Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

20 Juni 2017

Kembali Puncaki Klasemen Liga 1, PSM Langsung Incar Persib | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - PSM Makassar kembali menguasai puncak klasemen sementara Liga 1, usai menang 1-0 atas Pusamania Borneo FC di Stadion Andi Mattalatta, Senin malam, 19 Juni 2017.
Tambahan tiga poin, membuat PSM menggeser Madura United dari puncak klasemen. Meski baru menang, PSM langsung bersiap untuk laga selanjutnya di kandang Persib Bandung. 
PSM akan melakoni laga krusial menghadapi Persib pada awal Juli mendatang, Rabu 5 Juli 2017. Laga ini digelar setelah Liga 1 diliburkan, karena liburan Lebaran.
"Kami fokus menatap pertandingan selanjutnya melawan (Persib) Bandung," kata Pelatih PSM, Robert Rene Albert.
Ia optimistis, anak asuhnya akan tampil maksimal melawan Maung Bandung. 
Robert mengakui, timnya tidak akan mudah mencuri poin dalam laga tandang tersebut. Tetapi, hal itu bukan tidak mungkin untuk dilakukan. 
"Di liga ini, tim mana pun bisa menjadi pesaing berat. Tidak ada yang difavoritkan. Misalnya Persib yang diunggulkan, tetapi hasilnya kita bisa lihat," jelasnya. 
"Faktanya, dalam 11 laga, kami tetap jadi nomor satu. Itu menjadi motivasi untuk kami, supaya tetap bisa mempertahankan capaian itu," tambah pelatih asal Belanda itu. 


Simak juga : PT. KONTAK PERKASA
Sumber : viva.co.id


16 Juni 2017

Harga Minyak Mentah Ambruk Dihantam Lonjakan Produksi Global | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak mentah dunia pada awal perdagangan hari ini, Jumat (16/6/2017) ambruk mendekati posisi terendah dalam enam bulan. Banjir pasokan global memberikan tekanan kepada pasar minyak Internasional, meskipun Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memimpin kebijakan pengurangan produksi. 

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka Brent tercatat turun mencapai 6 sen atau 0,1% di level USD46,86 per barel pada pukul 00.45 GMT. Sementara harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) menyusut 8 sen yang setara dengan 0,2% menjadi USD44,38 per barel.

Harga patokan untuk keduanya telah mengalami pelemahan lebih dari 13% sejak akhir Mei, lalu ketika OPEC menegaskan janji mereka untuk memangkas produksi minyak sebesar 1,8 juta barel per hari (bpd). Bahkan kebijakan tersebut ditambah sembilan bulan sehingga akan tetap berjalan sampai akhir kuartal pertama tahun 2018.

Diperkirakan pelemahan harga minyak dunia masih berlanjut, saat langkah OPEC menjaga keseimbangan pasokan internasional mendapatkan perlawanan dari peningkatan produksi minyak AS. "Produksi minyak di Amerika Serikat lebih tinggi dan data tanker minyak menunjukkan pengiriman OPEC tetap kuat," kata bank ANZ.

Ekspor yang tinggi dan produksi dari negara lain, termasuk Rusia dan Amerika Serikat, juga berkontribusi terhadap banjir pasokan yang sedang berlangsung. Namun produsen top seperti Rusia yang bukan anggota OPEC turut berpartisipasi dalam kesepakatan. 

Meski begitu ekspor mereka diperkirakan meningkat 61.2 juta ton minyak pada kuartal ketiga (sekitar 5 juta bpd) dibandingkan 60,5 juta ton di kuartal kedua, melalui jaringan pipa, berdasarkan sumber industri dan perhitungan Reuters. Tambah pengiriman kapal tanker Rusia serta total ekspor kemungkinan berada di atas 9 juta bpd.

Di Amerika Serikat, yang tidak berpartisipasi dalam kesepakatan untuk menahan produksi, produksi minyak telah meningkat lebih dari 10%  tahun lalu menjadi 9,3 juta bpd dan administrasi informasi energi (EIA) mengharapkan angka itu meningkat melebihi 10 juta bpd pada tahun 2018. 



Sumber : ekbis.sindonews

15 Juni 2017

Harga Minyak Turun Dekati Level Terendah dalam Tujuh Bulan | PT. KONTAK PERKASA


PT. KONTAK PERKASA - Harga minyak dunia kembali terperosok alias melemah mendekati level terendah dalam tujuh bulan. Kondisi ini terpengaruh persediaan global yang tinggi dan keraguan mengenai kemampuan OPEC untuk menerapkan pemotongan produksi.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/6/2017), harga minyak mentah Brent turun 7 sen atau 0,2% menjadi USD46,93 per barel pada pukul 00.53 GMT, setelah merosot hampir 4% pada sesi sebelumnya. Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 12 sen atau 0,3% menjadi USD44,61 per barel.

Tolok ukur berjangka minyak mentah berada di dekat tingkat terendah sejak akhir November tahun lalu ketika penurunan terjadi produksi yang dipimpin oleh Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang diumumkan utnuk pertama kali.

Harga minyak brent dan WTI turun lebih dari 12% sejak dibuka pada 25 Mei, ketika terjadi kesepakatan untuk memperpanjang pemotongan produksi sampai akhir kuartal pertama tahun depan, dan bukannya berakhir bulan ini seperti yang direncanakan semula.

"Ekspor OPEC 2017 hanya turun sebesar 0,3 juta barel per hari (bpd) dari baseline Oktober 2016," kata analis AB Bernstein dalam sebuah catatannya.

Janji OPEC akan mengurangi sekitar 1,2 juta bpd, sementara produsen lain termasuk Rusia akan mengurangi total menjadi hampir 1,8 juta bpd. Namun, beberapa anggota OPEC termasuk Nigeria dan Libya telah dibebaskan dari pemotongan produksi, dan produksi mereka yang meningkat merongrong upaya yang dipimpin Arab Saudi.

Sementara itu, produksi di Amerika Serikat yang tidak berpartisipasi dalam kesepakatan tersebut telah melonjak lebih dari 10% sepanjang tahun lalu menjadi 9,33 juta bph.

"Pertumbuhan produksi di Libya dan Nigeria dan penambahan rig di AS semakin menyulitkan gambaran tersebut, meningkatkan keraguan pada strategi OPEC. Untuk persediaan OECD untuk kembali ke tingkat yang dinormalisasi, OPEC perlu menguras 34 juta barel per bulan atau 1 juta barel untuk 10 bulan ke depan. Ini terlihat menantang," kata AB Bernstein.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pekan ini bahwa pasokan minyak tahun depan masih akan melampaui permintaan meskipun konsumsi mencapai 100 juta barel per hari untuk pertama kalinya.




Simak juga : PT. KONTAK PERKASA
Sumber : ekbis.sindonews