Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

23 Februari 2017

Chick ‘N Roll, Ayam Goreng dengan Saus 6 Negara | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Chick ‘N Roll merupakan salah satu restoran ayam goreng asli buatan lokal masyarakat Indonesia. Restoran yang sudah dikenal sejak tahun lalu ini menyajikan menu ayam goreng dengan saus khas dari enam negara berbeda.

CEO dari Chick ‘N Roll, Michelle E. Surjasaputra, mengatakan enam pilihan saus tersebut, yakni American Barbeque, Thai Garlic, Brazilian Honey, Hawaiian Mustard, Spicy Madagascar dan Mandarin Flare. Pilihan tersebut merupakan hasil riset pihaknya setelah mengelilingi beberapa negara yang terkenal akan sausnya. Saus-saus tersebut diklaim memiliki rasa unik dan lezat bagi masyarakat Indonesia. 

“Jadi rasanya ada pedas, manis dan asinnya,” kata Michelle.

Michelle juga menegaskan, produknya tidak menggunakan bahan pengawet maupun MSG. Hal ini termasuk menghindari penggunaan lemak trans dengan takaran hingga nol persen. Untuk itu, dia yakin, produknya aman dan tepat dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat.

Saat ini, Michelle, menambahkan, restorannya memiliki 50 menu. Menu ini tidak hanya ayam goreng tapi terdapat juga jenis lainnya, seperti burger, es krim sundae, stik ayam, dan sebagainya. Produk-produknya ini termasuk murah mengingat kisaran harganya dari Rp 25 ribu sampa 50 ribu.

Mengenai produk baru, Michelle mengatakan, akan selalu ada di setiap tiga bulan. Hal ini juga termasuk usulan saus khas Indonesia yang kemungkinan dapat dihadirkan dalam beberapa waktu ke depan. Saus khas Indonesia ini diusulkan mengingat Chick ‘N Roll akan merambah negeri tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan sebagainya dalam waktu dekat ini.


Sumber : republika


22 Februari 2017

Harga Minyak WTI Naik Dekati Level Tertinggi dalam Tujuh Pekan | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - Harga minyak Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI) naik mendektai level tertinggi dalam tujuh minggu setelah OPEC mengisyaratkan optimisme atas kesepakatan dengan produsen lain termasuk Rusia untuk membatasi produksi dan kelebihan pasokan yang telah membebani pasar sejak 2014.

Seperi dikutip dari CNBC, Rabu (22/2/2017), harga minyak AS April untuk pengiriman bulan depan naik 3 sen menjadi USD54,36 per barel pada pukul 00.28 GMT. Kemarin, kontrak Maret berakhir naik 66 sen atau 1,2% menjeadi USD54,06 per barel, setelah memuncak pada USD54,68, tertinggi sejak 3 Januari 2017.

Sementara, harga minyak brent belum diperdagangkan setelah mengakhiri sesi sebelumnya di level USD56,66 per barel, naik 48 sen atau 0,9%. Hal ini sebelumnya sempat mencapai tertinggi sejak 2 Februari di posisi USD57,31 per barel.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain di luar OPEC pada November setuju untuk memangkas produksi sekitar 1,8 juta barel per hari (bph) dalam upaya untuk mengalirkan banjir yang telah tertekan harga selama lebih dari dua tahun.

Sekjen OPEC Mohammad Barkindo mengatakan, konferensi industri di London bahwa data Januari menunjukkan kesesuaian dari negara-negara anggota yang berpartisipasi dalam penurunan produksi telah di atas 90%. Persediaan minyak akan menurun lebih lanjut tahun ini.

"Semua negara yang terlibat tetap teguh dalam penentuan untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi," kata Barkindo.

Rusia dan produsen luar lainnya sejauh ini menyampaikan persentase yang lebih kecil dari pemotongan, tapi Barkindo mengatakan bahwa ini akan meningkat.

Hal itu terlalu dini untuk mengatakan jika pengurangan pasokan, yang berlangsung selama enam bulan dari 1 Januari, akan perlu diperpanjang atau diperdalam pada pertemuan OPEC mendatang pada Mei.



Simak juga : PT. KONTAK PERKASA
Sumber : ekbis.sindonews

21 Februari 2017

Harga Minyak WTI Kembali Naik | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak Amerika Serikat, West Texas Intermdiate (WTI) AS naik untuk hari kedua saat data para hedge fund dan spekulan besar bertaruh di pasar minyak, berikut pemotongan produksi OPEC yang disepakati tahun lalu.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (21/2/2017), harga minyak WTI naik 23 sen ke level USD53,63 per barel pada pukul 00.32 GMT. Ini naik sekitar 29 sen, atau 0,5% yang merupakan sesi dipersingkat karena hari libur nasional AS. Sementara, harga minyak brent mengakhiri sesi sebelumnya naik 0,7% menjadi USD56,18 per barel.

Investor sekarang memegang crude futures dan opsi dari waktu pada catatan, setelah anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tahun lalu menyatakan komitmennya untuk memangkas produksi.

Spekulan menaikkan taruhan pada reli harga minyak Brent ke rekor pekan lalu, seperti data dari InterContinental Exchange kemarin, mencerminkan optimisme di pasar minyak mentah AS.

"Seperti bullish posisi oleh hedge fund terus mendorong di wilayah baru, risiko cepat, snapback tajam harga terus membangun," kata analis ClipperData Matt Smith dalam sebuah catatan semalam.

"Terutama, mengingat latar belakang bearish catatan mentah dan persediaan bensin di tengah permintaan bahan bakar yang lebih rendah dari tahun ke tahun," tambahnya.

Persediaan minyak mentah dan bensin AS melonjak ke rekor tertinggi pekan lalu karena kilang memangkas produksi dan permintaan bensin melunak, Administrasi Informasi Energi mengatakan pekan lalu. 


Sumber : ekbis.sindonews