rp13.329/USD dari sebelumnya di posisi Rp13.324/USD. Posisi tersebut tidak lebih baik dengan bergerak di kisaran level Rp13.316-Rp13.338/USD.

Seperti dilansir Reuters, Senin (3/7/2017) dolar mulai membaik, meski masih goyah di bayangi kebijakan bank sentral Eropa. USD bangkit dari posisi terendah dalam sembilan bulan terhadap beberapa mata uang utama di awal pekan. Namun sedikit gemetar ketika Bank Sentral Eropa memberikan sinyal untuk memperluas kebijakan moneter. 

Indeks USD terhadap enam mata uang utama lain terlihat lebih tinggi 0,1% di level 95.729, merangkak dari posisi terendah sembilan pulan yakni 95.470 di akhir pekan kemarin. Greenback terbebani komentar hawkish dari meningkatnya harapan bankir bahwa Bank Sentral Eropa, Bank of England, dan Bank of Canada akhirnya bakal memperketat kebijakan mereka. 

USD bertambah tidak terlalu besar yakni mencapai sebesar 0,1% menjadi 112.435 saat melawan yen, ketika sempat jatuh ke 111.900 sebelumnya sebelum naik kembali dengan cepat. Sementara euro turun 0,1% menjadi 1.1413 terhadap USD, ketika mencapai posisi tertinggi 14 bulan pada hari Jumat yakni 1.1445.

Skeptisisme bahwa Federal Reserve akan mampu menaikkan suku bunga lagi tahun ini di tengah-tengah batch terbaru data ekonomi AS yang lemah diyakini bakal memperkuat euro. Di sisi lain Pounds juga berkurang 0,2% di level USD1.3003. 


Sumber : ekbis.sindonew

03 Juli 2017

AS Berencana Jual Senjata USD1,42 Miliar ke Taiwan | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Amerika Serikat berencana menjual senjata kepada Taiwan dengan nilai USD1,42 miliar atau setara Rp18,9 triliun (estimasi kurs Rp13.346/USD). Mengutip dari Reuters, Jumat (30/6/2017), penjualan senjata ke Taiwan di bawah pemerintahan Donald Trump ini, ditengarai akan membuat China kesal.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan bahwa Kongres sudah menyetujui rencana penjualan senjata tersebut. Nilai sebesar USD1,42 miliar ini termasuk dukungan teknis untuk radar peringatan dini, rudal anti-radiasi dengan kecepatan tinggi, torpedo, dan komponen rudal.

Nauert mengatakan penjualan tersebut merupakan dukungan Amerika terhadap Taiwan untuk mempertahankan diri. Meski demikian, Amerika Serikat tidak akan mengubah kebijakan “Satu China” yang telah berlangsung sejak 1979.

Boleh jadi, penjualan ini sebagai strategi Tit for Tat dari Amerika, dimana China dinilai kurang mampu untuk menekan sekutunya Korea Utara dalam meredam ambisi uji coba rudal Kim Jong-un.
 
Penjualan senjata AS ke Taiwan ini juga menjadi yang pertama di bawah era Trump, dimana sebelumnya pada Desember 2015, Barack Obama telah menyetujui penjualan senjata senilai USD1,83 miliar, yang membuat China cemas. Paket penjualan era Obama, termasuk dua kapal frigat angkatan laut, rudal anti-tank, dan kendaraan pengangkut amfibi.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan paket terbaru penjualan ini untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Taiwan, yang sebelumnya era analog menjadi era digital.

Kementerian Pertahanan Taiwan sendiri menyebut pengadaan alat utama sistem persenjataan ini akan meningkatkan kemampuan tempur, tempur laut, dan pertahanan peringatan dini. "Kami akan secepat mungkin mendiskusikan dengan Amerika Serikat mengenai pembelian, durasi, jumlah dan rincian lainnya, dan merencanakan anggaran tindak lanjut," kata Kementerian Pertahanan Taiwan.

Partai Republik AS mengatakan penjualan ini juga sebagai langkah konsolidasi kemitraan keamanan untuk menjaga stabilitas jangka panjang di kawasan Asia Timur. 

“Penjualan senjata pertahanan untuk kebutuhan Taiwan, merupakan ketentuan utama dari komitmen kami sebagaimana Taiwan Relations Act dan Six Assurances,” kata Ed Royce dari Partai Republik, mengacu kepada undang-undang dan pedoman informal hubungan AS dengan Taiwan.

Undang-undang tadi membuat China geram dengan Washington. Pada Kamis kemarin, China menyerukan pihaknya melakukan aksi unjuk rasa setelah Komite Senat AS juga menyetujui sebuah RUU yang menyerukan dimulainya kembali kunjungan Angkatan Laut AS ke Pelabuhan Taiwan. Sejak 1979 alias sejak AS mengakui “Satu China”, angkatan laut mereka absen mengunjungi pelabuhan di Taiwan.

RUU baru ini juga mengarahkan Departemen Pertahanan AS alias Pentagon untuk membantu Taiwan mengembangkan program perang bawah laut demi memperkuat kerja sama strategis dengan Taipei.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan beleid di atas melanggar prinsip-prinsip hubungan AS-China, dan meminta Washington untuk menghentikan latihan militer dan penjualan senjata ke Taiwan.

Pejabat AS mengatakan kepada Reuters, bahwa penjualan di bawah era Trump ini, karena Amerika sudah frustasi dengan China yang dianggap tidak serius dalam bertindak kepada Korea Utara dan mengatasi defisit perdagangan.

Menurut pejabat tersebut, Trump sekarang mulai mempertimbangkan kembali perdagangan terhadap Beijing. Padahal pada April lalu, kedua negara sepakat untuk meningkatkan hubungan perdagangan setelah kedatangan Presiden China Xi Jinping ke resor Mar-a-Lago di Florida, Miami.

Bagi China sendiri, mereka bisa menggagalkan penjualan ini dengan memanfaatkan pertemuan KTT G20 di Jerman pada pekan depan. Penasihat Keamanan Nasional AS McMaster mengatakan kepada media massa, dalam pertemuan G20 ada rencana Trump bertemu dengan Xi. 



Sumber : ekbis.sindonews

23 Juni 2017

1 Juli Tarif Dasar Listrik Naik Lagi | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - Tarif Dasar Listrik (TDL) kembali akan mengalami kenaikan. Per tanggal 1 Juli 2017, tarif baru akan mulai berlaku. Hal ini seperti disampaikan Kepala PLN Ranting Sinjai, Mutalib. Ikhwal kenaikan TDL ini sendiri diketahui, setelah muncul beragam keluhan dari warga di Kabupaten Sinjai. 
"Sebenarnya bukan naik. Tapi pencabutan subsidi. Ini sudah keputusan pemerintah. Per tanggal 1 Juli mendatang, tarif baru adalah Rp1.467,28 per KWH," beber Mutalib, kepada Rakyatku.com, Jumat (5/5/2017).  
Mutalib menambahkan, untuk listrik rumahan dengan daya 900 KWH, subsidinya sudah dicabut. Meski memang masih dilakukan secara bertahap. "Kecuali bagi pelanggan yang masuk kategori warga miskin dan terdaftar di Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan," sambungnya.
Soal sosialisasi kenaikan TDL, Mutalib mengakuinya memang kurang dilakukan ke masyarakat. Sosialisasi serupa, menurut Mutalib, akan dilakukan jika ada instruksi dari pemerintah. "Jika pemerintah meminta, kami siap. Karena kami punya mekanisme," tutupnya. 
Kenaikan tarif listrik untuk golongan daya 900 VA sebelumya per tanggal 1 Maret 2017 lalu berlaku sebesar Rp1.034 per KWH. Per 1 Mei lalu, naik lagi menjadi Rp1.352 per KWH atau naik sekitar 30%. 
Terpisah, salah seorang pelanggan PLN berbasis voucher, Nurfatih, mengeluhkan kenaikan TDL ini. Apalagi, sosialisasi dari PLN terbilang tidak pernah dilakukan. Warga Desa Saukang, Kecamatan Sinjai Timur itu mengaku baru mengetahui ketika membeli voucher listrik. 
"Bulan Maret lalu (listrik) naik. Ternyata per tanggal 1 Mei ini naik lagi. Soalnya pada bulan Maret yang lalu saya beli voucher 100 ribu, jumlah KWH yang tertera masih 88,0. Namun setelah bulan ini saya beli lagi dengan nominal yang sama, jumlah KWH tinggal 67,3. Kalau begini kan kita pelanggan jadi kecewa," tukasnya. 



Simak juga : PT. KONTAK PERKASA
Sumber :news.rakyatku