Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

30 Januari 2017

Pemprov Papua Didesak Tagih Pajak Freeport Rp3,5 Triliun | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua didesak untuk menagih tunggakan pajak PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar Rp3,5 triliun. Sebab, Pemprov Papua mempunyai kewenangan menagih tunggakan terhadap perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, jika data tunggakan itu benar, maka tidak perlu sungkan lagi bagi Pemprov Papua untuk mendapatkan haknya. Sehingga, kegiatan perekonomian Papua tidak terganggu.

"Kalau memang datanya demikian dan pajak itu kewajiban ke pusat maupun ke daerah, saya kira pemerintah provinsi punya wewenang besar untuk melakukan penagihan," ujarnya di Jakarta, Minggu (29/1/2017).

Menurutnya, pembayaran pajak merupakan kewajiban setiap kontraktor yang beroperasi di Indonesia. Kendati demikian, Pemprov Papua tidak bisa langsung mengenakan penalti ke Freeport.

"Jadi, bagaimanapun ini kan kewajiban kontraktor, kewajiban pihak swasta ke daerah yang harus dilaksanakan. Jadi, tetap harus ditagih meskipun tidak bisa memaksakan atau memberikan penalti," kata Komaidi.

Menurutnya, tunggakan pajak Freeport tidak berhubungan dengan kontrak. Namun, kewajiban perpajakan tetap harus dipenuhi tanpa terkecuali.

"Dalam artian, kewajiban pajak tetap harus dilaksanakan tapi biasanya kewajiban pajak tidak bisa dihubungkan dengan masalah pemutusan kontrak. Ini harus dilaksanakan," tandasnya.

Sebelumnya, PT Freeport Indonesia disebutkan memiliki tunggakan pajak yang fantastis terhadap Pemprov Papua. Total tunggakan pajaknya ditaksir mencapai Rp3,5 triliun.

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, Freeport menunggak pajak penggunaan air permukaan selama empat tahun. Pajak ini merupakan pajak yang ditanggung Freeport karena memakai air di Sungai Ajkwa, Papua, untuk menahan endapan tailing (residu tambang).

Simak juga : PT. KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : ekbis.sindonews

26 Januari 2017

Dolar anjlok ke level terendah dalam tujuh pekan karena faktor Trump | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Dolar AS melemah ke titik terendah dalam tujuh pekan terakhir, terhadap sejumlah mata uang utama dunia, Rabu waktu AS atau Kamis pagi WIB, tertekan oleh ketidakmenentuan dalam kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump.

Mata uang AS ini jatuh dalam empat dari lima sesi terakhir setelah menguat 7 persen pada tiga bulan terakhir 2016. Dolar AS khususnya terus melemah terhadap yen sampai amblas 3 persen sejak awal tahun ini.

Sedangkan poundsterling menguat pada 1,26 dolar AS setelah investor memproyeksikan ada kesepakatan dagang antara Inggris dan AS yang disebut Perdana Menteri Inggris Theresa May akan didasarkan dengan mengutamakan kepentingan Inggris.

Secara umum dolar AS hari ini melemah kendati harga saham di bursa New York mencatat kenaikan tinggi sehingga ditutup pada level bersejarah 20.000 poin.

Perhatian pasar sudah beralih dari kebijakan pro pertumbuhan Trump kepada kebijakan-kebijakan kontroversial Trump dalam soal imigrasi dan keamanan nasional.

"Ketimbang mendengarkan stimulus fiskal yang saya kira kebanyakan orang mengasumsikannya sebagai gerbang menuju tingkat suku bunga tinggi dan dolar AS yang kuat, di luar gerbang Trump yang kami dengarkan adalah membangun tembok (perbatasan) dan proteksionisme perdagangan," kata David Gilmore dari FX Analytics di Essex, Connecticut.

Indeks dolar AS melemah 0,4 persen pada 99,928 setelah menyentuh 99,835. Itu level paling rendah sejak 8 Desember dan hampir 4 persen melemah dari rekor tertinggi dalam 14 tahun terakhir yang tercetak awal tahun ini.

Di sisi lain, poundsterling menguat 0,9 persen pada 1,2632 setelah menembus angka tertinggi dalam enam pekan pada 1,2638 dolar AS. Euro juga menguat 0,2  pesen terhadap dolar AS pada 1,0751 dolar AS, melampaui rekor terkuat dalam tujuh pekan sehari sebelumnya pada 1,0774 dolar AS.

Dolar juga melemah 0,5 persen terhadap yen pada 113,21 yen.


Simak juga : PT. KONTAK PERKASA FUTURES
COPYRIGHT © ANTARA 2017

25 Januari 2017

Wall Street Naik Berkat Campur Tangan Donald Trump | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup meningkat pada perdagangan Selasa (24/1) waktu AS, setelah perintah eksekutif dari Presiden Donald Trump.

Melansir dari CNBC, Rabu (25/1/2017), Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif percepatan pembangunan infrastruktur TransCanada untuk membangun pipa Keystone XL dan Transfer Energy Partners untuk menyelesaikan bagian pembangunan pipa Dakota Access.

Hal ini membuat Dow Jones Industrial Average naik 112,86 poin atau 0,57% ke level 19.912,71. Indeks S & P 500 naik 14,87 poin atau 0,66% ke posisi 2.280,07, berkat kenaikan delapan sektor saham, terutama saham pertambangan. Adapun indeks Nasdaq naik 48,01 poin atau 0,86% ke 5.600,96.

Kepala Strategi Pasar di Wunderlich Securities, Art Hogan mengatakan campur tangan Presiden Donald Trump di bidang infrastruktur membuat pasar kembali reli. “Saya pikir ini tindak nyata mengangkat pasar dengan melakukan perintah eksekutif dari Gedung Putih untuk mempercepat infrastruktur,” ujarnya.

Investor pun kini menunggu lebih lanjut agenda Trump, terutama pemotongan pajak perusahaan dan belanja pemerintah, untuk membuat pasar terus melakukan reli tajam. 


Simak juga : PT. KONTAK PERKASA

Sumber : ekbis.sindonews