Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

07 Oktober 2016

Negara-negara produsen minyak bertemu di Turki untuk tingkatkan harga | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Menteri Energi Aljazair Noureddine Bouterfa mengumumkan pada Kamis bahwa Turki akan menjadi tuan rumah pertemuan informal antara produsen minyak OPEC dan non-OPEC pada 8 Oktober, untuk membahas cara-cara memberlakukan rekomendasi pertemuan Aljir bulan lalu.

Harga minyak masih belum stabil di pasar global, meskipun kesepakatan "bersejarah" tercapai pada September di Aljir di antara negara-negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

"Sebuah pertemuan informal OPEC dan non-OPEC dijadwalkan pada sela-sela Kongres Energi Dunia di Istanbul Turki dari 9 sampai 13 Oktober," Bouterfa mengatakan kepada Ennahar TV.

Pejabat itu menambahkan bahwa pertemuan di Istanbul akan mendahului KTT penuh di Wina yang akan digelar pada 12 November, di mana anggota kartel bertujuan untuk mencapai kesepakatan menstabilkan pasar.

Dia lebih lanjut berasumsi bahwa "pertemuan Aljir telah menghilangkan rintangan karena anggota-anggota OPEC sepakat untuk membatasi produksi, dan ada kemauan umum untuk bergerak menuju menstabilkan pasar."

Bouterfa memperkirakan penurunan produksi yang lebih besar, mengingat bahwa pemotongan 700.000 barel per hari tidak akan cukup untuk menstabilkan harga minyak antara 50 hingg 55 dolar AS per barel.

Pada 28 September, 14 anggota OPEC mencapai kesepakatan untuk memangkas produksi minyak dari 33,4 juta barel per hari menjadi 32,5 juta barel atau 33 juta barel per hari.

Produsen OPEC dan non-OPEC percaya bahwa harga minyak pada 50 atau 60 dolar AS akan menguntungkan bagi konsumen dan produsen, karena akan membantu produsen menjaga investasi dan eksplorasi ladang baru, dan karena itu menjamin ketersediaan produk energi utama ini dalam jangka panjang.

Namun, beberapa ahli percaya bahwa harga minyak tidak akan naik segera setelah kesepakatan anggota OPEC. Abderrahmane Mebtoul, seorang ahli, mengatakan harga minyak juga bergantung pada faktor-faktor lain, termasuk tingkat pertumbuhan global serta pasokan dan permintaan. COPYRIGHT © ANTARA 2016

06 Oktober 2016

Ini Serda Dasep Penembak Jitu yang 2 Kali Bikin Bangga Indonesia

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Dua kali ikut serta dan menyumbangkan medali di ajang Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) Sersan Dua (Serda) Dasep Iman Suherman menorehkan kebanggaan untuk Indonesia.
Betapa tidak, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) Yonif 300/Raider Banjar Kedaton, Kodam/III Siliwangi Ini berhasil mempertahankan Indonesia untuk tetap bertengger di posisi pertama di ajang tahunan lomba menembak internasional itu.
Serda Dasep bersama teman-temannya berhasil mengungguli negara lain membuat Indonesia berada jauh di atas 20 negara pesaing seperti Malaysia, Inggris, Amerika bahkan Australia sendiri sebagai tuan rumah.
Ditemui detikcom saat memimpin latihan menembak bersama anggota Yonif 310 Kidang Kancana (KK), Sukabumi, Selasa (4/10/2016) Serda Dasep mengaku dirinya hanya salah satu anggota tim dari 19 prajurit Kontingen TNI AD yang ikut serta dalam AASAM.
"Tahun 2015 lalu, Alhamdulillah meraih medali 4 perak, 1 perunggu sedangkan untuk nomor beregu 6 emas ,1 perak. Tahun 2016 ini untuk perorangan menyumbang 1 perak dan 2 perunggu sedang beregu menyumbangkan 7 emas, 1 Perak dan 2 Perunggu. Total medali yang diraih 7 emas, 2 perak dan 4 perunggu," tuturnya membuka perbincangan dengan detikcom. Pria kelahiran 12 februari 1983 lalu di Sukabumi itu mengaku bangga bisa mewakili negaranya di ajang internasional, sekaligus membuka mata negara lain jika senjata buatan indonesia lebih hebat dari buatan luar negeri .
"Kita bisa buktikan jika merah putih tidak kalah dengan tentara luar apalagi senjata yang digunakan asli buatan lokal milik PT Pindad," sambungnya seraya tersenyum.
Pada April lalu, Serda Dasep berangkat bersama 14 rekannya untuk mengikuti AASAM. Ia masuk ke dalam kategori tembak reaksi dengan senjata senapan bersama 8 anggota TNI lainnya.
"Selain senapan, ada dua rekan yang ikut di kategori Sniper dan empat lainnya di pistol. Di seluruh kategori hampir semua medali kita borong, tapi kan enggak enak sama negara lainnya," ujar Serda Dasep setengah bercanda.
Setiap AASAM digelar, Indonesia selalu langganan berada di posisi teratas. Tak aneh bagi Dasep ketika tentara negara lain sering menganggap ada kecurangan dengan senjata yang digunakan prajurit TNI.
"Wajar mereka heran, mereka menganggap jika negara mereka lebih maju begitu juga dengan persenjataannya. Masa bisa kalah dengan senjata yang dibawa prajurit TNI buatan lokal pula, malahan mereka ada yang bilang Indonesia pakai Magic," tandas Serda Dasep sambil tertawa. Sumber: http://news.detik.com/


05 Oktober 2016

Kronologi Ledakan di RS Siloam Makassar | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Ledakan besar terjadi di RS Siloam, Makassar, Selasa malam sekitar pukul 22.15 wita
Berdasarkan penelusuran tribun-timur.com, ledakan ini terjadi di lantai sembilan, di bagian belakang rumah sakit ini.
Lantai sembilan adalah tempat peralatan listrik maupun gas rumah sakit ini.
Saat kejadian, kepanikan langsung melanda rumah sakit ini. Petugas berlarian sambil meneriakkan, "Code Red".
Ledakan cukup besar, terasa hingga lapangan parkir.
Pasien di lantai delapan mengaku saat ledakan getaran terasa sangat besar. Diikuti dengan air yang menyembur dari atap. Air terasa hangat.
Sementra pasien di lantai tujuh juga merasakan getaran besar. Namun saat dievakuasi tidak ada penjelasan. Mereka menduga itu gempa.
Air bersamaan dengan ledakan, sebagian tembok belakang runtuh, menimpa dua buah mobil yang parkir di bawahnya.
Ratusan pasien dievakuasi ke halaman. Sekitar 10 pemadam kebakaran masuk ke lokasi.
Api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit dari awal kejadian.
Belum diketahui apa penyebab ledakan ini maupun apakah ada korban. (*)Sumber: http://makassar.tribunnews.com/