Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

13 Januari 2017

Pemerintah Suntik BPJS Kesehatan Rp6,8 Triliun untuk Kesinambungan Program | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan memandang perlu melakukan penambahan penyertaan modal negara ke dalam modal Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk menjaga kesinambungan program tersebut. Dana nantinya akan diteruskan ke Dana Jaminan Sosial Kesehatan.

Keputusan tersebut telah ditandatangani Presiden Jokowi dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2016 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

Dalam PP tersebut menyatakan Negara Republik Indonesia melakukan penambahan penyertaan modal ke dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

“Penyertaan modal negara sebagaimana dimaksud bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016 yang digunakan untuk menambah aset bersih Dana Jaminan Sosial Kesehatan,” demikian keterangan Sekretaris Kabinet, Kamis (12/1/2017).

Berdasarkan PP Nomor 71 Tahun 2016 Pasal 2 ayat (2) mengatakan bahwa nilai penambahan penyertaan modal negara sebagaimana dimaksud sebesar Rp 6.827.891.000.000,00 (enam triliun delapan ratus dua puluh tujuh miliar delapan ratus sembilan puluh satu juta rupiah). 



Sumber : ekbis.sindonews

12 Januari 2017

Wall Street Menguat Tertolong Sektor Energi dan Teknologi | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA -  Wall Street pada perdagangan kemarin berakhir lebih tinggi alias menguat setelah sempat goyah karen sektor energi dan teknologi menguat mengimbangi pelemahan sektor kesehatan setelah Presiden terpilih AS Donald Trump mengatakan perusahaan farmasi bisa membunuh karena tarif tinggi yang dibebankan kepada konsumen.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (12/1/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average DJI ditutup naik 98,75 poin atau 0,5% ke level 19.954,28, Indeks S & P 500 naik 6,42 poin atau 0,28% ke level 2.275,32 dan Nasdaq Composite bertambah 11,83 poin atau 0,21% ke level 5.563,65 .

Sebanyak 8 sektor dari 11 sektor di Indeks S & P berakhir lebih tinggi. Sektor energi berakhir 1,2% lebih tinggi karena harga minyak mentah naik.

Nasdaq berakhir dengan rekor penutupan tertinggi setelah jatuh sebanyak 0,5% usai Trump menggelar konferensi pers untuk pertama kalinya sejak pemilu pada  8 November.

Sektor kesehatan pada S & P 500 mengakhiri sesi turun 1% setelah jatuh sebanyak 1,9% pada hari sebelumnya dan sektor bioteknologi di indeks Nasdaq tenggelam 2,96% mengakhiri kenaikan beruntun enam hari untuk kedua indeks.

"Ketika seseorang yang profil tinggi mengatakan sesuatu yang negatif, orang tidak ingin berinvestasi di dalamnya. Mereka melihat sektor sebagai uninvestible, dan menarik uang mereka," ujar Brad Loncar, manajer Loncar Kanker Imunoterapi ETF (CNCR.O).

Namun, pelemahan sektor mereda sebagai manajer uang mencatat bahwa Trump tidak memberikan rincian spesifik baru pada proposal kesehatan, menurut Michael Scanlon, manajer portofolio di Manulife Asset Management di Boston.

Dia mencontohkan awal kuartal keempat laba pada Jumat dan pelantikan Trump sebagai Presiden pada 20 Januari sebagai alasan untuk investor tetap berhati-hati.

Sektor teknologi di Indeks S & P berakhir naik 0,7% didorong sebagian oleh sahan Microsoft Corp (MSFT.O), Facebook Inc (FB.O), dan Apple Inc (AAPL.O). Hambatan terbesar pada sektor kesehatan S & P adalah Bristol-Meyers Squibb (BMY.N) dengan penurunan 5,3% setelah berita bahwa Merck & Co disalip para pesaingnya dalam perlombaan untuk menggabungkan imunoterapi dengan obat lain sebagai pengobatan untuk kanker paru-paru.

Saham lain yang membebani S&P cujup berat adalah Johnson & Johnson (JNJ.N), dengan penurunan 1,2% dan saham Abbvie (ABBV.N) dengan penurunan 3,6%.


Simak juga : PT. KONTAK PERKASA

Sumber : ekbis.sindonews

11 Januari 2017

Harga Minyak Dunia Tenggelam ke Level Terendah dalam Sebulan | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES - Harga minyak dunia kembali mengalami pelemahan atau turun 2% ke level terendah dalam hampir satu bulan. Hal ini memperpanjang penurunan sesi sebelumnya karena dola Amerika Serikat (AS) menguat dan adanya keraguan apakah negara-negara produsen minyak dunia akan menjalankan kesepakatan untuk memangkas produksi.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (11/1/2017), harga minyak brent kembali ke lecel USD53,64 per barel, turun USD1,30 atau 2,4%, setelah mencapai level terendah sejak 15 Desember di level USD53,60. Sementara, harga minyak AS turun USD1,14 atau 2,2% menjadi USD50,82 per barel ataub menyentuh level terendah sejak 16 Desember di level USD50,79.

Arab Saudi dan anggota OPEC lainnya tampaknya mengurangi produksi, tapi tidak jelas apakah produsen besar lainnya juga akan mengikuti langkah tersebut.

Irak, produsen terbesar kedua dari anggota OPEC mengatakan akan meningkatkan ekspor minyak mentah dari pelabuhan utamanya Basra ke semua pada Februari. Ekspor minyak selatan negara itu pada awal Januari tetap stabil mendekati rekor tinggi, meskipun OPEC sebelumnya telah menyepakati pemotongan produksi.

"Harga minyak  konsolidasi di tingkat bawah setelah adanya keraguan muncul selama tingkat kepatuhan terhadap pengurangan produksi OPEC karena ekspor Irak tetap tinggi, serta kecepatan yang lebih umum atas rebalancing pasar," kata Tim Evans, spesialis energi berjangka dari Citigroup.

"Melaporkan bahwa produsen non-OPEC Rusia dan Kazakhstan telah mengurangi produksi, menghasilkan reaksi kecil pada harga, dengan kegagalan kenaikan di tengah berita bullish menunjukkan bahwa pasar overbought dan rentan terhadap koreksi ke bawah lebih lanjut," imbuhnya.

Harga tidak bergerak banyak setelah penyelesaian, ketika kelompok industri American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak AS bertambah 1,5 juta barel. Analis telah memperkirakan kenaikan sebanyak 1,2 juta barel. Kedua kontrak kemarin turun sekitar 4% dari keraguan tentang pemotongan produksi minyak global.

Produksi minyak di Amerika Utara juga meningkat dan menekan harga. AS Administrasi Informasi Energi menaikkan perkiraan cukup tajam pada 2017, yakni pertumbuhan produksi minyak mentah AS menjadi 110.000 barel per hari. Bulan lalu itu memperkirakan penurunan 80.000 barel per hari.

Jumlah rig di Kanada rata-rata untuk Desember sebanyak 209, naik 36 dari posisi November dan naik 49 dari tahun lalu, kata Matt Stanley, broker bahan bakar pada Muatan Internasional di Dubai.

Simak juga : KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : ekbis.sindonews