Disclaimer : Semua artikel dan konten yang terdapat dalam portal ini hanya bersifat informasi saja. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari portal kami.

06 Oktober 2016

Ini Serda Dasep Penembak Jitu yang 2 Kali Bikin Bangga Indonesia

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Dua kali ikut serta dan menyumbangkan medali di ajang Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) Sersan Dua (Serda) Dasep Iman Suherman menorehkan kebanggaan untuk Indonesia.
Betapa tidak, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) Yonif 300/Raider Banjar Kedaton, Kodam/III Siliwangi Ini berhasil mempertahankan Indonesia untuk tetap bertengger di posisi pertama di ajang tahunan lomba menembak internasional itu.
Serda Dasep bersama teman-temannya berhasil mengungguli negara lain membuat Indonesia berada jauh di atas 20 negara pesaing seperti Malaysia, Inggris, Amerika bahkan Australia sendiri sebagai tuan rumah.
Ditemui detikcom saat memimpin latihan menembak bersama anggota Yonif 310 Kidang Kancana (KK), Sukabumi, Selasa (4/10/2016) Serda Dasep mengaku dirinya hanya salah satu anggota tim dari 19 prajurit Kontingen TNI AD yang ikut serta dalam AASAM.
"Tahun 2015 lalu, Alhamdulillah meraih medali 4 perak, 1 perunggu sedangkan untuk nomor beregu 6 emas ,1 perak. Tahun 2016 ini untuk perorangan menyumbang 1 perak dan 2 perunggu sedang beregu menyumbangkan 7 emas, 1 Perak dan 2 Perunggu. Total medali yang diraih 7 emas, 2 perak dan 4 perunggu," tuturnya membuka perbincangan dengan detikcom. Pria kelahiran 12 februari 1983 lalu di Sukabumi itu mengaku bangga bisa mewakili negaranya di ajang internasional, sekaligus membuka mata negara lain jika senjata buatan indonesia lebih hebat dari buatan luar negeri .
"Kita bisa buktikan jika merah putih tidak kalah dengan tentara luar apalagi senjata yang digunakan asli buatan lokal milik PT Pindad," sambungnya seraya tersenyum.
Pada April lalu, Serda Dasep berangkat bersama 14 rekannya untuk mengikuti AASAM. Ia masuk ke dalam kategori tembak reaksi dengan senjata senapan bersama 8 anggota TNI lainnya.
"Selain senapan, ada dua rekan yang ikut di kategori Sniper dan empat lainnya di pistol. Di seluruh kategori hampir semua medali kita borong, tapi kan enggak enak sama negara lainnya," ujar Serda Dasep setengah bercanda.
Setiap AASAM digelar, Indonesia selalu langganan berada di posisi teratas. Tak aneh bagi Dasep ketika tentara negara lain sering menganggap ada kecurangan dengan senjata yang digunakan prajurit TNI.
"Wajar mereka heran, mereka menganggap jika negara mereka lebih maju begitu juga dengan persenjataannya. Masa bisa kalah dengan senjata yang dibawa prajurit TNI buatan lokal pula, malahan mereka ada yang bilang Indonesia pakai Magic," tandas Serda Dasep sambil tertawa. Sumber: http://news.detik.com/


05 Oktober 2016

Kronologi Ledakan di RS Siloam Makassar | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Ledakan besar terjadi di RS Siloam, Makassar, Selasa malam sekitar pukul 22.15 wita
Berdasarkan penelusuran tribun-timur.com, ledakan ini terjadi di lantai sembilan, di bagian belakang rumah sakit ini.
Lantai sembilan adalah tempat peralatan listrik maupun gas rumah sakit ini.
Saat kejadian, kepanikan langsung melanda rumah sakit ini. Petugas berlarian sambil meneriakkan, "Code Red".
Ledakan cukup besar, terasa hingga lapangan parkir.
Pasien di lantai delapan mengaku saat ledakan getaran terasa sangat besar. Diikuti dengan air yang menyembur dari atap. Air terasa hangat.
Sementra pasien di lantai tujuh juga merasakan getaran besar. Namun saat dievakuasi tidak ada penjelasan. Mereka menduga itu gempa.
Air bersamaan dengan ledakan, sebagian tembok belakang runtuh, menimpa dua buah mobil yang parkir di bawahnya.
Ratusan pasien dievakuasi ke halaman. Sekitar 10 pemadam kebakaran masuk ke lokasi.
Api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit dari awal kejadian.
Belum diketahui apa penyebab ledakan ini maupun apakah ada korban. (*)Sumber: http://makassar.tribunnews.com/

04 Oktober 2016

Cari di Google "Sungai di Jakarta Bersih karena Foke", Keluarnya... | PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR

PT. KONTAK PERKASA FUTURES MAKASSAR - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut bakal calon gubernur, Anies Baswedan, dan tim suksesnya tidak mengerti data.

Pernyataan Basuki ini untuk menanggapi pernyataan Anies yang menyebut proyek pembersihan sungai-sungai di Jakarta diinisiasi pada masa pemerintahan Gubernur Fauzi Bowo atau Foke.
"Sebenarnya Pak Anies kalau mau lebih rajin, kamu cari di Googleaja. Orang kirim ke saya, kan iseng gitu ya, 'Sungai di Jakarta bersih karena Foke', langsung keluar ditulis, 'You mean sungai bersih karena Ahok'. Itu Google gitu lho, ha-ha-ha," kata Basuki atau Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/10/2016).
Ahok juga menyebut ada meme yang juga menyindir pernyataan Anies, yakni tentang pencipta media sosial Facebook. Media sosial yang kerap disingkat FB itu merupakan ciptaan Mark Zuckerberg.
"Oh ternyata Facebook pun disingkat, jangan-jangan kepanjangan FB itu Fauzi Bowo, tahu enggak? Supaya kesannya keren, jadi Facebook singkatannya jadi FB, ha-ha-ha," kata Ahok tertawa.
Anies sebelumnya sempat mengatakan, proyek pembersihan sungai-sungai di Jakarta diinisiasi pada masa pemerintahan Foke. Namun, proyek tersebut baru bisa dieksekusi pada masa pemerintahan Ahok.
"Proyek pembersihan dan pengerukan sungai dimulai sejak zaman Gubernur DKI Fauzi Bowo, diresmikan di zaman Gubernur DKIJoko Widodo, dan dilaksanakan dengan baik di zaman Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, demikian juga diharapkan oleh pemimpin-pemimpin berikutnya," ujar Anies melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (1/10/2016) lalu.
Proyek pembersihan sungai di Jakarta, menurut Anies, direalisasikan melalui Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) pada 2008 dengan negosiasi pinjaman dari Bank Dunia. Namun, proyek tersebut tidak bisa dilaksanakan karena terganjal dua peraturan pemerintah tentang pinjaman.
Proyek pembersihan sungai baru bisa dimulai pada Maret 2012 setelah pemerintah pusat menerbitkan dua peraturan pemerintah baru terkait pinjaman Bank Dunia. Kemudian proyek JEDI dimulai oleh Gubernur DKI Joko Widodo pada tahun 2013.
Proyek JEDI kemudian dilanjutkan oleh Ahok. Pinjaman itu sempat ingin dibatalkan karena Ahok menganggap target yang ditawarkan Bank Dunia terlalu lama. Namun, setelah negosiasi ulang, Bank Dunia menyatakan bahwa target itu dapat disesuaikan. Sumber: http://megapolitan.kompas.com/