Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

02 Maret 2017

geri! Ini Sosok Kepala Botak Pengawal Raja Salman | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud akan tiba di Indonesia Rabu (1/3/2017) di Bandara Halim Perdanakusuma siang ini.

Ia juga akan membawa 1.500 orang dalam tur kunjungan yang dijadwalkan akan berlangsung selama satu bulan di kawasan Asia.

Ada yang menarik dalam kunjungan itu. Yaitu, disertakannya Brigadir Jenderal Abdul Aziz Al-Faghm dalam kunjungan itu.

Brigadir Jenderal Abdul Aziz Al-Faghm adalah sosok pengawal pribadi Raja Arab Saudi, bahkan sebelum Raja Salman menjabat ia juga setia mengawal Raja Abdullah.

Sejumlah prestasi dan pendidikan kemiliteran diraih Al-Faghm hingga dapat menjadi seorang pengawal handal.

Dilansir dari Arab News Ia lulus King Khalid Military College pada tahun 1991. Setelah lulus dalam sekolah tersebut ia kemudian diangkat menjadi Brigade Khusus sebelum dipindahkan ke Royal Guard, pasukan khusus pengawal raja.

Sebelumnya ia juga menjabat sebagai perwira penghubung untuk protokoler Raja Abdullah dan kewaspadaan. Darah pengabdian untuk raja juga mengalir di tubuh Al-Faghm, ayahnya bekerja untuk Raja Abdul Aziz selama 30 tahun.

Kepiawaiannya dalam dunia militer juga ditunjukkan setelah berlatih di pasukan elit Amerika Serikat, yakni US Army Master Parachutist jump wings dan US Navy Master Parachutist jump wings.

Dalam hal bertempur di darat, Abdul Aziz Al-Faghm bahkan bisa menerbangkan pesawat maupun helikopter dalam kondisi darurat.

Soal bom, tidak tanggung-tanggung, Ia bahkan dikenal punya kemampuan menjinakkan bahan peledak yang ia dapat melalui pelatihan selama lebih dari 10 tahun.

Namun siapa sangka jika Abdul Aziz Al-Faghm berusia 50 tahun. Sebagian menyebut kemampuan fisik yang ia miliki setara dengan pemuda berusia 20 tahun.


Simak juga : PT. KONTAK PERKASA
Sumber : www.arah.com

01 Maret 2017

LIPI siapkan bibit tanaman untuk Raja Salman | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES - Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya mendapat tugas untuk menyiapkan bibit tanaman yang akan ditanam oleh Raja Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud dari Arab Saudi saat berkunjung ke Istana Bogor. 

"Jenis tanaman yang kami siapkan ada enam jenis, yang terdiri dari 28 tanaman buah dan kayu," kata Staf Humas PKT Kebun Raya-LIPI, Ayi Doni Darussalam kepada Antara di Bogor, Selasa malam. 

Doni menyebutkan, jenis tanaman yang telah disiapkan oleh pihaknya terdiri dari 16 tanaman Kenari, dua tanaman Bisbul, dua tanaman Burahol, dua tanaman Eboni, dua tanaman Ulin, dua tanaman Gandaria dan dua tanaman Gaharu. 

"Yang ditanam dan dipersiapkan lubang tanamnya hanya 12 bibit saja. Kami lebihkan untuk dipilih oleh pihak Istana," kata Doni. 

Menurut Doni, lokasi penanaman oleh Raja Arab Saudi bersama Presiden Joko Widodo dipilih di lingkungan Istana Bogor. Pihak LIPI telah menyiapkan pula lubang tempat penanaman sekaligus papan penamaan. 

"Di Kebun Raya Bogor tidak ada kegiatan penanaman, lokasi penanaman ada di lingkungan Istana Bogor," katanya. 

Kunjungan Raja Salman ke Indonesia dengan membawa serta sekitar 1.500 delegasi, 10 diantaranya menteri dan 25 pangeran, dilaksanakan sebagai jawaban atas undangan Presiden Joko Widodo pada 2015.

Dalam pertemuan bilateral antara kedua pimpinan tersebut, pemerintah Indonesia dan Arab Saudi akan menyepakati 10 nota kesepahaman di bidang keamanan, kesehatan, pendidikan, budaya, investasi, UKM, pertanian, perikanan, operasional penerbangan sipil serta hal-hal mengenai Islam.

Kunjungan Raja Salman dijadwalkan 1-9 Maret, selama empat hari akan berada di Jakarta, dan sisa waktunya akan dihabiskan di Pulau Bali. 

Kedatangan Raja Salman dan rombongan akan diterima di Istana Bogor, akan dilangsungkan upacara penyambutan tamu kenegaran dan dilakukan penanaman pohon. 

Raja Salman juga dijadwalkan akan bertemu pimpinan sejumlah Ormas Islam di Masjid Istiqlal pada tanggal 2 Maret keesokan harinya.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

28 Februari 2017

Lawan Freeport, Jonan Tancap Gas Kumpulkan Para Advokat | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan hari ini mengumpulkan sejumlah advokat yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di Kantor Kementerian ESDM. Hal ini dilakukan guna membahas rencana arbitrase yang akan dilakukan oleh PT Freeport Indonesia.

Ketua Dewan Pembina DPN Peradi Otto Hasibuan mengungkapkan, kisruh yang terjadi antara Freeport dan pemerintah sejatinya persoalan lama. Semasa Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman masih dijabat oleh Rizal Ramli, kisruh tersebut pun sudah bergulir. Ditambah lagi, adanya kasus "papa minta saham" yang melibatkan sejumlah pejabat dan anggota parlemen di Tanah Air.

"Kita tahu masalah Freeport ini kan sudah cukup lama terjadi dari beberapa waktu yang lalu. Di waktu Pak Rizal Ramli di maritim kan juga sudah terjadi kisruh. Dan kita bisa mendengar ada masalah papa minta saham," katanya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (27/2/2017).

Dia menyatakan, Peradi memberikan dukungan penuh kepada pemerintah untuk menyelesaikan kisruh yang terjadi terhadap raksasa tambang yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) tersebut. Apalagi, kekayaan sumber daya alam (SDA) yang ada di Tanah Air ini sudah sepatutnya dikuasai oleh negara.

"Kita senang sekali dengan keputusan Pak Jokowi yang meminta supaya divestasi 51% saham dilaksanakan dan juga dilaksanakan oleh Pak Menteri kita yang luar biasa ini, Pak Jonan. Dia sangat konsisten bahwa kedaulatan hukum dan kedaulatan SDA di Indonesia ini, yang sudah berpuluh tahun kita idamkan," imbuh dia.

Menurutnya, terdapat potensi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Freeport khususnya, terkait isu lingkungan hidup. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pengkajian lebih dalam mengenai potensi pelanggaran tersebut dan setelah itu akan melakukan proses hukum terhadap Freeport.

"Pak Jonan mengatakan bila perlu juga nanti, jika sampai ke arbitrase maka akan melibatkan kita dan dibantu dengan Jaksa Agung untuk proses arbitrasenya. Kami akan melakukan suatu legal action bagaimana caranya agar semua persoalan lingkungan hidup bisa diselesaikan, baik secara perdata terutama mungkin secara pidana," paparnya.


Sumber : ekbis.sindonews