Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

20 April 2017

Kalah dari Anies, Ahok Tak akan Gugat Hasil Pilgub DKI 2017 | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES - Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait hasil Pilgub DKI 2017. Sebab, Ahok sudah legawa atas hasil yang ada.

"Saya kira nggak ada niat gugat, ya. Kalau memang sudah kayak begitu, ya sudah saya kira," kata Ahok di kantor NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017).

Terkait dengan adanya kecurangan yang ditemukan oleh tim suksesnya selama proses pencoblosan, Ahok mengatakan itu merupakan urusan timses. Dia sendiri mengaku belum bertemu dengan timses untuk membicarakan hal tersebut.

"Saya nggak tahu (soal kecurangan), nanti urusan timses. Saya belum ketemu timses," ujar Ahok.

Senada dengan Ahok, Ketua Timses Ahok-Djarot, Prasetyo Edi Marsudi, mengindikasikan bahwa timnya tidak akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait hasil Pilgub DKI. Prasetyo mengatakan timnya mencoba rasional atas hasil hitung cepat (quick count) dari beberapa lembaga survei.

"Kita lihat nanti hasil resmi KPU DKI, kita ada catatan-catatan. Tapi melihat hasil quick count yang sudah berjalan ini, kecenderungannya terlalu jauh. Kalau dia menang, kita mesti support (dukung) dia (Anies-Sandiaga) juga sebagai pemenang pilkada. Jakarta perlu pembangunan, masih banyak yang perlu dibereskan," kata Prasetyo di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017). 



Sumber : detik.com

19 April 2017

Pemerintah Genjot Konsumsi Ikan | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Tingkat konsumsi ikan di Kota Semarang mencapai 28 kilogram (Kg) setiap orang. Jumlah tersebut melebihi target tingkat konsumsi ikan yang ditetapkan oleh Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sebesar 24 Kg per orang per tahun.

Meski melebih target provinsi, namun tingkat konsumsi ikan tersebut masih lebih rendah dibandingkan tingkat konsumsi nasional yang mencapai 43 kg per orang per tahun. Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang I Gede Made Agung mengatakan, pihaknya saat ini terus berupaya untuk meningkatkan tingkat konsumsi ikan dengan mengejar target 30 kg per orang per tahun.

Dia menerangkan, tingginya konsumsi ikan di kota Semarang tidak lepas dari dukungan keberadaan pasar grosir ikan Rejomulyo yang merupakan pasar grosir ikan terbesar kedua di Indonesia. “Di pasar Kobong setiap harinya 125 ton ikan diperjualbelikan, yang merupakan kiriman dari Solo, Salatiga, Rembang, Jawa Timur, Demak, sampai Pekalongan. Untuk Kota Semarang sendiri, hanya sekitar 25 ton dari total 125 ton,” jelasnya.

Dalam upaya menggenjot konsumsi ikan di Kota Semarang, I Gede Made mengatakan pihaknya melakukan sejumlah langkah di antaranya perlombaan dan sosialisasi baik itu kepada petani ikan maupun konsumen. Seperti perlombaan yang dilakukan, di halaman Balaikota yang bertajuk “Lomba Masak Ikan Tingkat Kota Semarang Tahun 2017” dalam rangka memeriahkan HUT ke 470 Kota Semarang, kemarin.

"Banyak variasi yang kita lakukan, diantaranya lomba masak ikan, pelatihan-pelatihan kepada masyarakat untuk pengolahan ikan, budi daya ikan itu rutin kita lakukan, sosialisasi gemar makan ikan," terang dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengungkapkan, melalui lomba ini juga dapat mendukung program yang dicanangkan pemerintah pusat, melalui gerakan makan ikan. “Menurut standar nasional diharapkan mencapai angka 43,88 kg per tahun. Namun Kota Semarang masih mencapai angka 28-30 kg per tahun. Di samping itu secara tidak langsung dapat membantu mengangkat penghasilan para nelaya,” ujarnya.

Sementara itu, dalam perlombaan ini, diikuti oleh peserta yang berasal dari 16 Tim Penggerak PKK kecamatan se-Kota Semarang. Masing-masing kecamatan diwakili 1 tim yang terdiri dari 2 orang. Penyelenggara menyiapkan total hadiah sebesar Rp 11.250.000 ditambah piagam dan trophy Wali Kota. 

Hasil pemenang dinobatkan juara satu, PKK Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunung Pati, sedangkan juara dua diraih oleh PKK Kelurahan Plamongan Sari, Kecamatan Pedurungan dan PKK Kelurahan Bangunharjo Kecamatan Semarang Tengah meraih posisi juara tiga. Sementara juara berbakat diraih Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen dan Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Ngaliyan. 




Sumber : ekbis.sindonews.com

18 April 2017

Adira Finance Genjot Kredit Non Kendaraan | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - Penetrasi produk pembiayaan non kendaraan dari lembaga pembiayaan nonbank terus mengalami kenaikan. Melemahnya pasar kendaraan bermotor terutama roda dua di wilayah ini menyebabkan lembaga pembiyaan nonbank mencoba menggenjot pembiayaan non kendaraan bermotor.

Salah satu lembaga pembiyaan non bank, Adira Finance kini juga terus berusaha menggenjot kredit non kepemilikan kendaraan bermotor. Empat produk pembiayaan non kendaraan bermotor yang dimiliki Adira Finance di antaranya Maxi Griya, Maxi Sehat, Maxi Pendidikan dan Maxi Multiguna kini sudah mampu menyokong 30% dari outstanding pembiayaan mereka.

Supervisor Credit Relation Officer Adira Finance DIY, Sudarman mengatakan, produk pembiayaan non kendaraan bermotor sebenarnya sudah lama mereka miliki, hanya mereka baru menggarap secara serius pertengahan tahun lalu. 

Kendati demikian, sudah mampu menyumbang komposisi cukup bagus dari total pembiayaan yang digelontorkan Adira Finance selama hampir setahun belakangan.

"Sekarang menyumbang sekitar 25%-30% dari total outstanding kami," tuturnya saat Jalan Sehat bersama Adira Finance di Taman Kuliner Gunungkidul, Minggu (16/4/2017).

Saat ini, outstanding dari produk pembiayaan non kendaraan bermotor rata-rata mencapai lebih dari Rp2 miliar setiap bulannya. Sementara komposisi pembiayaan yang dikeluarkan oleh Adira Finance mencapai Rp10 miliar-Rp11 miliar setiap bulannya.
 
Penetrasi kredit non kendaraan bermotor terus menunjukkan pertumbuhan dari bulan ke bulan. Menurutnya, inovasi yang mereka lakukan sudah tepat karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat. 

Inovasi produk mereka seperti pembiayaan renovasi rumah, biaya kesehatan, ataupun modal usaha mampu menjawab kebutuhan masyarakat selama ini. Dengan berbagai kelebihan, produk-produk tersebut terus mengalami pertumbuhan menggantikan pertumbuhan kredit kendaraan bermotor.

"Kami mencoba mengaplikasikan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebutkan memberikan kredit sesuai kebutuhan masyarakat," tuturnya. 


Simak juga : PT. KONTAK PERKASA
Sumber : ekbis.sindonews.com