Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

30 Maret 2017

Alasan Sri Mulyani Belum Sempat Tengok Masalah Perumahan | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui, selama hampir delapan bulan menjabat sebagai Menkeu, belum sempat sekalipun melihat masalah perumahan secara spesifik. Padahal, dia mengakui bahwa sektor pembangunan perumahan saat ini menjadi hal yang diprioritaskan untuk masyarakat.

dia mengungkapkan, pada saat kembali ke Indonesia untuk menerima tawaran Presdien Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menkeu, harus membereskan permasalahan yang urgent, yakni pembenahan dalam pelaksanaan APBN 2016.

"Saya akui selama hampir delapan bulan saya bekerja di sini, saya belum sempat melihat masalah perumahan ini secara luas dan mendetail. Karena, terus terang banyak hal yang sangat mendesak yang harus saya kerjakan, seperti mengendalikan kredibilitas APBN kita," kata dia di Jakarta, Senin (27/3/2017).


Sri Mulayni berusaha membuat APBN 2016 menjadi bisa diselesaikan secara suistain, agar APBN 2017 bisa dijalankan dengan baik, maka memerlukan perhatian khusus. Terlebih lagi, dia mengakui persoalan kompleks melanda APBN 2016.

"Jadi, instrumen APBN sendiri sebagai instrumen fiskal itu, masih perlu perhatian, karena sempat kemarin dari sisi kredibility menghadapi persoalan pelik. Sehingga, memang perhatian saya selama ini lebih ke bagaimana mendaratkan APBN kita ke pendaratan yang cukup aman," tuturnya.

Pasalnya, dengan adanya pembenahan kredibiltas APBN tersebut, dia akan menjadi instrumen yang efektif. "Karena dengan adanya instrumen efektif dari APBN, tentu kita berharap kita kan mampu mendorong lagi kebutuhan perumahan yang besar sekali, dan tidak hanya kebutuhan hari ini tapi growth-nya juga meningkat luar biasa," ujar dia. 



Sumber : ekbis.sindonews

29 Maret 2017

Program Infrastruktur Jokowi Butuh Banyak Pasokan Semen Lokal | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - Program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerlukan kebutuhan bahan baku penunjang signifikan guna mewujudkan visi tersebut.

Saat ini, sebanyak 35%-40% bahan baku utama pendukung pembangunan infrastruktur ditopang oleh semen dan baja. Dari jumlah itu, 60%-70% bahan baku baja sudah berasal dari barang impor.

"Itu faktor utama pendukukung kebutuhan pembangunan infrastruktur. Sebanyak 60%-70% baja sudah impor, jadi bahan baku semen diharapkan bisa swasembada domestik," ujar Ketua Apindo Danang Girindrawardana dalam rilisnya, Jakarta, Selasa (28/3/2017).

Menurutnya, saat ini dirasa sudah mendesak untuk merealisasikan tercapainya kemandirian produksi semen nasional, sehingga mencukupi kebutuhan pembangunan infrastruktur. Jika pemerintah Indonesia gagal mendorong terciptanya kemandirian produksi semen nasional, maka akan terjadi gejolak harga di pasar sebab dikuasai pemain asing dan swasta.

Terjadinya gejolak harga semen itu akan berpengaruh terhadap pembangunan infrastruktur yang digagas Presiden Jokowi. Harga semen milik pemain asing dan swasta pasti menjadi lebih mahal dibanding produksi nasional.

"Kalau kita tidak swasembada semen, maka harga akan diserahkan ke mekanisme pasar. Harga jualnya lebih mahal daripada semen nasional. Sedangkan kalau pemerintah membeli dari semen BUMN itu murah harganya," tutur Danang.

Berdasarkan penilaian itu, Danang berpendapat, Jokowi tidak akan mengerdilkan peran BUMN semen. Dia merasa, Jokowi memiliki kepentingan tercukupinya stok semen nasional, sebab harga terjangkau untuk memuluskan pembangunan infrastruktur.

"Jadi, pemerintah berhak mengintervensi produksi semen nasional agar tidak terjadi gejolak harga yang tinggi. Kalau harga semen tinggi, Nawa Cita tidak akan berhasil karena harga yang sulit terjangkau," ujar dia.



Simak juga : PT. KONTAK PERKASA
Sumber : ekbis.sindonews

23 Maret 2017

Rupiah Naik Tipis di Sesi Pagi, USD Bangkit Melawan Yen | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi awal perdagangan pagi ini dibuka mulai membaik, meski dengan kenaikan tipis. Mulai pulihnya mata uang Garuda mengiringi USD yang bangkit melawan Yen Jepang. 

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.332/USD. Posisi ini menguat tipis dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.335/USD BI.

Data Bloomberg pagi ini juga menunjukkan penguatan tipis rupiah di level Rp13.328/USD, atau lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.329/USD. Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.326-Rp13.335/USD.

Posisi rupiah tidak jauh berbeda menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, yang tertahan pada posisi Rp13.328/USD di awal perdagangan hari ini. Kondisi ini memperlihatkan tren positif dari rupiah dibandingkan sesi sebelumnya. 

Di sisi lain posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini merangkak naik ke level Rp13.324/USD, atau membaik dibanding kemarin Rp13.328/USD. Pada tengah pekan rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.317-Rp13.331/USD.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (23/3/2017) USD mendorong naik dari posisi terendah dalam empat bulan terhadap yen pada awal perdagangan hari ini, meskipun Presiden AS Donald Trump masih berjuang meloloskan Undang-undang (UU) kesehatan. Mata uang AS telah berjuang sepanjang pekan, di tengah keraguan yang mencuat terhadap kemampuan pemerintah untuk mendorong kebijakan ekonomi. 

Pasar keuangan bakal segera memfokuskan apakah Trump akan cukup mendapatkan dukungan pada sore ini di sidang perlemen. Tercatat USD mengalami kenaikan mencapai 0,2% terhadap Yen di level 111.345, atau lebih baik sedikit dari posisi terendah dalam empat bulan kemarin di level 110.735. 

Selain itu euro justru menyusut 0,1% menjadi 1.0789 saat melawan USD, ketika sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan di level 1.0825. Peningkatan terlihat pada indeks USD terhadap beberapa mata uang utama dengan tambahan 0,1% menjadi 99.791, setelah pada sesi sebelumnya terpuruk ke posisi 99.457. 

Pounds berada pada level rendah 1.2472, tetapi masih dalam jangkauan tertinggi satu bulan di posisi 1.2507. Poundsterling alami kejatuhan setelah terjadinya serangan ''teroris'' di London, sedangkan dolar Australia menyusut 0,2% di level 0.7665 dan dolar Selandia Baru stabil pada posisi 0.7040 terhadap USD. 



Sumber : ekbis.sindonews