Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

20 Maret 2017

Presiden Jokowi Awasi 34 Proyek Listrik Mangkrak | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pihaknya akan mengawasi pembangunan sebanyak 34 pembangkit listrik mangkrak di Indonesia. Pemerintah akan mengaktifkan kembali proyek-proyek tersebut. Salah satunya ialah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Parit Baru yang terletak di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. 

"Pembangkit listrik ini beroperasi sejak tujuh tahun lalu dan dibangun dengan anggaran Rp1,5 triliun dari dana negara. Saya minta diaktifkan kembali namun dengan syarat setelah permasalahan hukumnya selesai dan dibangun dengan kualitas yang bagus," ujar Presiden Joko Widodo, saat meresmikan delapan Mobile Power Plan (MPP) senilai Rp8 triliun yang dipusatkan di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.

Didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Dirut PLN Sofyan Basir, serta Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan telah memerintahkan kepada jajarannya untuk menyelesaikan sejumlah proyek yang terbengkalai. 

"Saya tahu dan terus mengawasi perkembangan proyek ini. Kalau bisa diselesaikan, segera diselesaikan. Karena listrik sangat dibutuhkan masyarakat, pabrik dan industri serta pariwisata," ungkapnya.  

Pada peresmian delapan MPP yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat, Lampung serta Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut memiliki total kapasitas 500 mega watt (MW).  Adapun sebanyak delapan MPP meliputi MPP Jeranjang-Lombok dengan kapasitas 2 x 25 MW) yang telah beroperasi sejak 27 Juli 2016. MPP Air Anyir-Bangka dengan kapasitas (2x25 MW) beroperasi sejak 13 september 2016. 

MPP Tarahan – lampung (4x25 MW) beroperasi sejak 29 September 2016. MPP Nias (1x25 MW) Mulai beroperasi pada 31 oktober 2016. MPP balai Pungut-Riau dengan kapasitas (3x25 MW) mulai beroperasi sejak 13 November 2016. MPP Suge-Belitung (1x25 MW) mulai beroperasi pada 22 November 2016. 

MPP Paya Pasir-Medan berkapasitas (3x25 MW) mulai beroperasi sejak 9 desember 2016. Terakhir, MPP Pontianak kapasitas (4x25 MW) mulai beroperasi pada 8 November 2016.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan basir mengatakan, peresmian delapan MPP tersebut diharapkan mampu menunjang sistem kelistrikan di Indonesia. Dia menyebutkan, keseluruhan pembangkit tersebut berhasil diselesaikan PLN melalui penugasan kepada anak Perusahaan PLN melalui Bright Batam dalam waktu enam bulan pekerjaan. 

"Terhitung sejak di-groundbreaking oleh Presiden pada semester awal 2016 lalu. Pembangunan keseluruhan proyek tersebut menelan biaya lebih dari Rp8 triliun. Kedelapan pembangkit listrik tersebut merupakan program 35.000 MW," ungkap Sofyan. 

Delapan unit pembangkit MPP tersebut merupakan pembangkit listrik tenaga gas, namun penggunaannya saat ini masih memanfaatkan BBM. Sebab, pemanfaatan gas masih menunggu sambungan pipa gas dan infrastruktur lainnya yang akan dipasok dari Batam. 

Salah satu keuntungan dari peresmian MPP tersebut, yakni adanya tambahan daya sehingga mampu memasok ketersediaan sambungan listrik baru. Misalnya, di Kalimantan Barat lewat MPP Pontianak yang terletak di Kabupaten Mempawah Kalbar dengan kapasitas 4x25 MW bisa menyediakan sambungan baru hingga 120 ribu rumah. 

Selain itu, MPP Pontianak akan memasok cadangan atau ketersediaan energi listrik yang selama ini masih bergantung dari impor listrik asal Malaysia. General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat, Bima Putra Jaya mengatakan, keberadaan mesin MPP Pontianak akan meningkatkan daya pasok listrik yang saat ini sudah mencapai 426 MW dari beban puncak sebesar 300 MW. 

"Dengan adanya MPP Pontianak ini, PLN Kalbar siap melayani sambungan baru hingga 120 ribu pelanggan karena masih ada selisih yang besar dari beban puncak saat ini," jelasnya.

Adapun untuk pengaktifan kembali PLTU Parit Baru yang mangkrak, kata Bima, saat ini tengah dilakukan audit. Sementara persiapan pengaktifan juga siap dilakukan tahun ini melalui PLN pusat. 


Sumber : ekbis.sindonews

17 Maret 2017

Elia Massa Manik Resmi Duduki Direktur Utama Pertamina | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hari ini secara resmi mengangkat Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mulai 16 Maret 2017. Hal ini diputuskan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Pemilihan Elia sebagai Direktur Utama Pertamina didasari pada rekam jejak kinerja, kepemimpinan, pengalaman dan kapabilitas yang dianggap dapat memenuhi kebutuhan Pertamina dalam menjaga soliditas sebagai perusahaan energi nasional yang bertugas menjaga kemandirian energi negara.

Menanggapi pengakatan dirinya, Elia menyatakan, dalam 100 hari kerja pertamanya akan meningkatkan komunikasi guna menciptakan tim yang solid di intern Pertamina. Dia juga banyak menerima pesan dari stakeholder dan komisaris utama agar selalu terbuka dan transparan dengan semua direksi.

"Karena kunci dari kesuksesan itu keterbukaan di antara semua direksi. Semuanya bertanggung jawab atas semua sendi-sendi Pertamina. Karena yang namanya perusahaan bisa terus berkembang dan sustain karena SDM-nya. Karena juga direksi-direksi yang ada mereka punya strength di bidang energi," ujarnya, beberapa jam setelah pengangkatannya, Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Dia mengatakan, begitu banyak agenda di Pertamina dari pemerintah untuk menciptakan kedaulatan energi. Elia berjanji akan melakukan akselerasi agar Pertamina agar bisa mendukung kedaulatan energi.

"Karena di sini kita sebagai eksekutor-eksekutor dan sudah seharusnya melayani publik," imbuhnya.

Kedua, lanjut dia, dalam akselerasi harus diukur, dan harus lebih terbuka untuk ke depannya ke semua sektor. "Karena Pertamina ini kan banyak anak-anak perusahaan, jadi kalau anak-anak perusahannya maju, semua akan maju. Kemajuan itu harus terukur. Saya dalam pengalaman sebelumnya ingin semua terbuka dan terukur," tandasnya.


Simak juga : PT. KONTAK PERKASA
Sumber : ekbis.sindonews


13 Maret 2017

Harga Minyak Dunia Anjlok Terendah dalam Tiga Bulan | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak dunia pada hari ini turun ke posisi terendah dalam tiga bulan, meskipun upaya OPEC untuk mengekang produksi minyak mentah, terseret Amerika Serikat (AS) yang terus menambahkan rig.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (13/3/2017) harga minyak mentah brent jatuh 42 sen atau 0,82% ke level terendah sejak 30 November ke posisi USD50,95 per barel. Ini menutup sesi sebelumnya yang turun 1,6% di level USD51,37 per barel.

Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami pelemahan sebesar 50 sen atau 1,03% ke level USD47,99 per barel, terlemah sejak 29 November 2016.

AS menambahkan jumlah rig minyak untuk pekan kedelapan berturut-turut, di mana Baker Hughes sebagai perusahaan energi meningkatkan produksi untuk mengambil keuntungan dari pemulihan harga minyak mentah sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) sepakat untuk menurunkan produksi akhir tahun lalu.

OPEC dan produsen minyak utama lainnya termasuk Rusia mencapai kesepakatan penting tahun lalu untuk mengurangi produksi hampir 1,8 juta barel per hari (bph) pada paruh pertama 2017.

Membayangi pemotongan produksi, persediaan minyak mentah di AS, konsumen minyak terbesar dunia, melonjak pekan lalu sebesar 8,2 juta barel.

"Dengan pasar masih mencerna kenaikan besar dalam persediaan, harga minyak cenderung tetap di bawah tekanan hari ini," kata ANZ Bank dalam sebuah catatan.

Hedge fund dan manajer uang lainnya memotong panjang crude futures bersihnya AS dan posisi pilihan dalam sepekan pada 7 Maret, menurut data dari Commodity Futures Trading Commission AS (CFTC) pada Jumat kemarin.



Simak juga : KONTAK PERKASA FUTURES
Sumber : ekbis.sindonews.com