Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

30 Desember 2016

Pasar Indonesia Makin Terbuka Bikin Barang Impor Mudah Masuk | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA -  Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pasar Indonesia saat ini semakin terbuka luas. Sehingga, banyak barang impor dengan begitu mudah masuk ke dalam negeri.

Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan, pada saat barang asing membanjiri pasar Indonesia, produk lokal justru susah bersaing di global. Inilah yang membuat angka impor masih tinggi.

"Tingginya impor ke Indonesia terjadi akibat minimnya hambatan nontarif, itu yang membuktikan pasar kita semakin liberal. Bahkan lebih liberal dibanding Amerika Serikat (AS)," ujarnya di Jakarta, Kamis (29/12/2016).

Heri menjelaskan, Indonesia hanya mempunyai 272 barang yang masuk non tariff measures (NTM). Artinya, hanya sebanyak itu barang yang dilindungi dari puluhan ribu produk yang masuk ke Indonesia.

Sementara, lanjut dia, di AS sudah ada 4.780 produk, Uni Eropa sebanyak 6.805 produk, dan China mencapai 2.194 produk. Daya saing yang melemah ini dinilai dapat membuat laju ekspor masih rendah beberapa tahun terakhir.

"Memang karena global melambat menyebabkan industri kita alami kontraksi. Di saat yang sama, pemerintah lambat dalam mencari potensi pasar baru yang potensial," kata Heri.

Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan mengalami surplus. Namun, banyaknya impor terutama barang konsumsi membuat surplus yang terjadi dinilai tidak sehat.

"Tahun depan jangan ada lagi kondisi seperti ini. Pemerintah harus memperbanyak kebijakan NTM tapi dibarengi dengan data yang kuat dan kebijakan itu mestinya jangan sampai mudah dibuat partner kita di WTO," ujar dia.

Simak juga : PT. KONTAK PERKASA

Sumber : ekbis.sindonews

29 Desember 2016

Rupiah Diramal Sulit Berbalik Melawan Dominasi USD | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES - Pergerakan rupiah diprediksi akan dapat kembali bertahan dari dominasi penguatan laju dolar Amerika Serikat (USD) yang masih berlangsung. Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran support Rp13.472/USD dan resisten Rp13.440/USD.

"Minimnya sentimen dari dalam negeri membuat laju rupiah minim perlawanan untuk berbalik naik. Diharapkan pelemahan rupiah dapat lebih terbatas," ujarnya di Jakarta, Kamis (29/12/2016).

Sementara, laju rupiah kemarin masih melanjutkan pergerakan negatif seiring imbas masih menguatnya laju USD terhadap sejumlah mata uang. Pada data ekonomi AS, indeks Kepercayaan Konsumen yang dirilis The Conference Board di level 113,7 pada Desember, naik dari 109,4 pada November membuat laju USD percaya diri melanjutkan penguatannya sehingga berimbas pada tertahannya laju rupiah. 

Dari dalam negeri tidak jauh berbeda dari sehari sebelumnya dimana tidak banyak sentimen yang secara signfikan mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah untuk menjadi lebih positif. Apalagi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan, pencapaian uang tebusan pada periode dua pengampunan pajak atau amnesti pajak tidak terlalu spektakuler seperti realisasi periode satu yang sempat mencapai kisaran Rp97,2 triliun.

"Hingga 28 Desember 2016, realisasi uang tebusan berdasarkan penerimaan Surat Setoran Pajak baru mencapai Rp105 triliun, atau hanya naik sekitar Rp7,8 triliun dari pencapaian uang tebusan pada akhir periode satu sebesar Rp97,2 triliun," paparnya. 



Sumber : ekbis.sindonews

28 Desember 2016

Rupiah Ditutup Jaga Tren Positif Saat USD Pulih | KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA FUTURES - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir sukses menjaga tren positif, meski dengan kenaikan yang tidak terlalu besar. Penguatan mata uang Garuda -julukan rupiah- terjadi saat USD lebih tinggi dari beberapa mata uang utama lainnya.

Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah berakhir di posisi Rp13.446/USD atau lebih baik dibanding penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.452/USD. Hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.416-Rp13.457/USD.

Menurut data SINDOnews dari Limas, rupiah sore ini juga menunjukkan penguatan pada level Rp13.465/USD. Posisi ini membaik dibanding posisi sebelumnya yang berada di level Rp13.480/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hari ini berakhir di level Rp13.445/USD atau melonjak naik dari posisi sebelumnya di level Rp13.450/USD. Rupiah setelah libur panjang bergerak dengan kisaran harian Rp13.418-Rp13.445/USD.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.436/USD. Posisi ini menguat hingga sebesar 34 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.470/USD.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (27/12/2016) USD tercatat hingga perdagangan sore lebih tinggi terhadap yen dan beberapa mata uang utama lainnya, meski dibatasi oleh masih liburnya beberapa pusat keuangan di Eropa dan Asia. Tercatat indeks USD yang melecak greenback terhadap enam mata uang utama sedikit berubah di level 103.01 atau sekitar 0,6% di bawah level tertinggi sejak Desember 2002.

Di sisi lain euro mendatar di level 1.0449 saat melawan USD saat Dolar Australia menyusut 0,1% di level .7187. Sedangkan dolar Selandia Baru stabil pada posisi 0.6894, sementara pooundsterling menyusut 0,2% menjadi 1.2269 terhadap USD.


Sumber : ekbis.sindonews