Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

31 Mei 2017

Pemerintah Gelar Rakor Tindaklanjuti Investasi Arab Saudi | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution hari ini menggelar rapat koordinasi (rakor) membahas promosi dan investasi Kerajaan Arab Saudi. Rakor ini merupakan pembicaraan lebih lanjut soal kerja sama investasi dengan Timur Tengah. 

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong melanjutkan, kunjungan beberapa kepala negara Timur Tengah ke Indonesia beberapa waktu lalu, membawa rencana investasi yang menjanjikan dan harus segera ditindaklanjuti. 

"Jadi dari kunjungan Raja Salman kemudian kemarin Pak Presiden kan ke Riyadh untuk USA-Arab Islam Summit. Di sana beliau (Jokowi) juga ketemu dengan beberapa kepala negara UEA, Qatar dan sebagainya, jadi ada beberapa tindak lanjut untuk memfasilitasi dari Timur Tengah," kata Thomas, Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Langkah tindaklanjut investasi tersebut dibuktikan dengan beberapa negara-negara yang sudah mengajukan rancangan perjanjian perlindungan investasi sejak lama, namun sampai sekarang belum terealisasi, dan perlu dibicarakan kembali. 

"Mereka sudah mengajukan rancangan perjanjian perlindungan investasi sejak 2012 dan itu sampai sekarang belum ditindaklanjuti. Jadi itu mau kami tuntaskan segera, jadi perjanjian antar pemerintah tentang perlindungan investasi," kata dia. 

Perlindungan investasi yang dimaksud nantinya, sebut Thomas, lebih ke arah perlindungan hukum investasi yang akan dijalankan investor. 

"Misalnya ada sengketa investasi, jadi bagaimana penyelesaian sengketanya, terus klarifikasi bahwa memang tidak ada ekspropriasi (pengambilan atas aset sebagai kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan) penyitaan investasi oleh negara," pungkasnya. 


Sumber : ekbis.sindonews

23 Mei 2017

Bursa saham Tokyo dibuka datar menyusul ledakan di Manchester | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA -  Saham-saham Tokyo dibuka hampir datar pada Selasa, karena suasana ragu-ragu dalam perdagangan awal menyusul berita tentang ledakan dan korban tewas dalam sebuah konser di Manchester.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks Nikkei-225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) naik tipis 4,32 poin atau 0,02 persen dari penutupan Senin (22/5) menjadi 19.682,60 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari semua saham papan utama beringsut 0,44 poin atau 0,03 persen lebih tinggi menjadi diperdagangkan pada 1.568,09 poin.

Saham-saham yang berhubungan dengan instrumen presisi dan produk karet paling banyak mendapat keuntungan dalam 15 menit pertama perdagangan, demikian laporan Xinhua.

Simak juga : PT. KONTAK PERKASA
COPYRIGHT © ANTARA 2017

12 Mei 2017

Harga Minyak Dunia Bangkit Saat Saudi Pangkas Pasokan ke Asia | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak mentah dunia pada perdagangan hari ini meningkat, bahkan Brent mampu kembali melewati level USD50 per barel. Hal ini terimbas dari penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) dan lebih dari yang diharapkan Arab Saudi memangkas pasokan ke AS dalam upaya memperketat pasar. 

Seperti dilansir Reuters, Kamis (11/5/2017) harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan internasional berada di posisi USD50,33 per barel, pada pukul 00.39 GMT atau naik 11 sen mendekati 0,2% dari sesi terakhir. Sedangkan minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada level USD47,46 per barel dengan tambahan 13 sen atau 0,3% dibandingkan sesi sebelumnya. 

"Kami melihat dorongan terbesar adalah persedian untuk tahun lalu yang telah turun lebih dari 5 juta barel. Mulai terlihat upaya pemotongan produksi yang dilakukan OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia) mulai menggigit," ujar Strategi Pasar CFD and FX provider AxiTrader Greg McKenna. 

Seperti diketahui OPEC ditambah produsen minyak lainnya termasuk Rusia telah berjanji untuk mengurangi produksi hampir lebih dari 1,8 juta barel per hari (bpd) selama paruh pertama tahun 2017. Namun sejauh ini telah ada beberapa sinyal bahwa dalam pasar global sebagian produsen masih melindungi pelanggan terbesar mereka terutama dari Asia, menjaga imbas dari pengurangan produksi. 

Tapi setelah harga minyak Brent kembali jatuh di bawah level USD50 per barel pekan lalu, analis mengatakan produsen merasa dipaksa untuk bertindak. Salah satunya eksportir minyak terbesar dunia Arab Saudi yang telah memberitahukan kepada beberapa penyuling Asia terkait pengurangan alokasi regional. 

Reuters melaporkan pada tengah pekan kemarin, bahwa Saudi Aramco akan mengurangi persediaan minyak untuk pelanggan Asia pada kisaran 7 juta barel di bulan Juni. Di Amerika Serikat, stok minyak mengalami penurunan terbesar dalam satu pekan sejak Desember saat impor menurun tajam dan persedian produk olahan juga menyusut. Persediaan minyak mentah jatuh 5,2 juta barel seperti disampaikan administrasi informasi energi AS, pekan lalu.


Sumber : ekbis.sindonews