Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

21 Oktober 2016

Survei Fed menyebut ekonomi AS terus tumbuh moderat | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Kegiatan ekonomi AS terus berkembang pada kecepatan sedang hingga moderat dari akhir Agustus hingga awal Oktober, dengan sebagian besar distrik memperkirakan prospek positif, demikian hasil survei terbaru yang dirilis Federal Reserve, pada Rabu.

"Sebagian besar distrik menunjukkan kecepatan ekspansi sedang atau moderat," kata The Fed dalam Beige BOOK terbaru yang mengukur ekonomi di 12 distriknya. Namun, Distrik New York melaporkan tidak ada perubahan dalam aktivitas keseluruhan.

Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar distrik memperkirakan prospek positif dengan pertumbuhan diperkirakan akan terus pada kecepatan sedikit sampai moderat di beberapa distrik.

Menurut survei, penjualan ritel meningkat di sebagian besar distrik, dan diharapkan akan berlanjut tumbuh moderat dalam beberapa bulan ke depan.

Aktivitas manufaktur bervariasi, dan beberapa distrik melaporkan bahwa dolar AS yang kuat terus menyeret turun ekspor barang-barang manufaktur.

Kondisi pasar tenaga kerja tetap ketat, dengan pertumbuhan payroll dan upah sedang, kata laporan survei. Harga sedikit meningkat secara keseluruhan.

The Fed mempertahankan suku bunga federal fund tidak berubah dalam pertemuan September di tengah data ekonomi lemah baru-baru ini dan inflasi lemah, tapi sangat mengisyaratkan bahwa bank sentral bisa memiliki satu kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Analis secara luas percaya bahwa the Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam pertemuan November, sementara kemungkinan menaikkan suku bunga 

Baca juga: PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR
COPYRIGHT © ANTARA 2016

20 Oktober 2016

Harga emas naik setelah data ekonomi AS melemah | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR


PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pelemahan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember bertambah tujuh dolar AS, atau 0,55 persen, menjadi menetap di 1.269,9 dolar AS per ounce.

Emas mendapat dukungan setelah data "housing starts" (rumah yang baru dibangun) dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan penurunan sebesar 9,0 persen ke tingkat tahunan 1,047 juta, lebih buruk dari perkiraan dan lebih rendah dari akhir terendah kisaran konsensus. 

Para analis mencatat bahwa bangunan rumah di Amerika Serikat berada pada tingkat terendah dalam 18-bulan, dan laporan ini mengirim para investor ke aset "safe haven" logam mulia.

Meskipun terjadi pelemahan dalam data ekonomi AS, keuntungan logam mulia dibatasi oleh dolar AS dan pasar ekuitas AS yang lebih kuat. 

Indeks dolar AS naik 0,05 persen menjadi 97,93 pada pukul 18.45 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. 

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average AS naik 66 poin atau 0,36 persen pada pukul 18.45 GMT. 

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sebaliknya, ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka biasanya logam mulia akan turun.

Investor juga sedang menunggu rilis klaim pengangguran mingguan, penjualan "existing home" (rumah yang sudah jadi) dan Survei Prospek Bisnis Fed Philadelphia pada Kamis, dan investor mencatat bahwa kecuali pelemahan utama dalam data mendatang, mereka percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah pada tujuh persen untuk pertemuan November 2016, dan 65 persen pada pertemuan Desember 2016.

Analis percaya Fed bermaksud untuk menyerap sekitar 2,5 triliun dolar AS dana perbankan dari kelebihan cadangan karena ekonomi AS terus pulih. Bank menjadi lebih berani mengambil risiko dalam ekonomi yang "bullish", dan sebagai hasilnya berpotensi melepaskan beberapa kelebihan cadangan mereka, membanjiri ekonomi dengan uang tunai sehingga menyebabkan inflasi.

Perak untuk pengiriman Desember naik 2,5 sen, atau 0,14 persen, menjadi ditutup pada 17,663 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2017 turun tiga dolar AS, atau 0,32 persen, menjadi ditutup pada 943,5 dolar AS per ounce, demikian Xinhua.

Baca juga: PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR
COPYRIGHT © ANTARA 2016

19 Oktober 2016

Harga minyak dunia naik didukung optimisme kesepakatan OPEC | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berjanji untuk membatasi produksi ketika mereka bertemu pada November.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak menetapkan untuk membahas rincian seputar usulan kelompoknya guna memangkas produksi mereka dengan anggota non OPEC Rusia pada November.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo pada Selasa menepis kekhawatiran bahwa Rusia akan menggagalkan rencana kartel untuk membatasi produksi minyak, mengatakan negara itu telah sangat aktif dalam mencoba untuk menstabilkan pasar minyak yang terus melemah, menurut laporan media.

Harga minyak telah naik sekitar 13 persen dari tiga minggu lalu setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mengusulkan penurunan atau pembekuan produksi pertama dalam delapan tahun terakhir pada bulan lalu.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November bertambah 0,35 dolar AS menjadi menetap di 50,29 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember naik 0,16 dolar AS menjadi ditutup pada 51,68 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, demikian Xinhua. 

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR
COPYRIGHT © ANTARA 2016