Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

13 April 2017

Greenback anjlok dipicu omongan Trump dolar sudah kelewat kuat | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Dolar AS jatuh ke level paling rendah dalam dua pekan terhadap sejumlah mata uang utama dunia hari ini setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan nilai kurs dolar AS saat ini sudah terlalu tinggi dan memilih tingkat suku bunga tetap rendah.

Dolar AS dan yield obligasi AS Treasury tertekan tajam setelah Trump berkata kepada Wall Street Journal bahwa dolar AS sudah terlalu kuat dan akan merugikan perekonomian AS.

Mata uang AS itu diperdagangkan melemah 0,6 persen sampai pukul 14.15 WIB untuk menyentuh level terendah dalam sekitar tiga pekan terakhir.

Komentar Trump ini dipandang pasar sebagai wanti-wanti baru mengenai retorika perdagangan proteksionis AS yang selama ini telah menjadi sumber merangseknya nilai kurs dolar.

"Ini adalah pergeseran yang dramatis dalam retorika Trump," kata analis IronFX Sakis Paraskevov di Siprus.

Dolar AS tetekan ke level terendah dalam lima bulan pada 108,73 yen di Asia, namun agak menguat lagi pada 109 yen.

Sejauh ini dalam pekan ini nilai kurs dolar AS sudah terpangkas 2 persen, sebaliknya yen yang menjadi alternatif penyimpanan modal mengalami tren bullish (menguat) karena meningkatnya ketegangan geopolitik di sana, demikian Reuters.
COPYRIGHT © ANTARA 2017

12 April 2017

China Hentikan Perdagangan Batubara dengan Korea Utara | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - Kesepakatan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Republik Rakyat China Xi Jinping, untuk menekan ambisi nuklir Korea Utara sepertinya mulai terlihat. Melansir dari Reuters, Selasa (11/4/2017), China memerintahkan kapal kargo Korea Utara yang membawa batubara untuk kembali ke negaranya setelah sempat memasuki pelabuhan Nampo.

Kecaman internasional atas tes rudal yang berulang kali dilakukan Korea Utara, membuat China menghentikan semua impor batubara dari Negeri Kim Jong-un. Bahkan Departemen Bea Cukai China sudah mengeluarkan perintah resmi pada 7 April lalu, agar mengembalikan kargo batubara Korea Utara. 

Penerbitan perintah resmi itu bersamaan dengan pertemuan Xi dengan Trump di resor Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida. Namun pihak berwenang China menolak untuk menanggapi spekulasi tersebut. Simak juga : PT. KONTAK PERKASA | Izinkan Ekspor, Bukti Pemerintah Keok Lawan Freeport

Selain menghentikan perdagangan batubara dengan Korea Utara, China dan Korea Selatan pada Senin kemarin sepakat menjatuhkan sanksi lebih keras kepada Korut bila melakukan tes rudal lagi. 

Kembali ke soal bisnis batubara, sebuah sumber di Dandong Chengtai membisikkan bahwa China merupakan pembeli terbesar batubara Korea Utara. Data Eikon menunjukkan bahwa gara-gara larangan itu, sebanyak 600.000 ton batubara Korea Utara tertahan di China dan 2 juta ton terdampar di pelabuhan China.

Korea Utara memang dikenal pemasok utama batubara ke China, terutama dari jenis yang digunakan untuk pembuatan baja, yang dikenal sebagai batubara kokas. Selain Korut, pemasok batubara lainnya untuk China adalah Australia dan Rusia.

Untuk mengisisi kekosongan yang ditinggalkan Korea Utara, China telah dan akan menggenjot impor dari Amerika Serikat, seiring kesepakatan Trump dan Xi untuk mempersempit defisit perdagangan kedua negara. Hal ini sejalan dengan rencana Trump yang ingin menghidupkan kembali sektor batubara di negaranya.

Kesepakatan Trump dan Xi dianggap bisa meningkatkan pasokan batubara dari Amerika Serikat, yang sejak tahun 2014-2016 sempat terhenti. Dan mulai tahun ini, AS memasok batubara sebanyak 400.000 ton ke China. 


Simak juga : PT. KONTAK PERKASA
Sumber : ekbis.sindonews

10 April 2017

Rupiah Awal Pekan Dibuka Perkasa, USD Mencoba Menguat | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan, Senin (10/4/2017) dibuka menguat saat mata uang Negeri Paman Sam masih mencoba menguat. Rupiah pagi ini menguat ke kisaran level Rp13.320/USD. 

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka menguat ke level Rp13.323/USD. Posisi ini lebih baik dari akhir pekan kemarin yang berakhir di level Rp13.341/USD.

Penguatan juga terlihat pada data Bloomberg yang menunjukkan rupiah pada awal perdagangan berada di posisi Rp13.320/USD dengan kisaran harian Rp13.318-Rp13.333/USD. Rupiah sendiri terlihat membaik dibandingkan sebelumnya Rp13.321/USD. 

Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada pagi ini juga menanjak naik ke level Rp13.315/USD dibanding penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.320/USD. Pada hari ini pergerakan mata uang Garuda berada di kisaran level Rp13.313-Rp13.328/USD.

Selain itu, data SINDOnews bersumber dari Limas rupiah juga dibuka positif, saat rupiah bertengger ke level Rp13.320/USD. Poisisi ini menguat dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.345/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, USD mencoba menguat terhadap beberapa mata uang utama, setelah diperkuat komentar pejabat The Fed yang menegaskan Bank Sentral AS berkomitmen untuk menaikkan suku bunga acuan. Indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama bertambah 0,1% ke level 101.260, mendekati posisi terbaik sejak 15 Maret. 

Pasar keuangan terlihat masih memantau perkembangan perang saudara di Suriah setelah AS melayangkan serangan rudal pekan lalu dari sebuah pangkalan udara di Syria. Kondisi ini membuat USD sedikt mendatar 0,3% menjadi 111.43 saat melawan yen. Sementara euro mengalami penurunan sebesar 0,1% menjadi 1.0580 terhadap USD, ketika sebelumnya sempat menyentuh level 1.0570 atau terendah sejak 9 Maret. 



Sumber : ekbis.sindonews