Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

16 Januari 2017

Wall street ditutup bervariasi di tengah laporan laba perusahaan | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES -  Saham-saham di Wall Street ditutup bervariasi pada Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan Nasdaq mencatat rekor penutupan baru, karena investor mencerna laporan-laporan laba perusahaan serta sejumlah data ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 5,27 poin atau 0,03 persen menjadi berakhir di 19.885,73 poin. Indeks S&P 500 bertambah 4,20 poin atau 0,18 persen menjadi ditutup pada 2.274,64 poin, dan indeks komposit Nasdaq naik 26,63 poin atau 0,48 persen menjadi 5.574,12 poin.

Laporan laba perusahaan kuartal keempat mulai pada Jumat, dengan beberapa raksasa keuangan melaporkan angka-angka mereka.

Saham J.P. Morgan Chase & Co bertambah 0,53 persen menjadi 86,70 dolar AS, setelah bank AS itu mencatat hasil kuartal keempat yang lebih kuat dari perkiraan.i 

Perusahaan melaporkan laba bersih kuartalan sebesar 6,7 miliar dolar AS, atau 1,71 dolar per saham, dan laba bersih setahun penuh 24,7 miliar dolar AS atau 6,19 dolar per saham.

Saham Bank of America naik 0,39 persen menjadi 23,01 dolar AS, etelah perusahaan menyampaikan laba kuartalan di atas perkiraan tetapi pendapatannya sedikit di bawah perkiraan.

Data terbaru dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa laba gabungan perusahaan-perusahaan S&P 500 di kuartal keempat 2016 diperkirakan naik 5,7 persen secara tahun ke tahun (YoY), sementara pendapatannya diperkirakan meningkat 4,4 persen.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Produsen (PPI) untuk permintaan akhir meningkat 0,3 persen pada Desember, disesuaikan secara musiman, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat.

Penjualan ritel AS untuk Desember naik 0,6 persen dari bulan sebelumnya menjadi 469,1 miliar dolar AS, disesuaikan secara musiman, kata Departemen Perdagangan.

Untuk minggu ini, indeks saham unggulan Dow turun 0,4 persen, S&P 500 mengalami penurunan 0,1 persen, sedangkan Nasdaq naik 1,0 persen.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

13 Januari 2017

Pemerintah Suntik BPJS Kesehatan Rp6,8 Triliun untuk Kesinambungan Program | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan memandang perlu melakukan penambahan penyertaan modal negara ke dalam modal Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk menjaga kesinambungan program tersebut. Dana nantinya akan diteruskan ke Dana Jaminan Sosial Kesehatan.

Keputusan tersebut telah ditandatangani Presiden Jokowi dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2016 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

Dalam PP tersebut menyatakan Negara Republik Indonesia melakukan penambahan penyertaan modal ke dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

“Penyertaan modal negara sebagaimana dimaksud bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016 yang digunakan untuk menambah aset bersih Dana Jaminan Sosial Kesehatan,” demikian keterangan Sekretaris Kabinet, Kamis (12/1/2017).

Berdasarkan PP Nomor 71 Tahun 2016 Pasal 2 ayat (2) mengatakan bahwa nilai penambahan penyertaan modal negara sebagaimana dimaksud sebesar Rp 6.827.891.000.000,00 (enam triliun delapan ratus dua puluh tujuh miliar delapan ratus sembilan puluh satu juta rupiah). 



Sumber : ekbis.sindonews

12 Januari 2017

Wall Street Menguat Tertolong Sektor Energi dan Teknologi | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA -  Wall Street pada perdagangan kemarin berakhir lebih tinggi alias menguat setelah sempat goyah karen sektor energi dan teknologi menguat mengimbangi pelemahan sektor kesehatan setelah Presiden terpilih AS Donald Trump mengatakan perusahaan farmasi bisa membunuh karena tarif tinggi yang dibebankan kepada konsumen.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (12/1/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average DJI ditutup naik 98,75 poin atau 0,5% ke level 19.954,28, Indeks S & P 500 naik 6,42 poin atau 0,28% ke level 2.275,32 dan Nasdaq Composite bertambah 11,83 poin atau 0,21% ke level 5.563,65 .

Sebanyak 8 sektor dari 11 sektor di Indeks S & P berakhir lebih tinggi. Sektor energi berakhir 1,2% lebih tinggi karena harga minyak mentah naik.

Nasdaq berakhir dengan rekor penutupan tertinggi setelah jatuh sebanyak 0,5% usai Trump menggelar konferensi pers untuk pertama kalinya sejak pemilu pada  8 November.

Sektor kesehatan pada S & P 500 mengakhiri sesi turun 1% setelah jatuh sebanyak 1,9% pada hari sebelumnya dan sektor bioteknologi di indeks Nasdaq tenggelam 2,96% mengakhiri kenaikan beruntun enam hari untuk kedua indeks.

"Ketika seseorang yang profil tinggi mengatakan sesuatu yang negatif, orang tidak ingin berinvestasi di dalamnya. Mereka melihat sektor sebagai uninvestible, dan menarik uang mereka," ujar Brad Loncar, manajer Loncar Kanker Imunoterapi ETF (CNCR.O).

Namun, pelemahan sektor mereda sebagai manajer uang mencatat bahwa Trump tidak memberikan rincian spesifik baru pada proposal kesehatan, menurut Michael Scanlon, manajer portofolio di Manulife Asset Management di Boston.

Dia mencontohkan awal kuartal keempat laba pada Jumat dan pelantikan Trump sebagai Presiden pada 20 Januari sebagai alasan untuk investor tetap berhati-hati.

Sektor teknologi di Indeks S & P berakhir naik 0,7% didorong sebagian oleh sahan Microsoft Corp (MSFT.O), Facebook Inc (FB.O), dan Apple Inc (AAPL.O). Hambatan terbesar pada sektor kesehatan S & P adalah Bristol-Meyers Squibb (BMY.N) dengan penurunan 5,3% setelah berita bahwa Merck & Co disalip para pesaingnya dalam perlombaan untuk menggabungkan imunoterapi dengan obat lain sebagai pengobatan untuk kanker paru-paru.

Saham lain yang membebani S&P cujup berat adalah Johnson & Johnson (JNJ.N), dengan penurunan 1,2% dan saham Abbvie (ABBV.N) dengan penurunan 3,6%.


Simak juga : PT. KONTAK PERKASA

Sumber : ekbis.sindonews