Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

23 Maret 2017

Rupiah Naik Tipis di Sesi Pagi, USD Bangkit Melawan Yen | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi awal perdagangan pagi ini dibuka mulai membaik, meski dengan kenaikan tipis. Mulai pulihnya mata uang Garuda mengiringi USD yang bangkit melawan Yen Jepang. 

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.332/USD. Posisi ini menguat tipis dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.335/USD BI.

Data Bloomberg pagi ini juga menunjukkan penguatan tipis rupiah di level Rp13.328/USD, atau lebih baik dari penutupan sebelumnya di level Rp13.329/USD. Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.326-Rp13.335/USD.

Posisi rupiah tidak jauh berbeda menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, yang tertahan pada posisi Rp13.328/USD di awal perdagangan hari ini. Kondisi ini memperlihatkan tren positif dari rupiah dibandingkan sesi sebelumnya. 

Di sisi lain posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini merangkak naik ke level Rp13.324/USD, atau membaik dibanding kemarin Rp13.328/USD. Pada tengah pekan rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.317-Rp13.331/USD.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (23/3/2017) USD mendorong naik dari posisi terendah dalam empat bulan terhadap yen pada awal perdagangan hari ini, meskipun Presiden AS Donald Trump masih berjuang meloloskan Undang-undang (UU) kesehatan. Mata uang AS telah berjuang sepanjang pekan, di tengah keraguan yang mencuat terhadap kemampuan pemerintah untuk mendorong kebijakan ekonomi. 

Pasar keuangan bakal segera memfokuskan apakah Trump akan cukup mendapatkan dukungan pada sore ini di sidang perlemen. Tercatat USD mengalami kenaikan mencapai 0,2% terhadap Yen di level 111.345, atau lebih baik sedikit dari posisi terendah dalam empat bulan kemarin di level 110.735. 

Selain itu euro justru menyusut 0,1% menjadi 1.0789 saat melawan USD, ketika sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan di level 1.0825. Peningkatan terlihat pada indeks USD terhadap beberapa mata uang utama dengan tambahan 0,1% menjadi 99.791, setelah pada sesi sebelumnya terpuruk ke posisi 99.457. 

Pounds berada pada level rendah 1.2472, tetapi masih dalam jangkauan tertinggi satu bulan di posisi 1.2507. Poundsterling alami kejatuhan setelah terjadinya serangan ''teroris'' di London, sedangkan dolar Australia menyusut 0,2% di level 0.7665 dan dolar Selandia Baru stabil pada posisi 0.7040 terhadap USD. 



Sumber : ekbis.sindonews

20 Maret 2017

Presiden Jokowi Awasi 34 Proyek Listrik Mangkrak | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pihaknya akan mengawasi pembangunan sebanyak 34 pembangkit listrik mangkrak di Indonesia. Pemerintah akan mengaktifkan kembali proyek-proyek tersebut. Salah satunya ialah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Parit Baru yang terletak di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. 

"Pembangkit listrik ini beroperasi sejak tujuh tahun lalu dan dibangun dengan anggaran Rp1,5 triliun dari dana negara. Saya minta diaktifkan kembali namun dengan syarat setelah permasalahan hukumnya selesai dan dibangun dengan kualitas yang bagus," ujar Presiden Joko Widodo, saat meresmikan delapan Mobile Power Plan (MPP) senilai Rp8 triliun yang dipusatkan di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.

Didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirut PLN Sofyan Basir, serta Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan telah memerintahkan kepada jajarannya untuk menyelesaikan sejumlah proyek yang terbengkalai. 

"Saya tahu dan terus mengawasi perkembangan proyek ini. Kalau bisa diselesaikan, segera diselesaikan. Karena listrik sangat dibutuhkan masyarakat, pabrik dan industri serta pariwisata," ungkapnya.  

Pada peresmian delapan MPP yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat, Lampung serta Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut memiliki total kapasitas 500 mega watt (MW).  Adapun sebanyak delapan MPP meliputi MPP Jeranjang-Lombok dengan kapasitas 2 x 25 MW) yang telah beroperasi sejak 27 Juli 2016. MPP Air Anyir-Bangka dengan kapasitas (2x25 MW) beroperasi sejak 13 september 2016. 

MPP Tarahan – lampung (4x25 MW) beroperasi sejak 29 September 2016. MPP Nias (1x25 MW) Mulai beroperasi pada 31 oktober 2016. MPP balai Pungut-Riau dengan kapasitas (3x25 MW) mulai beroperasi sejak 13 November 2016. MPP Suge-Belitung (1x25 MW) mulai beroperasi pada 22 November 2016. 

MPP Paya Pasir-Medan berkapasitas (3x25 MW) mulai beroperasi sejak 9 desember 2016. Terakhir, MPP Pontianak kapasitas (4x25 MW) mulai beroperasi pada 8 November 2016.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan basir mengatakan, peresmian delapan MPP tersebut diharapkan mampu menunjang sistem kelistrikan di Indonesia. Dia menyebutkan, keseluruhan pembangkit tersebut berhasil diselesaikan PLN melalui penugasan kepada anak Perusahaan PLN melalui Bright Batam dalam waktu enam bulan pekerjaan. 

"Terhitung sejak di-groundbreaking oleh Presiden pada semester awal 2016 lalu. Pembangunan keseluruhan proyek tersebut menelan biaya lebih dari Rp8 triliun. Kedelapan pembangkit listrik tersebut merupakan program 35.000 MW," ungkap Sofyan. 

Delapan unit pembangkit MPP tersebut merupakan pembangkit listrik tenaga gas, namun penggunaannya saat ini masih memanfaatkan BBM. Sebab, pemanfaatan gas masih menunggu sambungan pipa gas dan infrastruktur lainnya yang akan dipasok dari Batam. 

Salah satu keuntungan dari peresmian MPP tersebut, yakni adanya tambahan daya sehingga mampu memasok ketersediaan sambungan listrik baru. Misalnya, di Kalimantan Barat lewat MPP Pontianak yang terletak di Kabupaten Mempawah Kalbar dengan kapasitas 4x25 MW bisa menyediakan sambungan baru hingga 120 ribu rumah. 

Selain itu, MPP Pontianak akan memasok cadangan atau ketersediaan energi listrik yang selama ini masih bergantung dari impor listrik asal Malaysia. General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat, Bima Putra Jaya mengatakan, keberadaan mesin MPP Pontianak akan meningkatkan daya pasok listrik yang saat ini sudah mencapai 426 MW dari beban puncak sebesar 300 MW. 

"Dengan adanya MPP Pontianak ini, PLN Kalbar siap melayani sambungan baru hingga 120 ribu pelanggan karena masih ada selisih yang besar dari beban puncak saat ini," jelasnya.

Adapun untuk pengaktifan kembali PLTU Parit Baru yang mangkrak, kata Bima, saat ini tengah dilakukan audit. Sementara persiapan pengaktifan juga siap dilakukan tahun ini melalui PLN pusat. 


Sumber : ekbis.sindonews

17 Maret 2017

Elia Massa Manik Resmi Duduki Direktur Utama Pertamina | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hari ini secara resmi mengangkat Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mulai 16 Maret 2017. Hal ini diputuskan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Pemilihan Elia sebagai Direktur Utama Pertamina didasari pada rekam jejak kinerja, kepemimpinan, pengalaman dan kapabilitas yang dianggap dapat memenuhi kebutuhan Pertamina dalam menjaga soliditas sebagai perusahaan energi nasional yang bertugas menjaga kemandirian energi negara.

Menanggapi pengakatan dirinya, Elia menyatakan, dalam 100 hari kerja pertamanya akan meningkatkan komunikasi guna menciptakan tim yang solid di intern Pertamina. Dia juga banyak menerima pesan dari stakeholder dan komisaris utama agar selalu terbuka dan transparan dengan semua direksi.

"Karena kunci dari kesuksesan itu keterbukaan di antara semua direksi. Semuanya bertanggung jawab atas semua sendi-sendi Pertamina. Karena yang namanya perusahaan bisa terus berkembang dan sustain karena SDM-nya. Karena juga direksi-direksi yang ada mereka punya strength di bidang energi," ujarnya, beberapa jam setelah pengangkatannya, Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Dia mengatakan, begitu banyak agenda di Pertamina dari pemerintah untuk menciptakan kedaulatan energi. Elia berjanji akan melakukan akselerasi agar Pertamina agar bisa mendukung kedaulatan energi.

"Karena di sini kita sebagai eksekutor-eksekutor dan sudah seharusnya melayani publik," imbuhnya.

Kedua, lanjut dia, dalam akselerasi harus diukur, dan harus lebih terbuka untuk ke depannya ke semua sektor. "Karena Pertamina ini kan banyak anak-anak perusahaan, jadi kalau anak-anak perusahannya maju, semua akan maju. Kemajuan itu harus terukur. Saya dalam pengalaman sebelumnya ingin semua terbuka dan terukur," tandasnya.


Simak juga : PT. KONTAK PERKASA
Sumber : ekbis.sindonews