Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

24 Oktober 2016

Harga Minyak Dunia Diproyeksikan Naik, Premium Stabil hingga Akhir Tahun | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Terkait proyeksi kenaikan harga minyak mentah dunia di 2017, akan memberikan dampak terhadap harga Bahan Bakar Minyak ( BBM), khususnya premium. Namun untuk akhir tahun, diperkirakan harga keduanya masih akan tetap dan tidak mengalami kenaikan. Untuk harga (premium) untuk akhir tahun kemungkinan tidak naik," ujar Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan.
Dia juga mengatakan bahwa sebelumnya ada rencana dari pemerintah untuk menaikan harga BBM, akan tetapi hal itu tidak urung dilakukan.
"Waktu itu ada rencana premium turun tidak jadi," terang Mamit.
Akan tetapi, dirinya mengungkapkan apabila harga premium nantinya tidak ikut naik mengikuti kenaikan harga minyak mentah dunia maka Pertamina akan mengalami kerugian.
"Jadi kalau memang nanti tidak naik akan terkikis keuntungan Pertamina dan akan mengalami kerugian,” ujarnya. Sumber: http://economy.okezone.com/

Baca juga: PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

21 Oktober 2016

Survei Fed menyebut ekonomi AS terus tumbuh moderat | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Kegiatan ekonomi AS terus berkembang pada kecepatan sedang hingga moderat dari akhir Agustus hingga awal Oktober, dengan sebagian besar distrik memperkirakan prospek positif, demikian hasil survei terbaru yang dirilis Federal Reserve, pada Rabu.

"Sebagian besar distrik menunjukkan kecepatan ekspansi sedang atau moderat," kata The Fed dalam Beige BOOK terbaru yang mengukur ekonomi di 12 distriknya. Namun, Distrik New York melaporkan tidak ada perubahan dalam aktivitas keseluruhan.

Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar distrik memperkirakan prospek positif dengan pertumbuhan diperkirakan akan terus pada kecepatan sedikit sampai moderat di beberapa distrik.

Menurut survei, penjualan ritel meningkat di sebagian besar distrik, dan diharapkan akan berlanjut tumbuh moderat dalam beberapa bulan ke depan.

Aktivitas manufaktur bervariasi, dan beberapa distrik melaporkan bahwa dolar AS yang kuat terus menyeret turun ekspor barang-barang manufaktur.

Kondisi pasar tenaga kerja tetap ketat, dengan pertumbuhan payroll dan upah sedang, kata laporan survei. Harga sedikit meningkat secara keseluruhan.

The Fed mempertahankan suku bunga federal fund tidak berubah dalam pertemuan September di tengah data ekonomi lemah baru-baru ini dan inflasi lemah, tapi sangat mengisyaratkan bahwa bank sentral bisa memiliki satu kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Analis secara luas percaya bahwa the Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam pertemuan November, sementara kemungkinan menaikkan suku bunga 

Baca juga: PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR
COPYRIGHT © ANTARA 2016

20 Oktober 2016

Harga emas naik setelah data ekonomi AS melemah | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR


PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pelemahan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember bertambah tujuh dolar AS, atau 0,55 persen, menjadi menetap di 1.269,9 dolar AS per ounce.

Emas mendapat dukungan setelah data "housing starts" (rumah yang baru dibangun) dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan penurunan sebesar 9,0 persen ke tingkat tahunan 1,047 juta, lebih buruk dari perkiraan dan lebih rendah dari akhir terendah kisaran konsensus. 

Para analis mencatat bahwa bangunan rumah di Amerika Serikat berada pada tingkat terendah dalam 18-bulan, dan laporan ini mengirim para investor ke aset "safe haven" logam mulia.

Meskipun terjadi pelemahan dalam data ekonomi AS, keuntungan logam mulia dibatasi oleh dolar AS dan pasar ekuitas AS yang lebih kuat. 

Indeks dolar AS naik 0,05 persen menjadi 97,93 pada pukul 18.45 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. 

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average AS naik 66 poin atau 0,36 persen pada pukul 18.45 GMT. 

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka biasanya logam mulia akan turun.

Investor juga sedang menunggu rilis klaim pengangguran mingguan, penjualan "existing home" (rumah yang sudah jadi) dan Survei Prospek Bisnis Fed Philadelphia pada Kamis, dan investor mencatat bahwa kecuali pelemahan utama dalam data mendatang, mereka percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah pada tujuh persen untuk pertemuan November 2016, dan 65 persen pada pertemuan Desember 2016.

Analis percaya Fed bermaksud untuk menyerap sekitar 2,5 triliun dolar AS dana perbankan dari kelebihan cadangan karena ekonomi AS terus pulih. Bank menjadi lebih berani mengambil risiko dalam ekonomi yang "bullish", dan sebagai hasilnya berpotensi melepaskan beberapa kelebihan cadangan mereka, membanjiri ekonomi dengan uang tunai sehingga menyebabkan inflasi.

Perak untuk pengiriman Desember naik 2,5 sen, atau 0,14 persen, menjadi ditutup pada 17,663 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2017 turun tiga dolar AS, atau 0,32 persen, menjadi ditutup pada 943,5 dolar AS per ounce, demikian Xinhua.

Baca juga: PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR
COPYRIGHT © ANTARA 2016