Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

19 Desember 2016

Harga emas naik akibat teknikal "rebound" | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Jumat (Sabtu pagi WIB), akibat teknikal "rebound" setelah jatuh secara dramatis sehari sebelumnya.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik 7,6 dolar AS, atau 0,67 persen, menjadi menetap di 1.137,40 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Sebuah teknikal "rebound" dari penurunan harga emas yang tajam memberikan dukungan terhadap logam mulia, karena pasar bereaksi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve AS.

Analis mencatat bahwa pasar sedang bersiap untuk fokus pada kenaikan suku bunga 2017 mendatang, karena ekonomi AS sedang dalam proses membaik. Investor percaya the Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 persen ke 1,00 persen selama pertemuan FOMC Maret.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,75 ke setidaknya 0,75 adalah empat persen pada pertemuan Februari dan 26 persen untuk pertemuan Maret.

Emas diberi dukungan lebih lanjut karena indeks dolar AS turun 0,22 persen menjadi 102,87 pada pukul 19.45 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. 

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor.

Sebuah laporan yang dirilis pada Jumat oleh National Association of Realtors yang berbasis di AS menunjukkan "housing starts" atau rumah yang baru dibangun mencapai 1.090 unit dan izin menderikan bangunan pada tingkat 1.201 unit. Kedua angka ini jauh lebih buruk dari yang diharapkan dan memberi dukungan terhadap harga emas.

Dampak jangka panjang dari kenaikan suku bunga the Fed akan membatasi kenaikan harga logam mulia dan cenderung mendominasi pemikiran pasar untuk minggu-minggu mendatang.

Perak untuk pengiriman Maret naik 25,7 sen, atau 1,61 persen, menjadi ditutup pada 16,215 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 40,5 dolar AS, atau 4,3 persen, menjadi ditutup pada 934,10 dolar AS per ounce.
(Uu.A026) 
Baca juga : PT. KONTAK PERKASA
COPYRIGHT © ANTARA 2016

14 Desember 2016

Indeks FTSE 100 Inggris ditutup naik 1,13 persen | PT. KONTAK PERKASA

PT. KONTAK PERKASA - Indeks FTSE 100 di London, indikator utama pasar saham Inggris, ditutup lebih tinggi pada Selasa, naik 1,13 persen atau 78,15 poin menjadi 6.968,57 poin.

Harga saham Rolls-Royce Holdings melonjak 4,15 persen, menduduki posisi teratas daftar peraih keuntungan terbesar (top gainers) dari saham-saham unggulan atau "blue chips". 

Diikuti saham ITV yang melompat 3,73 persen, BT Group meningkat 3,68 persen, International Consolidated Airlines Group bertambah 3,24 persen dan Dixons Carphone naik 2,83 persen.

Sementara itu, saham Antofagasta memimpin kerugian (top losers) dari saham-saham unggulan dengan penurunan harga 4,65 persen, diikuti oleh Tesco jatuh 3,76 persen, BHP Billiton berkurang 2,78 persen, Anglo American merosot 2,60 persen dan Rio Tinto turun 2,28 persen, demikian Xinhua.

Baca juga : PT. KONTAK PERKASA
COPYRIGHT © ANTARA 2016

13 Desember 2016

Indeks saham di Wall Street ditutup naik 39,58 poin | PT. KONTAK PERKASA FUTURES

PT. KONTAK PERKASA FUTURES -  Harga saham di Wall Street ditutup bervariasi dalam perdagangan Senin waktu setempat atau Selasa pagi WIB, dengan indeks Dow Jones Industrial Average untuk keenam sesi berturut-turut naik karena investor menunggu pertemuan kebijakan moneter penting dari Federal Reserve.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 39,58 poin atau 0,20 persen pada 19.796,43 poin, sedangkan indeks S&P 500 turun 2,57 poin atau 0,11 persen pada 2.256,96 poin. Nasdaq juga turun 31,96 poin atau 0,59 persen pada 5.412,54 poin.

Bank sentral AS akan memulai pertemuan kebijakan Desember hari ini. Para analis memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga, namun Komite Pasar Terbuka (FOMC) mungkin akan kesulitan mengkomunikasikan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Menurut FedWatch CME Group, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga Desember mencapai 97,2 persen.

Di luar negeri, pasar ekuitas Eropa merosot di tengah berlanjutnya ketidakpastiandi Italia. Indeks patokan Jerman DAX di Bursa Efek Frankfurt turun 0,12 persen, sedangkan indeks patokan FTSE 100 Inggris turun 0,92 persen, demikian Xinhua.


Baca juga : PT. KONTAK PERKASA FUTURES
COPYRIGHT © ANTARA 2016